Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Desember 2018

Bagaimana Orang Jepang Merayakan Natal?


Hari raya Natal di Jepang hanyalah sekedar hari libur yang dirayakan bersama selama beberapa dekade terakhir. Tapi, hari tersebut masih belum dianggap sebagai hari libur keagamaan karena tidak begitu banyak kaum kristiani yang ada di Jepang. kini natal di Jepang menyerap kebudayaan populer yang terdapat di Amerika, seperti hari valentine dan juga Halloween. Natal di negeri matahari terbit itu, dikenal sebagai waktu berbagi kebahagian.
Banyak orang Jepang merayakan Natal. Keluarga dan teman-teman beramai-ramai mengadakan pesta, tentunya dengan kue, makanan yang lezat dan berbagai dekorasi natal. Seiring dengan liburan Tahun Baru, yang menjadi peristiwa besar pada musim pesta. Sebagian besar orang Jepang tidak pergi ke gereja untuk misa Natal, dan juga Natal disana bukanlah hari libur. Para orang tua yang telah memiliki anak akan memberikan mereka “hadiah dari santa”. Malam natal disana dianggap sebagai saat yang romantis, dimana banyak pasangan menghabiskan waktu bersama lalu bertukar kartu dan hadiah natal. Candlelight dinner di restoran dan tempat-tempat romantis yang akan menjadi indah saat natal dengan tata lampunya, juga akan dipenuhi para pasangan saat malam natal di Jepang.
Orang Jepang biasanya menyantap ayam goreng saat hari natal di Jepang, percaya atau tidak, hari itu adalah hari tersibuk selama satu tahun untuk franchise restoran siap saji KFC. Makanan tradisional Jepang disaat natal adalah kue natal, bukan kue dengan berbagai buah-buahan, melainkan sponge cake yang didekorasi dengan whipped cream dan strawberry.
Sebagaimana 25 Desember di Jepang bukanlah hari libur nasional, jadi sekolah dan berbagai usaha bisnis tetap berjalan seperti biasa pada hari tersebut. dalam bahasa Jepang mengucapkan Selamat Natal (merry Christmast) dengan “Meri Kurisumasu” dan maskot terkenal pada hari natal akan dipanggil “santa-san”.
Tapi, yang lebih mendekati budaya natal Amerika di Jepang adalah Tahun Baru Jepang yang disebut “Shogatsu”, periode dimana keluarga besar berkumpul, makan makanan yang spesial, berdoa, dan saling memberikan kartu ucapan. Tahun baru di Jepang dirayakan mulai 31 Desember sampai 4 Januari di Jepang, dan itu menjadi saat-saat tersibuk di sana

Source : http://anibee.tv/news/id/fashion-lifestyle/5340/bagaimana-orang-jepang-merayakan-natal

