Tampilkan postingan dengan label Otaku Zone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otaku Zone. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Maret 2018

4 Penyakit Sosial Para Otaku


Ohayou minna…,
Mimin mau nanya nih, Kalian sebagai para Otaku udah pada tau tentang penyakit sosial yang sering di idap para Otaku, belom? Kalo belom post kali ini akan membahas tentang penyakit sosial otaku yang harus diwaspadai :v
1. Chuunibyou
Anime Chuunibyou Demo Koi ga Shitai
Penyakit ini mungkin terdengar sangat asing di telinga masyarakat umum. Namun, bagi kalangan otaku kelas berat chuunibyou sudah menjadi penyakit akut yang lumayan susah untuk disembuhkan.
Ya, Chuunibyou (中二病) atau biasa disebut sindrom kelas 8/sindrom kelas 2 SMP. Chuunibyou adalah suatu gejala dimana penderitanya menganggap dirinya seolah-olah memiliki kekuatan supranatural atau hal-hal semacamnya. Penderita akan menganggap dunia disekitarnya adalah dunia miliknya sendiri dengan berbagai kekuatan tersembunyi. Masih bingung mengenai definisi penyakit Chuunibyou? untuk lebih jelasnya, penyakit Chuunibyou sebenarnya sama halnya dengan “alay”. Penderita Chuunibyou kebanyakan memiliki imajinasi tinggi karena telah menghabiskan waktunya menonton anime atau membaca manga. Mereka akan merasa kurang puas bila hanya melihat dan membaca saja.
Penderita Chuunibyou kebanyakan adalah anak berumur sekitar 13 atau 14 tahun. Tapi ada juga orang dewasa yang masih menderita Chuunibyou.
Macam-macam Chuunibyou
Menurut buku Chuunibyou Toriatsukai Setsumei Sho terdapat tiga macam jenis chuunibyou, yaitu :
·  DQN
DQN (, dokyun-kei), yaitu cenderung berpura-pura bersikap anti-sosial atau menjadi anak nakal padahal tidak. Biasanya ia mengarang tentang cerita tawuran atau semacamnya. Contohnya seperti percakapan berikut :
A : Wuih, jidatmu kok bisa diperban gitu? abis ngapain?
B : Jangan sentuh! ini adalah luka yang kudapat dari pertarungan melawan senior yang sok berkuasa itu.
A : Hehh????
·  Subkultural/Hipster
Subkultural/Hipster (サブカル系, SubCul-kei), yaitu cenderung memilih sesuatu yang non-mainstream atau yang peminatnya sedikit agar ia merasa berbeda. Terkadang orang seperti ini jarang suka budaya sendiri, namun lebih memilih budaya luar agar dianggap keren karena berbeda minat dengan orang lain. Contohnya seperti percakapan berikut :
A : Eh kamu punya Suzumiya Haruhi no Yuutsu subtitle Indonesia nggak?
B : Cih, hari gini masih nonton subtitle Indonesia.
A : Lah terus?
B : Nih, kayak aku dong liat yang RAW.
A : Terus paham ceritanya gak?
B : E-eh pa-paham dong.
·  Mata Iblis
Mata Iblis (邪気眼系, Jakigan-kei), yaitu cenderung merasa memiliki kekuatan supranatural. Jenis ini sering menghayal yang aneh-aneh. Seperti menyamakan penggaris dengan pedang berkekuatan super atau menciptakan gerakan-gerakan aneh untuk memanggil jurus. Contohnya seperti percakapan berikut :
A : Pinjem penggarisnya dong.
B : Hah! (memegang penggaris seperti memegang pedang) kau tidak akan bisa mengambil Dark Griffin Blade dariku. Langkahi dulu mayatku..
A : Gubrakk... -_-
2. Hikikomori
Anime No Game No Life
Peraih suara terbanyak kedua, Hikikomori. Penyakit sosial otaku yang satu ini bisa diartikan sebagai “menarik diri” dari kehidupan sosial. Mungkin sebagian dari kamu akan berpikir bahwa Hikikomori sama dengan ansos, tetapi pada kenyataannya tidak, setidaknya tidak secara keseluruhan. Hikikomori cenderung penarikan diri secara ekstrim, mereka mengisolasi diri dalam kamar dalam jangka waktu yang sangat lama. Tipikalnya, pelaku Hikikomori tenggelam dalam tayangan televisi atau komputer di dalam kamar hingga hampir-hampir tidak pernah tidur. Perilaku ini dapat berujung pada gangguan psikologis seperti schizoprenia.
Penyebab dari Hikikomori ini ada banyak, tetapi intinya hanya satu, rasa trauma yang hebat yang dialami penderita saat berada di masyarakat sosial. Mungkin hal inilah yang jarang sekali dipahami oleh masyarakat atau orang-orang lingkungan sekitar terhadap penderita.
3. Nijikon
Sore wa ore no waifu!!
Nijikon hanya menang satu suara dari wibu. Apa itu Nijikon? Nijikon bisa diartikan seseorang yang terobsesi dan jatuh cinta pada karakter dua dimensi atau karakter-karakter fiksi. Dalam bahasa sederhana, jones. Yah, biasanya gejala awal penyakit ini sering banget ngaku-ngaku bahwa suatu karakter anime itu adalah waifu-nya (atau husbando untuk para cewek).
Orang yang terjangkit Nijikon akan sangat mencintai karakter fiksi yang disukai, marah-marah jika ada karakter lain yang berani mendekatinya, dan biasanya pergi kemana-mana dengan karakter tersebut (biasanya dalam bentuk dakimakura). Dalam kasus ekstrim, ada penderita Nijikon yang sama sekali tidak tertarik dengan makhluk nyata dan bahkan sampai menikahi karakter fiksi yang dia cintai.
Tapi, dibalik semua antics Nijikon, ada sebuah hikmah positif yang bisa kita ambil dari penyakit sosial otaku yang satu ini, yaitu saingan kita dalam mencari pasangan menjadi berkurang! Hehehe
Meskipun begitu, sepertinya lebih banyak negatifnya daripada positifnya, misalnya saja bisa menghancurkan tatanan perekonomian global! (Ini beneran lho!)
4. Weaboo (Wibu)
Perbedaan Otaku dan Wibu
Wibu memang berasal dari kelompok otaku. Akan tetapi otaku belum tentu adalah seorang wibu. Wibu berada pada tingkatan dimana seorang otaku mendedikasikan dirinya terlalu berlebihan terhadap hal-hal yang berbau Jepang. Dari empat penyakit sosial otaku yang ada, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Wibu adalah yang paling menjengkelkan. Kenapa? Karena orang yang disebut wibu adalah mereka yang mendewakan segala sesuatu tentang Jepang. Pokoknya segala sesuatu tentang Jepang menurut mereka is the best-lah! Jika ada yang berani sedikit saja mengkritik sesuatu tentang Jepang pasti mereka bakalan maju ke garis depan dan membelanya mati-matian.
Wibu di Indonesia bisa termasuk parah pakai banget. Kita pernah membahas dalam artikel sebelumnya tentang potret wibu di Indonesia. Mereka menganggap kehidupan dunia nyata itu membosankan, hidup sebagai seorang hikikomori dan NEET itu keren, dan nggak bakalan rela kalau ada yang bilang Anime adalah kartun. Well, dalam beberapa kasus ekstrim, malah mereka nggak mengakui bahwa pantsu adalah celana dalam dan jitensha adalah sepeda. Hello…? Padahal sebenarnya juga sama saja, cuma beda bahasa.
Kira2 kalian para otaku, kalian udah mencapai tahap ini belom?
Source : www.duniaku.net, agumgo.blogspot.co.id

Kamis, 08 Maret 2018

Tahukah Anda? Asal Mula Anime, Perkembangannya, dan Tren Setiap Tahunnya

おはようみんな...
Kali ini mimin mau posting tentang asal mula anime, perkembangannya dan tren setiap tahunnya.., yuk dibaca!!!
Animasi Jepang (anime) dicintai oleh anak-anak hingga dewasa. Kualitas animasi dan penceritaan-nya terus mendapat penghargaan tinggi dari luar negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang telah memproduksi sekitar 130 judul anime setiap tahunnya. Di tengah kepopuleran anime,  ternyata tidak banyak yang tahu sejarah perkembangan anime. Oleh karena itu, admin akan mengajak Anda untuk mengenal perkembangan anime melalui serial-serial anime yang bersejarah.