Minggu, 28 Oktober 2018

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Berkunjung Ke Jepang



Kehidupan modern di Jepang, tak menyurutkan masyarakatnya sedikitpun untuk meninggalkan budaya aslinya. Itulah mengapa Jepang selalu memiliki daya Tarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan. Selain terkenal dengan budayanya yang sangat kental, Jepang juga terkenal dengan kecanggihannya menciptakan temuan-temuan baru dalam bidang teknologi.
Tak sedikit orang yang bermimpi untuk pergi ke Jepang sekedar untuk berlibur ataupun serius untuk melanjutkan studi. Tak hanya itu, Jepang memang memiliki banyak tempat wisata yang luar biasa bagus yang sebagian besar tempat wisata di Jepang adalah peninggalan budaya dari para leluhur. Berikut ini adalah 5 alasan orang tertarik untuk berlibur ke Jepang. Apakah alasan kalian adalah salah satu dari alasan berikut ini?
·   Budaya Jepang Terjaga Hingga Kini dan Menarik untuk Digali
Kebudayaan di Jepang masih tetap lestari, walaupun negaranya sudah berubah menjadi negara yang sangat modern. Tak sedikit masyarakat di Jepang tetap patuh dengan budaya yang diwariskan oleh para leluhur terdahulu. Misalnya saja dalam perayaan Hanami, masyarakat Jepang mau dan rela memakai pakaian tradisional seperti kimono untuk menghadiri perayaan tersebut.
Jika kalian berlibur ke Jepang tepat disaat banyak acara perayaan-perayaan, kalian bisa melihat secara langsung kecintaan masyarakat Jepang pada budayanya sendiri. Mereka dengan bangganya menunjukkan identitas budayanya sendiri. Kalian bisa lihat sendiri, rumah-rumah tradisional yang tertata rapih dan suasananya yang damai. Jangan menunda-nunda lagi niat kalian untuk pergi ke Jepang. Yuk, segera persiapkan tiket pesawatnya!
·   Keindahan Alam dan Budaya Saling Berdampingan dengan Damai
Salah satu tempat yang bisa kalian kunjungi adalah Hokkaido. Hokkaido memang terkenal dengan keindahan alamnya, bahkan masyarakat Jepang sendiri menyebutnya sebagai “kota bukit”. Ini sesuai dengan namanya, pemandangan di daerah ini memang didominasi dengan perbukitan yang sangat indah.
Tak hanya di Hokkaido, kalian bisa mengunjungi berbagai pedesaan sisa peninggalan zaman edo di Jepang. Di pedesaan itulah kalian bisa dengan jelas melihat keindahan alam serta budaya berdampingan secara damai. Siap-siap kalian akan semakin jatuh cinta dengan Jepang.
·   Surganya Kuliner Lezat
Jepang surganya kuliner lezat? Ya, betul sekali! Kuliner di Jepang memang berhasil memikat para wisatawan yang datang dari seluruh dunia. Tempat yang sering menjadi incaran para wisatawan tak lain adalah Tokyo. Karena di Tokyo inilah kuliner-kuliner lezat dan unik ini berasal. Kalian bisa menemukan beragam kuliner lezat dan lucu di Tokyo. Seperti donat lucu berbentuk tokoh kartun hingga mencoba lezatnya Tokyo Banana. Tak hanya variasi makanannya yang lucu-lucu, ternyata jajanan tradisional Jepang pun rasanya lezat-lezat.
·   Banyak Destinasi Wisata yang Seru
Jepang memang terkenal memiliki tempat wisata lucu-lucu dan menarik, seperti salah satunya adalah Disneyland, Tokyo Disney Sea, hingga Universal Studio di Osaka. Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang mengincar Negara Sakura ini sebagai tempat berlibur, selain budayanya yang sangat menarik untuk dilihat.
·   Surganya Eletronik Canggih dan Murah
Bukan Jepang jika segala sesuatunya serba canggih dan modern. Di Negara ini banyak sekali elektronik yang super canggih dan harganya cukup murah jika dibandingkan dengan negara lain. Bagi kalian pecinta gadget super keren dan terbaru, kalian bisa memuaskan hobi kalian di negara ini untuk berbelanja elektronik atau pun gadget-gadget canggih.

Source : http://blog.reservasi.com/5-alasan-orang-tertarik-untuk-berlibur-ke-jepang/

Minggu, 15 April 2018

Sungguh Indahnya Kota Yokohama


Yokohama merupakan salah satu kota di Jepang yang juga layak dijadikan tujuan wisata para wisatawan asing. Yokohama merupakan kota pelabuhan yang sangat berkembang pasca Jepang membuka dirinya dari politik isolasi di akhir abad ke-19. Yokohama sendiri memiliki jumlah penduduk sebanyak 3,6 juta jiwa dan merupakan kota terbesar kedua setelah Kota Tokyo yang menjadi ibukota Negeri Sakura.
Yokohama yang merupakan pelabuhan utama di Jepang ini mulai berkembang sejak abad ke-13 pada masa Keshogunan Kamakura. Di sepanjang aliran Sungai Tsurumi dan Sungai Kashio merupakan daerah pertanian dan daerah pantai Teluk Tokyo berkembang sebagai desa nelayan. Pada abad ke-17, ketika Keshogunan Edo menjadikan Edo sebagai ibukota Jepang, Yokohama menjadi kota transit di jalur Tokaido. Ketika itu, terdapat rumah-rumah penginapan di tempat penghentian yang disebut dengan Kanagawa-juku, Totsuka-juku dan juga Hodogaya-juku. Tempat penghentian yang paling ramai ialah Kanagawa-juku karena dekat dengan pelabuhan Kanagawa yang super sibuk dengan lalu lintas kapal dan barang di Teluk Edo.
Nama Yokohama sendiri berasal dari nama desa nelayan yang bernama desa Yokohama yang berada di Distrik Kuraki, Provinsi Musashi. Sampai akhir masa Edo, Yokohama merupakan desa kecil diatas sebuah delta sungai yang penduduknya mayoritas sebagai petani dan nelayan. Kemudian kedatangan Komodor Matthew Perry di Jepang bersama pasukan AS dan meminta Jepang untuk membuka beberapa pelabuhan perdagangan. Dan akhirnya pada tahun 1858, Yokohama pun dibuka untuk kapal-kapal AS.
Pada awal abad ke-20, Yokohama berubah menjadi pelabuhan industri bersamaan dengan pengembangan kawasan industri Keihin. Pelabuhan Yokohama pun berubah sebagai pintu masuk impor besi baja, minyak bumi dan mesin-mesin. Dan dimasa sekarang Yokohama kemudian difungsikan sebagai pelabuhan kontainer dan salah satu dari berbagai pelabuhan di Jepang yang melayani ekspor-impor. Kota ini berusaha menjadi pusat dari perusahaan-perusahaan besar, serta pusat riset dan teknologi. Kota Yokohama termasuk dalam wilayah Kanto, Pulau Honshu, Prefektur Kanagawa, Jepang.