Tahun 1963, “Astro Boy” hadir sebagai serial anime pertama di televisi
Sumber : situs resmi Tezuka Osamu
Karya Osamu Tezuka, “Astro Boy”, adalah serial anime pertama di dunia yang ditayangkan secara rutin setiap minggu di televisi. Rating pemirsa pada saat itu melebihi 30%.  Berkat kepopulerannya, anime ini juga telah ditayangkan di berbagai negara. Bahkan baru-baru ini “Astro Boy” juga menjadi maskot dari TOYOTA. Inilah karya yang menjadi asal mula anime.
Tahun 1969, serial anime terpanjang di dunia, “Sazae-san” tayang untuk pertama kali
“Sazae-san” telah tayang selama 45 tahun dan merupakan serial anime terpanjang. Hingga saat ini serial ini pun masih menghiasi layar kaca para penduduk Jepang. Tak heran bahwa anime ini dikenal sebagai anime nasional. “Sazae-an” diciptakan oleh komikus Machiko Hasegawa. Di tempat yang dulu ditinggali oleh Machiko, (yaitu Sakurashinmachi, Setagaya, Tokyo) “Sazae-san” turut berperan dalam pembangunan ekonomi penduduk setempat. Di sana Anda dapat melihat patung keluarga “Sazae-san”.
Tahun 1974, “Heidi, Girl of the Alps” hadir di tanah Jepang
Anime ini memperkenalkan kehidupan di Alps, Swiss, kepada masyarakat Jepang. Miyazaki Hayao maupun Takahata Isao, yang nantinya dikenal dengan Studio Ghibli, pun turun tangan dalam produksi Heidi, Girl of the Alps.  Para staff anime ini melakukan penelitian di Swiss selama satu tahun untuk menggambarkan kehidupan masyarakat Swiss secara akurat.
Tahun 1979, serial Gundam muncul dan mengubah tren anime robot
Sumber : situs resmi GUNDAM.INFO
Mobile Suit Gundam membawa unsur politik, persenjataan, dan perang ke dalam anime robot.  Genre yang dibawakan oleh “Mobile Suit Gundam” ini dikenal sebagai real robot anime. Kisah pemuda 15 tahun, Amuro Ray yang penuh dengan konflik batin. Perkembangan ceritanya yang memukau mengundang popularitas. Anime ini memberi pengaruh besar pada anime robot selanjutnya.
Tahun 1986, bermunculan karya-karya besar seperti “Laputa : Castle in the Sky”, “Dragon Ball”, “Saint Seiya”
Tahun 1986 merupakan tahun di mana anime-anime populer bermunculan. Karya pertama dari Studio Ghibli, “Laputa : Castle in the Sky”; adaptasi “Dragon Ball” dan “Saint Seiya” dari majalah komik “Weekly Shonen Jump”. Hingga kini “Dragon Ball” telah ditayangkan di sekitar 100 negara dan menyebarkan booming anime di seluruh dunia.
Tahun 1992, pertempuran para gadis cantik menjadi populer dengan hadirnya “Sailor Moon”
Perempuan tidak hanya cantik tapi juga kuat! Hadir sebagai serial pretty soldiers  pertama, “Sailor Moon” memberikan pengaruh besar kepada penerus-penerusnya, antara lain serial “Precure”.
Tahun 1995, “Neon Genesis Evangelion” menjadi fenomena sosial
Dengan menggabungkan mitologi, filosofi, serta ilmu pengetahuan, “Neon Genesis Evangelion” membangun jalan cerita yang kompleks dan tak terduga. Para pemuda-pemudi pun tergila-gila dengan serial ini sehingga menimbulkan fenomena sosial. Lagu pembukanya “Zankoku na Tenshi no Teze (A Cruel Angel's Thesis)”  populer baik di dalam maupun di luar negeri sehingga menjadi simbol dari “anisong” (lagu anime).