Source : jepang.panduanwisata.id

Rabu, 11 April 2018

Yang Disukai dan Dibenci Wanita Jepang Terhadap Orang Asing

Kali ini kita akan membahas apa yang wanita Jepang sukai dan apa yang mereka benci dari pria asing, yang berarti bukan orang Jepang. Untuk pembahasan kali ini lebih terfokus pada sepasang kekasih ataupun pasangan yang sudah menikah, tapi tidak ada salahnya jika kita (ya, kita minna), yang masih single menilik/memperhatikannya kalau-kalau minna menangkap seekor ikan mendapat seorang pacar Jepang idaman minna.
Pertama-tama mari kita lihat mengapa beberapa cewek Jepang kurang/bakal tidak menyukai cowok Jepang :
·   Tidak ksatria/gentlemen - 48.3%
·   Tidak terlihat penyayang - 43%
·   Tidak punya inisiatif - 24.7%
·   Tidak pernah memuji kekasihnya di hadapan orang lain - 17.6%
·   Badannya jelek - 14.5%
Jadi, bersyukurlah minna yang tidak masuk dalam 5 kategori diatas. T__T
Sekarang mari kita masuk ke poin pertama, apa yang mereka (cewek Jepang) benci dari kita para gaijin (warga luar negeri).
Biasanya atau umumnya adalah BAHASA.
“Lidahku bukan lidah Inggris seperti pacarku. Kadang membuat frustrasi saat kita tidak bisa menyampaikan dengan tepat apa yang ingin kita katakan”.
Terkadang pepatah lama yang diturunkan turun-temurun itu tidak ada salahnya juga, perbedaan budaya dan standar dalam kehidupan sehari-hari menambah  kesulitan dalam menyelesaikan masalah dimana masing-masing pihak merasa bahwa apa yang mereka pertahankan itu benar, hanya karena itulah yang biasanya berlaku di negara asal kita.
Beberapa kalimat ataupun curhatan dari cewek Jepang sering menunjukkan sulitnya perbedaan budaya, bahasa dan tata cara kehidupan sehari-hari.
Ternyata setelah diperhatikan, ternyata banyak juga hal yang tidak disukai cewek Jepang. Jadi bagaimana ceritanya mereka bisa dekat dengan pria asing? Apa yang mereka suka?
Rajin dan berbudi perkerti,  rajin mengerjakan/membantu perkerjaan rumah tangga, menyiapkan sarapan, menjadi daya tarik para gaijin.
Hal tersebut juga merupakan salah satu hal yang bisa dibanggakan minna baik yang berstatus warga Indonesia dibandingkan Negara Jepang, walaupun terlihat biasa dimata kita, tetapi berbeda di mata wanita Jepang,
Oh ya, poin pertama menuju pada seberapa rajinnya para gaijin, jadi masuk poin kedua.
“Pacarku adalah orang Amerika. Kapanpun saat kami mau mengakhiri percakapan di telepon, ia tak lupa selalu mengucapkan “i love you” sebelum menutup telepon. Hal itu selalu membuatku terpana”.
Apakah minna sudah dapat menebak apa maksud komentar diatas? Ya, cewek-cewek Jepang juga tidak terlalu berbeda dengan cewek-cewek Negara lain, mereka lebih suka  bagaimana para pria asing dapat begitu romantis dibandingkan pria produk lokal yang sehari-hari mereka temui. Dalam sebuah kultur dimana apresiasi akan hubungan sangat jarang terlihat antara satu sama lain, hal ini dapat sangat memikat.
Apalagi berbicara mengenai para gaijin dari Prancis, sudah terbayang seberapa gombalnya romantisnya gaijin asal Prancis? Hehe, ini menjadi daya tarik beserta nilai plus bagi mereka juga.
Untuk orang Indonesia juga tak kalah populer di Negara Jepang. Tetapi bukan berarti minna dapat berharap langsung mendapatkan pacar dari Negara Jepang, hanya karena minna berasal dari Indonesia.
Akhir kata, semangat dan terus berjuang bagi minna yang menuliskan keinginan untuk mendapatkan cewek Jepang di “Bucket list” pribadi minna. Arigato…

Source : jurnalotaku.com

Minggu, 08 April 2018

Dangdut Remix Ala Boyband Jepang?


こんにちは
Nihh mimin share tentang boyband Jepang
Yuk langsung disimak aja yaa~ Cuss!!
Siapa sangka kalau boyband Jepang membawakan lagu dengan genre musik Funkot? Musik Funkot atau Funky Kota adalah salah satu genre musik asli Indonesia yang identik dengan lagu dangdut house remix. Irama musik funkyala Funkot terbilang cepat dan memiliki khas bass dan ketukannya yang berbeda dengan musik DJ remix lainnya. Menurut beberapa sumber, aliran musik ini diberi nama Funky Kota karena pada awal kemunculannya, lagu ini menjadi tren di perkotaan dan sering dimainkan oleh para DJ. Namun karena terkesan “kampungan”, aliran musik Funkot sering dipandang sebelah mata oleh orang Indonesia sendiri. Sama seperti menanggapi musik dangdut, kebanyakan lagu Funkot lebih didominasi oleh lagu-lagu “fulgar” sehingga banyak yang menilai negatif dan muncul pro dan kontra yang tiada henti.
Beda di Indonesia, beda lagi dengan di Jepang. Justru musik Funkot akhir-akhir ini sedang naik daun di negeri Sakura tersebut, lho! Ya, remaja-remaja di Jepang mulai terbiasa dengan aliran musik ini. Mereka menganggap bahwa genre Funkot ini terdengar unik dan sangat asyik didengar karena temponya yang cepat itu.
Salah satu boyband asal Jepang, 超特急(Choutokkyuu) atau Bullet Train, ternyata pernah merilis sebuah lagu ber-genre Funkot, lho! Video klip dari lagu berjudul Battaman dirilis di Youtube pada tanggal 31 Mei 2015 dan dirilis secara resmi untuk penjualan lagu di Jepang pada tanggal 10 Juni 2015. Lagu Battaman diproduseri oleh dua produser besar Jepang, yaitu Kenichi Maeyamada dan Tetsuya Komuro. Lagu ini merupakan salah satu single dari Choutokkyuu yang sempat menghebohkan para netizen, khususnya di Indonesia.
Ternyata ada satu keunikan yang baru saja disadari oleh orang Indonesia, lho! Dalam lirik lagu Battaman ini, terselip kalimat Bahasa Indonesia yang diucapkan cukup cepat. Kalimat tersebut adalah “Terima kasih, sama-sama. Terima kasih, sama-sama. Terima kasih, sama-sama. Aku cinta kamu”, dimulai di posisi 1 menit 31 detik di dalam videonya. Kemudian, kalimat tersebut kembali disebutkan di posisi 2 menit 45 detik.
Memang mas-mas ganteng selalu mempersembahkan lagu-lagu yang nggak jauh beda dengan citarasa remix. Buktinya selain lagu diatas, kebanyakan garapan mereka bikin geleng kepala. Contohnya yang berjudul “Ikki” dibawah ini. Mereka juga dikenal punya style yang unik loh. pasti ada prolog berupa cerita pendek sebelum masuk ke inti MV. Bikin betah lama-lama liatnya.
Choutokkyuu merupakan boyband Jepang yang dibentuk pada tanggal 25 Desember 2011 dibawah label Stardust Records. Tidak seperti vocal group Jepang lain, kumpulan cowok kece tersebut menyatakan diri kalau grup tersebut bukanlah idol group. Boyband ini terdiri dari tujuh laki-laki tampan, yaitu Kouichi, Kai, Ryouga, Takuya, Yuuki, Yuusuke dan Takashi. Buat kalian yang lagi memantapkan hati cari husbando baru dari grup ini bisa intip full profile nya di official website mereka.
Source : www.akibanation.com