Tahun 2006, anime tengah malam menjadi populer dengan kehadiran “The Melancholy of Haruhi Suzumiya”
“The Melancholy of Haruhi Suzumiya” mengangkat popularitas anime tengah malam dan membawa booming anime bishojo (gadis cantik).  Bahkan lagu pembuka dan penutupnya menembus peringkat sepuluh besar Oricon (peringkat musik yang menjadi standar popularitas musik di Jepang).
Tahun 2009, booming “K-ON!” dan pasar bernilai sepuluh miliaran yen
Pada tahun 2009, “K-ON!” mulai ditayangkan dan semakin mengangkat popularitas anime tengah malam. Hasil penjualan dari merchandise-nya mencapai sekitar 40 milyar yen. Hingga kini “K-ON!” masih digemari oleh banyak orang.
Tahun 2011, “Puella Magi Madoka Magica” mengubah gaya magical girls
“Puella Magi Madoka Magica” hadir dengan konsep magical girls. Namun, anime ini mengubah konsep magical girls  yang ceria dengan perkembangan cerita yang mengejutkan.  Pada tahun tersebut, “Puella Magi Madoka Magica” memenangkan penghargaan “Media Arts Awards” dari Agency for Cultural Affairs untuk kategori animasi. Anime ini pun menjadi salah satu karya kebanggaan Jepang.
Tahun 2014, era pertempuran idol anime?!
Tren anime tahun 2014 adalah idol“THE IDOL M@STER” (atau biasanya disebut “Aimasu”) terlahir dari arcade game lalu menjadi populer melalui “Niconico Douga”. Pada tahun 2011,  adaptasi animenya ditayangkan dan popularitasnya pun melonjak. Seakan-akan menyusul “Aimasu”, “Love Live School idol project” pun turut menjadi populer. Tahun 2014 muncullah anime “Wake Up Girls!” yang menggambarkan perkembangan para idol. Untuk menjadi sosok idol yang memberi semangat dan keberanian pada orang-orang, para calon idol mengalami perjuangan keras dan pergolakan batin. Sosok gadis-gadis ini membawa kedekatan khusus dan membuat orang ingin mengikuti perkembangan mereka.
Anime terus berubah seiiring dengan perubahan tren. Namun, di balik perubahan itu, anime terus menggerakkan hati para pemirsanya. Anime akan terus berkembang dan memikat Anda.
Source : https://matcha-jp.com/id/144

Senin, 05 Februari 2018

Ini Lho 10 Heroine Paling “Nyebelin” Menurut Penikmat Anime di Jepang

おはようございます...
Kalau kalian mengaku pecinta animanga, pasti tau dong apa itu Heroine? Yep, heroine merupakan sebutan yang biasanya disandang oleh tokoh cewek paling dominan dalam sebuah seri. Nggak cuma dominan, biasanya ia juga muncul sebagai “pendamping” bagi tokoh utama. Karena itulah kebanyakan heroine ditunjukkan dengan wujud yang manis, friendly, mendukung tokoh utama sepenuh hati dan kadang juga memiliki kekuatan super. Haruno Sakura atau Hyuuga Hinata dari serial Naruto misalnya.
Tetapi tidak jarang, tokoh heroine malah muncul dalam bentuk yang nggak biasa. Brutal, arogan, bebal, egois, terlalu lembek,…hmm… pokoknya bikin penonton gregetan deh kalau liat dia. Nggak jadi semangat malah pengen emosi nampol aja bawaannya. Diantara kalian ada yang pernah merasakan hal seperti itu pada tokoh manga/anime? Kalau iya berarti kalian sudah bertemu dengan tipe heroine “nyebelin”.
Nah menanggapi hal tersebut, goo ranking mengumumkan hasil survey dikalangan penikmat anime di Jepang. Temanya jelas tentang siapa sih heroine yang paling menjengkelkan di mata penonton? Dalam survey tersebut diikuti oleh 500 orang cewek dan cowok pecinta anime dengan kisaran umur kepala dua.