Senin, 02 April 2018

5 Alasan Orang Jepang Sulit Belajar Bahasa Inggris


Soal teknologi, orang Jepang berada di garda terdepan. Tapi bila menyoal bahasa, orang Jepang bakal dapat “rapor merah”. Sebab hampir semua orang Jepang sangat sulit mempelajari bahasa Inggris walau mereka telah mempelajarinya selama 10 tahun, sejak SD sampai perguruan tinggi. Apalagi kualitas dan level pembelajaran yang diberikan di Jepang tidak sama dengan negara lain.
Jika di Jepang level bahasa Inggris yang dipelajari ada di tingkat SMA, di luar negeri atau Indonesia, anak SMP sudah mempelajarinya. Selain kelemahan kompleksitas bahasa, orang Jepang mempunyai kebiasaan yang jelek dalam mempelajari bahasa asing.
Berikut 5 alasan utama mengapa orang Jepang sangat sulit mempelajari bahasa asing :
1. Orang Jepang “Konservatif” terhadap bahasa asing
Orang Jepang ternyata konservatif atau tidak mau menyerap secara masif bahasa asing. Misalnya saja, apabila Anda berada di Jepang, Anda bakal jarang menemui papan petunjuk apapun yang berbahasa Inggris. Kebanyakan berbahasa Jepang. Jadinya, seorang turis asing akan semakin merasa asing, karena minimnya petunjuk untuk mereka.
Selain itu, apabila Anda, orang asing, ingin menonton bioskop di Jepang. Maka Anda sulit menemui film Hollywood dengan subtitle tertulis. Kebanyakan, hanya ada film Barat yang didubbing berbahasa Jepang. Maka jangan kaget jika nonton film di Jepang, Anda bakal lihat Tom Cruise ngomong bahasa Jepang. Itulah hasil dubbing. Makanya, film-film Barat yang keluar di Jepang itu agak lama, karena harus didubbing terlebih dahulu.
2. Orang Jepang Bukan Pembicara Yang Aktif
Orang Jepang mungkin sangat menjunjung tinggi ungkapan “Diam adalah Emas”. Mereka sangat memperhatikan intonasi dan kalimat yang dipakai saat berbicara dan hal ini sangat berdampak buruk dalam mempelajari budaya asing.
Misalnya bagaimana orang Jepang berkumpul bersama orang Eropa yang sedang bersenda gurau. Orang Jepang biasanya tak tahu cara bagaimana berekspresi saat melakukan percakapan dan bahkan kadang tak tahu kalau di antara mereka membuat lelucon.
Mereka juga tidak akrab dengan ekspresi yang digunakan oleh orang Barat karena perbedaan budaya yang sangat mencolok.
3. Orang Jepang Takut Berbuat Kesalahan
Orang Jepang mungkin adalah orang yang paling pendiam di seluruh dunia karena kemungkinan mereka hanya tidak mau menyinggung dan mengganggu orang lain karena perkataannya sehingga mereka lebih banyak diam.
Mereka berpendapat, mereka akan berbicara jika mereka sangat yakin dengan perkataan dan ekspresi yang diungkapkan oleh mereka orang Jepang dan hal ini membuat mereka dalam sebuah lingkaran setan. Jika tidak berbicara bagaimana mereka tahu ekspresi dan perkataan yang benar dalam sebuah percakapan.
4. Jepang Mempelajari Bahasa Inggris dengan Furigana
Furigana adalah pengucapan kata-kata dari bahasa asing yang diterapkan atau ditulis ke dalam bahasa Jepang (misalnya ada huruf kanji diatasnya terdapat huruf berukuran kecil Hiragana, itulah Furigana dan dalam hal ini bahasa Inggris yang dijadikan ke dalam bahasa Jepang dengan Katakana sebagai alatnya).
Furigana sendiri dalam penerapannya ke dalam bahasa asing yang dalam hal ini kita contohkan bahasa inggris sangat berbeda dengan arti dan ucapannya. Contohnya “Track List” dalam Furigana menjadi “Tureku Risto”.
5. Bahasa Asing Tidak Dipelajari Sejak Dini
Orang Asing begitu terkejut dengan fakta bahwa orang Jepang tidak mulai belajar Bahasa Inggris sampai berumur 12 Tahun atau 1 SMP barulah mereka belajar Bahasa Inggris.
Inilah salah satu alasan mengapa level pembelajaran Bahasa Inggris antara Jepang dengan Negara lain sangat berbeda, namun Pemerintah Jepang tahun 2011 menerapkan peraturan tentang pembelajaran Bahasa Asing selama 35 Jam dalam setahun sejak usia dini.
Meskipun demikian, orang Jepang memiliki otak cemerlang untuk menuntaskan rintangan bahasa tersebut. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan menciptakan ponsel yang dapat menerjemahkan bahasa.
Source : http://jadiberita.com/24283/5-alasan-orang-jepang-sulit-belajar-bahasa-inggris.html

Kamis, 29 Maret 2018

Mengenal Goukon, Kencan Berkelompok ala Jepang

Goukon sangatlah populer di Jepang. Goukon berarti kencan berkelompok dimana terdapat 2 kelompok, yaitu kelompok pria dan kelompok wanita, dan pada dasarnya goukon ini merupakan sebuah pesta yang memberikan kesempatan bagi kalian untuk bertemu dengan orang baru yang dapat dijadikan teman, atau jika kalian beruntung, dapat membuka kesempatan untuk sebuah hubungan yang lebih lanjut. Dengan kata lain, goukon merupakan pesta minum dimana pria dan wanita bergabung untuk mencari pasangan.
Ada banyak aturan yang berkaitan dengan goukon yang perlu kalian tahu jika kalian memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Jepang dan tertarik mencoba goukon.
Dalam goukon, jumlah pria dan wanita haruslah sama. Biasanya, jumlah total pesertanya adalah 6 atau 8, walau itu bisa sangat bervariasi.
“Kanji” berperan penting dalam goukon. “Kanji” (幹事) disini bukanlah “kanji” (漢字) yang berarti “huruf Cina”, namun “kanji” disini merupakan perencana dan pemimpin untuk masing-masing grup. “Kanji” laki-laki dan “kanji” perempuan mengumpulkan teman-teman mereka yang ingin bertemu dengan orang baru. “Kanji” laki-laki harus mem-booking tempat yang menawarkan harga yang bagus dan memiliki atmosfir yang enak untuk minum. “Kanji” lalu memberitahukan tempat dan waktu bagi para member di setiap group.
Ketika goukon dimulai, pria dan wanita harus duduk berselang-seling. Aturan ini mendorong setiap peserta untuk bicara dengan grup lainnya. Namun, terkadang mereka (peserta perempuan) duduk bersama-sama karena mereka tak ingin dianggap sebagai penggila pesta dan mereka (peserta perempuan) tak mau laki-laki mengetahui jika mereka sudah mengetahui aturan goukon. Jika itu terjadi, kalian harus meminta peserta wanita untuk duduk terpisah.
Kalian dapat berbincang dengan bebas saat goukon kecuali pada waktunya perkenalan diri. Pada saat itu, kalian harus mendengarkan orang yang sedang memperkenalkan diri dan menanyakan beberapa pertanyaan pada orang tersebut untuk menunjukkan jika kalian tertarik padanya. Setelah semua peserta selesai memperkenalkan diri, kalian dapat berbincang pada orang yang duduk di dekat kalian.
Di akhir goukon, peserta pria harus bertanya nomor telepon dan email peserta wanita. Sangat direkomendasikan bagi kaum pria untuk bertanya pada seluruh peserta wanita sekalipun kalian mungkin tidak tertarik dengan sebagian dari mereka. Karena, jika kalian tidak menanyaan nomor telepon mereka, itu dapat melukai perasaan. Jadi, walaupun kalian tidak banyak berbincang dengan seseorang, kalian harus menanyakan nomor teleponnya. Dia tidak akan menolak untuk memberikan nomor telepon. Sedangkan, jika kalian menyukai salah satu dari mereka, kalian dapat meminta mereka untuk bertemu lagi (untuk kencan) setelah goukon.
Kini, kalian telah mengetahui seperti apa goukon itu. Apakah kalian tertarik untuk melakukan goukon?
Source : Japanese Station

Rabu, 28 Maret 2018

Pekerjaan Unik di Jepang, Menjadi Maskot Karakter

☆ミ(o*・ω・)ノよっ
おはよう。
Di Jepang, ada ribuan maskot karakter yang disebut “Yuru-Kyara” yang mempromosikan berbagai produk dan dapat ditemukan di mana-mana. Setiap tahunnya digelar ajang pemilihan maskot yang paling populer di Jepang yaitu Yuru-Kyara Grand Prix. Maskot tersebut sangat banyak jumlahnya, bahkan menurut Masafumi Hagiwara, seorang peneliti di Mitsubishi UFJ Research and Consulting, ada sekitar 4.000 maskot lokal yang terkait pemerintah di Jepang, dengan tambahan 6.000 karakter di instansi pemerintah pusat, perusahaan dan organisasi lainnya. Malah, untuk menghemat pengeluaran yang tidak perlu, Kementerian Keuangan tahun lalu telah meluncurkan kampanye untuk memangkas jumlah maskot yang ada.
Seperti dikutip dari washingtonpost.com, banyaknya maskot karakter tersebut telah membuatnya menjadi industri yang begitu besar di Jepang dan bisa menjadi pilihan karir, dengan bayaran antara $60-$100. Michiyuki Arano adalah salah satu pelaku yang menekuni bidang ini, yang awalnya memutuskan untuk belajar di Choko Group Mascot Actors’ School di Tokyo. Menurut Arano dengan bekerja sebagai maskot ia bisa menjadi sosok yang lain dari dirinya yang biasa, dan dengan melihat reaksi dari berbagai orang yang ditemuinya saat sedang mengenakan kostum berbentuk hewan berbulu itu, membuatnya ingin membantu mereka.
Menurut Choko Ohira, yang telah menekuni bisnis maskot karakter selama 40 tahun, ada beberapa orang yang datang ke Mascot Actors’ School untuk bekerja secara profesional, ada juga yang hanya bersenang-senang, dan ada yang memang melakukannya untuk melepas stres. Dengan biaya $270 untuk pelatihan selama 2 jam sebanyak 12 kali, Ohira mengajarkan bagaimana cara bergerak saat mengenakan kostum maskot sehingga membuat karakter itu terlihat hidup.
こう言う仕事に興味があって励みますか?
Berminat menekuni pekerjaan seperti ini?
Source : washingtonpost.com