Dibawah ini adalah hasil survey tersebut. Mimin rangkumkan berdasarkan urutan terendah ke yang paling tinggi (paling dibenci/gemesin). Siap-siap ya, barangkali saja salah satu karakter favorit kalian masuk list ini, harus diterima dengan lapang dada. Hahahaha…
10, 9, 8 - Kokomi, Medaka, Nanase
Tiga heroine ini berasal dari anime Saiki Kusou no Sai, Medaka Box dan Rokudenashi Blues. Entah apa yang membuat penonton di Jepang rada sebel dengan ketiga cewek ini. Apa karena “ngalem” nya yang kebangetan? atau caranya mendekati tokoh utama yang kelewat gila? silahkan tonton animenya dulu biar paham.
7 - Haruno Sakura (Naruto)
Sakura sebenarnya sosok yang baik, sayang teman dan sangat bertanggung jawab. Sayangnya, dia punya emosi kurang stabil dan sekali mellow, jatuhnya kebangetan. Sifat itulah mungkin yang bikin penonton greretan. Dia susah move on sih, yaa walaupun berbuah manis di ending cerita.
6 - Oikawa Tsurara (Nurarihyon no Mago)
Tampangnya boleh unnyu tapi sifat overprotektifnya jangan diremehkan. Belum jadi pacar aja udah keras kepala. Apalagi nanti pas jadi istri.
5 - Amane Misa (Death Note)
Manis, tapi licik. Nggak jauh beda dari pujaan hatinya, Raito. Dalam kesehariaannya, Misa bisa memasang wajah sangat bloon dan polos. Padahal di balik itu bisa dibilang dia boneka bemuka dua.
4 - Kagura (Gintama)
Mimin angkat tangan kalau nyangkut yang satu ini. Dari lahir eh, maksudnya pertama kali muncul. Kagura punya wajah nyebelin. Tingkahnya juga sangat amat childish. Apalagi kalau nyangkut makanan. Jauh dari kata heroine yang elegan. Mungkin karna itu banyak fans gemes sama keberadaan dia.
3 - Nakiri Erina (Shokugeki no Souma)
Mulai dari peringkat 3 kita bakal melihat sosok-sosok tsundere kurang kasih sayang. #digampar. Erina ini contohnya, dia sering terlihat cool padahal dalemnya ngarep banget. Coba tengok dulu deh kalau nggak percaya. Sebel nggak punya heroine kayak gini?
2 - Kirisaki Chitoge (Nisekoi)
Apalagi dewinya nisekoi berikut. Yang bikin penonton gregetan adalah sikap Chitoge yang campuran antara tsundere, kuudere dan agresif. Tapi sok-sokan tegar dan plin plan dengan omongannya sendiri. Apa karena takut kehilangan ya jadinya dia malah tumbuh bak gadis nyebelin?
1 - Uraraka Ochako (My Hero Academia)
No idea. Selama ini, Ochako kelihatan manis sekali. Nope, ternyata fans di Jepang berkata lain. Kebanyakan dari mereka merasa tergangggu dengan tingkah Ochako yang blak-blakan, rada telmi dan terlalu bersemangat dalam mendapatkan sesuatu. Selain itu dia juga dianggap terlalu “baik” hanya ke Deku saja. Yah meskipun dia juga dekat dengan Iida.
Jadi, diantara 10 cewek diatas ada yang masuk list gemes kalian? mimin sih nggak, fine-fine aja. Hehehe…
Source : https://www.akibanation.com/ini-lho-10-heroine-paling-nyebelin-menurut-penikmat-anime-di-jepang/, Japan Course (@ine0489k)

Selasa, 14 November 2017

Apa sih Otaku Itu?

Ohayou... ada artikel menarik nih, “apa sih otaku itu?”, ada yang bilang otaku itu cuman orang yang menekuni suatu hobi, jadi ada otaku anime atau otaku manga, itu bener ga sih?, otaku itu katanya orang yang suka jejepangan, jadi mana yang bener?, biar jelas mimin bahas nih mulai dari etimologi, sejarah, dll.
v  OTAKU atau おたく/オタク/ヲタク/お宅/御宅
Otaku (おたく/オタク) adalah istilah bahasa Jepang yang digunakan untuk menyebut orang yang betul-betul menekuni hobi.