Selasa, 27 Maret 2018

Hitachi Seaside Park

Berbagai jutaan bunga berwarna biru, terhampar di kebun seluas 190 hektar ini. Saat berada di Taman Hitachi, kita bagaikan hidup dalam kerajaan dongeng, begitu indahnya pesona lautan bunga-bunga Nemophila yang membuat mata kita sejuk ketika memandangnya.
Meski bebas sepuas-puasnya untuk memandangi taman tersebut tapi jika berkunjung ke taman tersebut kita dilarang keras untuk memetik, menginjak apalagi dijadikan cemilan bunga-bunga di Taman Hitachi. Tak hanya lautan bunga biru saja yang bisa kita dapati di Hitachi Seaside Park. Hamparan permadani bunga merah pun bisa kita lihat di tempat ini.
Berlokasi hanya dua jam dari Tokyo, Hitachi Seaside Park atau Hitachi Kaihin Koen dalam bahasa Jepang adalah obyek wisata terpenting dan paling terkenal di Prefektur Ibaraki. Taman seluas hampir 200 hektar ini berada di tepi Samudera Pasifik dan sudah dibuka untuk umum sejak tahun 1991. Ada jutaan tanaman bunga di sini yang mekar di musim yang berbeda-beda, menjadikan Taman Hitachi dapat dinikmati sepanjang tahun dengan pesona dan kecantikan yang berbeda-beda setiap musimnya. Ada bunga bakung dan tulip yang mekar di musim semi. Kemudian bunga nemophilia dan zinnia yang mekar di musim panas. Dan bunga kochia dan kosmos yang mekar di musim gugur. Menghabiskan waktu memandangi bunga sambil ditemani tiupan angin dari laut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan di Hitachi Seaside Park.
Teman-teman bisa berkeliling area taman dengan berjalan kaki atau menyewa sepeda yang tersedia di area pintu masuk taman. Berikut ini beberapa event atau acara di Hitachi Seaside Park yang bisa teman-teman ikuti yang sesuai dengan musim bunga-bunga bermekaran. Kalau teman-teman pernah mampir ke Showa Kinen Koen di Tokyo, Hitachi Seaside Park ini bisa dibilang mirip. Desain taman luas dengan kebun bunga yang indah di tepi laut adalah daya tarik utamanya.
Event di Hitachi Seaside Park

1. Suisen Fantasy (Musim Semi, akhir Maret-awal April)

Di musim semi, bunga-bunga bakung di taman ini bermekaran sempurna. Jika sudah sering merasakan hanami, kami tantang untuk merasakan pengalaman berjalan diantara jutaan bunga bakung dan nikmati semerbaknya harum kebun bunga bakung terbesar yang ada di Jepang ini. Tidak ketinggalan juga bunga Sakura yang menjadi incaran musim semi. Tahun 2017, Suisen Fantasy berlangsung dari 25 Maret sampai 7 April. Dengan total lebih dari 1 juta batang bunga bakung kuning dengan lebih dari 550 varitas, tentu akan jadi pemandangan indah dan tidak terlupakan di Hitachi Seaside Park. Kemudian untuk bunga sakura sendiri, kita bisa menyaksikan bunga-bunga sakura di Hitachi Seaside Park mulai dari pertengahan bulan April.

2. Tulip World (Musim Panas, akhir April)

Setelah Suisen Fantasy berakhir, teman-teman bisa mengikuti event Tulip World. Lebih dari 250 ribu bunga tulip dari 200 spesies bunga tulip beraneka bentuk dan warna siap memberikan pengalaman dunia yang penuh warna. Keindahan bentuk dan warna tulip kini tidak hanya bisa dinikmati dari foto di komputer saja, namun bisa dirasakan secara langsung. Tahun 2017, Tulip World berlangsung dari tanggal 8 April hingga 21 April 2017, dengan lebih dari 250 jenis dan 250 ribu batang bunga tulip beraneka warna di Tamago no Mori Flower Garden.