Sejak paruh kedua dekade 1990-an, istilah Otaku mulai dikenal di luar Jepang untuk menyebut penggemar berat subkultur asal Jepang seperti anime dan manga, bahkan ada orang yang menyebut dirinya sebagai Otaku.
v  Etimologi
Otaku berasal dari sebuah istilah bahasa Jepang yang merujuk kepada rumah atau keluarga orang  lain (お宅/御宅, otaku). Kata ini sering digunakan sebagai metafora untuk honorifik kata ganti orang kedua. Dalam kasus ini, terjemahannya adalah “Anda”. Sebagai contoh, dalam anime Macross, ditayangkan pertama kali pada tahun 1982, tokoh Lynn Minmay menggunakan istilah ini sebagai kata ganti.
Bentuk slang modern dari otaku ditulis sepenuhnya dengan aksara hiragana (おたく) atau katakana (オタク, atau yang lebih jarang, ヲタク) untuk membedakan dengan makna terdahulunya. Istilah ini kemungkinan besar berasal dari percakapan antar penggemar anime yang selalu menyapa lawan bicara dengan sebutan Otaku (お宅, Anda).
v  Sejarah
Di awal dekade 1980-an sudah ada istilah slang bernada sumbang byouki (ビョーキ, “sakit”) yang ditujukan kepada penggemar berat lolicon, manga dan doujin manga. Istilah byouki sudah sering muncul dalam doujinshi sampai ke anime dengan peran utama anak perempuan seperti Minky Momo.
Istilah otaku pertama kali diperkenalkan oleh kolumnis Nakamori Akio dalam artikel “Otaku” no Kenkyuu (おたくの研究, Penelitian tentang Otaku) yang dimuat majalah Manga Burikko. Dalam artikel yang dimuat bersambung dari bulan Juni hingga Desember 1983, istilah otaku digunakan untuk menyebut penggemar berat subkultur seperti anime dan manga.
Pada waktu itu, masyarakat umum sama sekali belum mengenal istilah otaku. Media massa yang pertama kali menggunakan istilah otaku adalah radio Nippon Broadcasting System yang mengangkat segmen Otakuzoku no jittai (おたく族の実態, Situasi Kalangan Otaku) pada acara radio Young Paradise. Istilah Otakuzoku (secara harafiah : suku Otaku) digunakan untuk menyebut kalangan otaku, mengikuti sebutan yang sudah ada untuk kelompok anak muda yang memakai akhiran kata “zoku”, seperti Bousouzoku dan Takenokozoku.
Pada perkembangan selanjutnya, sebutan otaku digunakan untuk pria lajang yang mempunyai hobi anime, manga, idol, permainan video, dan komputer pribadi tanpa mengenal batasan umur. Istilah otaku juga banyak dipakai untuk menyebut wanita lajang atau wanita sudah menikah yang membentuk kelompok sedikit bersifat “cult” berdasarkan persamaan hobi. Kalangan yang berusia 50 tahun ke atas yang merupakan penggemar berat high culture atau terus mengejar prestasi di bidang akademis jarang sekali dan hampir tidak pernah disebut otaku.
Istilah “otaku” dalam arti sempit awalnya hanya digunakan di antara orang-orang yang memiliki hobi sejenis yang membentuk kalangan terbatas seperti penerbitan Doujinshi. Belakangan ini, istilah otaku dalam arti luas sering dapat mempunyai konotasi negatif atau positif bergantung pada situasi dan orang yang menggunakannya. Istilah otaku secara negatif digunakan untuk penggemar fanatik suatu subkultur yang letak bagusnya tidak bisa dimengerti masyarakat umum, atau orang yang kurang mampu berkomunikasi dan sering tidak mau bergaul dengan orang lain. Otaku secara positif digunakan untuk menyebut orang yang sangat mendalami suatu bidang hingga mendetil, dibarengi tingkat pengetahuan yang sangat tinggi hingga mencapai tingkat pakar dalam bidang tersebut.
Sebelum istilah otaku menjadi populer di Jepang, sudah ada orang yang disebut “mania” karena hanya menekuni sesuatu dan tidak mempunyai minat pada kehidupan sehari-hari yang biasa dilakukan orang. Di Jepang, istilah otaku sering digunakan di luar konteks penggemar berat anime atau manga untuk menggantikan istilah mania, sehingga ada istilah Game-otaku, Gundam-otaku (otaku mengenai robot Gundam), Gunji-otaku (otaku bidang militer), Pasokon-otaku (otaku komputer), Tetsudou-otaku (otaku kereta api alias Tecchan), Morning Musume-otaku (otaku Morning Musume alias Mou-ota), Jani-ota (otaku penyanyi keren yang tergabung dalam Johnny & Associates).
Secara derogatif, istilah otaku banyak digunakan orang sebagai sebutan bagi laki-laki dengan kebiasaan aneh dan tidak dimengerti masyarakat umum, tanpa memandang orang tersebut menekuni suatu hobi atau tidak. Anak perempuan di Jepang sering menggunakan istilah otaku untuk anak laki-laki yang tidak populer di kalangan anak perempuan, tapi sebaliknya istilah ini tidak pernah digunakan untuk perempuan. Berhubung istilah otaku sering digunakan dalam konteks yang menyinggung perasaan, penggunaan istilah otaku sering dikritik sebagai praduga atau perlakuan diskriminasi terhadap seseorang.
Otaku juga identik dengan sebutan Akiba Kei yang digunakan untuk laki-laki yang berselera buruk dalam soal berpakaian. Sebutan Akiba Kei berasal dari gaya berpakaian laki-laki yang lebih suka mengeluarkan uang untuk keperluan hobi di distrik Akihabara, Tokyo daripada membeli baju yang sedang tren. Sebutan lain yang kurang umum untuk Akiba-Kei adalah A-Boy atau A-Kei, mengikuti istilah B-Boy (B-Kei atau B-Kaji) yang sudah lebih dulu ada untuk orang yang meniru penampilan penyanyi hip-hop berkulit hitam.
v  Generasi Otaku di Jepang
·    Otaku generasi pertama (kelahiran paruh pertama tahun 1960-an)
Otaku generasi pertama dibesarkan sebagai penggemar fiksi sains di saat masyarakat umum masih mengganggap anime sebagai konsumsi anak-anak. Gekiga yang dimaksudkan sebagai bacaan orang dewasa lalu mulai dikenal secara luas. Otaku generasi pertama juga mulai ikut-ikutan membaca Gekiga. Di Jepang, generasi kelahiran tahun 1960-an disebut generasi Shinjinrui (Generation X) yang sewaktu kecil takjub dengan monster yang bisa berubah bentuk dan menyenangi Tokusatsu.
·    Otaku generasi II (kelahiran sekitar tahun 1970-an)
Pada masa kecil membaca Space Battleship Yamato, Mobile Suit Gundam yang nantinya menjadi bekal penting untuk menjadi otaku. Masyarakat Jepang mulai menerima kehadiran otaku. Sebagian otaku generasi II tidak bisa membedakan antara dunia fiksi sains dengan alam nyata, misalnya Gundam-otaku (Gun-ota). Permainan video dekade 1980-an juga menjadi kegemaran otaku generasi II. Pada saat yang sama, masyarakat mulai menaruh praduga terhadap otaku akibat kasus pembunuhan heboh dengan pelaku seorang otaku. Di kalangan anak sebaya, otaku mulai mendapat perlakuan diskriminasi.
·    Otaku generasi III (kelahiran sekitar tahun 1980-an)
Pada masa kecil membaca Neon Genesis Evangelion, otaku generasi III sekarang menjadi inti gerakan Sekai Kei. Anak-anak dari otaku generasi I mulai menjadi otaku sehingga citra negatif otaku semakin berkurang dan otaku hanya dianggap sebagai salah satu hobi. Di kalangan otaku generasi III, kecenderungan Moe sudah menjadi istilah yang disepakati bersama, sekaligus sebagai prinsip dan tujuan. Otaku generasi III makin tenggelam di dalam dunia yang digambarkan manga, dan bahkan sampai menyenangi high culture yang ada di dalamnya.
Nah gimana sekarang? udah ngerti kan? budayakan membaca yaa, jangan sampe salah kaprah lagi^^
Source : Japan Course (@ine0489k)

Sabtu, 11 November 2017

Anime yang Diangkat dari Kisah Nyata

Hallo mina san^-^
Ada yang tau anime2 dibawah ini? Sebenernya anime2 itu diangkat dari kisah nyata loh~
Sebenernya masih banyak, tapi mimin post hanya beberapa aja ya:)
Yuk disimak aja buat kelanjutannya:)
·  Hyakka Ryouran
Serial anime ini dibuat berdasarkan kondisi di era Sengoku hingga awal masa Edo di Jepang. Tapi jangan bingung, penulis kisah ini sengaja menampilkan setting cerita ala kekinian. Kisahnya dimulai pasca Perang Dunia II, dengan lokasi cerita berada di Great Japan (Dai Nippon-koku), sebuah versi alternatif negara Jepang di mana Dinasti Tokugawa masih memerintah melalui suatu tempat yang terisolasi dari dunia luar.
Karakter yang digambarkan sebagai tokoh utama cerita ini terpusat pada seorang gadis muda yang secara misterius turun dari langit, Jubei Yagyu. Gadis ini nantinya membantu tokoh utama lainnya, Muneakira Yagyu yang sedang menyelidiki kasus kematian siswa di sebuah perguruan (Buou Academic School). Kemampuan gadis samurai ini menjadi kemasan yang memberikan daya tarik bagi kamu pecinta drama, misteri dan pertarungan ala samurai.
Mayoritas karakter dalam anime ini memang ada di dunia nyata, seperti Munenori (Muneakira) Yagyu dan Jubei Yagyu yang hidup di awal masa Edo, serta Yukimura Sanada yang hidup di penghujung era Sengoku. Ketiganya memiliki peran penting pada masa berakhirnya era Sengoku dan bermulanya zaman Edo.
·  Hadashi no Gen (Barefoot Gen)
Anime ini berlatar-belakang kondisi saat dan pasca Hiroshima dihantam bom atom dalam Perang Dunia II. Dibuat oleh mangaka yang juga merupakan korban dari bom atom tersebut, Keiji Nakazawa, anime ini sanggup membuat penontonnya seperti terbawa dalam suasana perang yang mencekam.
Gen Nakaoka yang masih berusia 6 tahun, harus berjuang menyelamatkan diri dan ibunya dari radiasi dan akibat yang ditimbulkan oleh bom atom. Shock akibat ledakan, ibu Gen yang sedang hamil melahirkan secara prematur, adik perempuan Gen kemudian dinamai Tomoko.
Dalam anime ini penggambaran tentang kondisi Hiroshima pasca pengeboman ditampilkan secara detil. Tubuh yang hangus terbakar, orang yang berjuang hidup dengan kulit meleleh dan berbagai kengerian lainnya akan membuat kamu yang menontonnya dapat kehilangan selera makan untuk sesaat.
·  Grave of The Fireflies
Satu lagi kisah anime yang belatar-belakang kondisi pasca Perang Dunia II, selepas Jepang dihantam oleh bom atom. Cerita anime ini tercatat sebagai salah satu kisah terbaik dari Jepang, baik dari sisi penuturan kondisi pasca perang yang mengenaskan, maupun kisah persaudaraan yang dikemas dengan gambar dan pewarnaan yang cantik.
Alur cerita bersifat mundur, karena di awal kisah pemeran utama justru telah mati karena kelaparan. Rohnya kemudian bercerita tentang kondisi Jepang di saat perang berkecamuk. Bagaimana rakyat Jepang bertahan hidup dari bombardir pasukan Amerika, digambarkan secara apik.
Cerita ini sangat disarankan bagi kamu penyuka sejarah. Alih-alih kisah sejarah yang dikemas modern dan terlampau banyak berbumbu drama, di dalam kisah ini kamu akan benar-benar disuguhi kisah perjuangan di masa perang, hingga akhirnya bagaimana rakyat bertahan hidup melewati masa tersebut.
Kunang-kunang (fireflies) dalam cerita digambarkan sebagai penjaga yang melindungi roh kedua kakak-beradik yang merupakan tokoh utama cerita ini. Di akhir kisah roh kedua bersaudara ini tampak bahagia karena bisa bersama. Dan perang pun telah berakhir.
Source : Japan Course (@ine0489k)