3. Nemophilia Harmony (awal Mei)

Teman-teman pasti akan mengucek mata ketika melihat panorama ini! Lebih dari 4,5 juta tanaman bunga Nemophilia akan bermekaran. Melihat dari ketinggian bukit Mirahashi, kelopak bunga nemophilia yang berwarna biru muda cerah akan berpadu sempurna dengan warna biru langit. Tahun 2017, Nemophilia Harmony berlangsung dari 22 April hingga 14 Mei 2017 dengan lebih dari 4,5 juta tanaman nemophilia di Bukit Miharashi no Oka.
Pemandangan Hitachi Seaside Park di Bulan Mei

4. Lavender dan Sukashiyuri Lily

Bunga-bunga lavender dengan warna ungunya yang khas akan mulai bermekaran di awal musim panas (sekitaran awal hingga pertengahan Juli). Kemudian dilanjutkan dengan bunga lily berwarna putih dengan aksen warna cerah lainnya yang mekar dari awal Juli hingga awal Agustus.

5. Cochia Lightup (Agustus)

Di puncak musim panas dari awal bulan Agustus, akan diadakan Cochia Lightup, yakni festival pencahayaan di kebun tanaman Cochia sepanjang liburan musim panas. Tahun 2017 lalu, Cochia Lightup diadakan dari 18 Agustus hingga 27 Agustus, mulai dari jam 18:00 hingga 21:30 di Hitachi Seaside Park. Lokasinya adalah Miharashi no Oka, kebun tanaman terbesar di Hitachi Seaside Park, yang punya lebih dari 32.000 pohon cochia. Pohon ini awalnya bewarna hijau, namun berubah warna menjadi merah di musim panas.

6. Cochia Karnival (awal-pertengahan Oktober)

Di awal musim gugur, pohon cochia berubah warna dari hijau menjadi pink menyala. Bentuknya yang seperti bulat membuat kita seperti melihat bola-bola pink tersebar di seluruh area taman. Jangan lupa juga melihat mekarnya lebih dari 2 juta bunga cosmos yang di sisi bukit lainnya. Gradasi warna putih, merah, dan pink menjadi pemandangan yang sayang untuk dilewatkan. Jika teman-teman berencana berkunjung bulan November-Januari, Hitachi Seaside Park rasanya bukan tempat yang cocok. Selama musim dingin, tumbuhan dan pepohonan masuk masa dorman, dan baru akan kembali mekar di musim semi.
Bunga Cochia yang Memerah di Musim Gugur

Bermain di Pleasure Garden Hitachi Seaside Park

Selain menikmati pemandangan kebun bunga yang indah untuk setiap musimnya, teman-teman juga bisa menikmati beragam permainan di Pleasure Garden yang masuk dalam kawasan Taman Hitachi. Seluruh wahana di sini dirancang untuk permainan keluarga. Ada Water Plaza (wahana permainan air), Gururi Forest Labirin (Wahana Labirin Raksasa), roller coaster, dan area bermain golf untuk keluarga.
Wahana favorit adalah Flower Ring atau Kincir raksasa yang akan membawa kita ke ketinggian 100 meter dari atas permukaan tanah. Dari puncak, kita bisa melihat pemandangan kebun bunga dengan latar belakang laut Pasifik.
Tiket permainan untuk wahana dijual terpisah mulai dari harga 100-600 yen (bergantung pada jenis wahana). Loketnya bisa ditemukan di sekitar wahana permainan, sebagai catatan ada batasan tinggi (tidak untuk semua umur).
Arena Permainan di Hitachi Seaside Park

Menikmati Makanan Khas Ibaraki di Hitachi Seaside Park

Setelah puas menikmati pemandangan bunga-bunga, atau berkeliling area taman dengan bersepeda, teman-teman bisa mencoba makanan khas Ibaraki di Garden Restaurant. Atau jika hanya ingin minum kopi atau teh, juga bisa berkunjung ke Glasshouse dan Lakeside Cafe. Santaplah kuliner di tempat ini sambil menikmati pemandangan taman yang menawan.
Akses ke Hitachi Seaside Park
Dari Stasiun Tokyo atau Stasiun Ueno bisa naik kereta ekspress Hitachi, ongkosnya 3.820 yen dengan waktu perjalanan 1 jam 10 menit. Kalau terlewat kereta ekspress Hitachi-nya, bisa juga dengan kereta ekspress Tokiwa dengan waktu 1 jam 23 menit sampai stasiun Katsuta.
Dari Stasiun Katsuta kemudian naik bus Ibaraki Kotsu dari halte nomor 2 stasiun Katsuta sampai ke halte Hitachi Seaside Park pintu selatan (sekitar 15 menit dengan ongkos 400 yen). Bisa juga naik kereta limited ekspress Hitachi dengan waktu tempuh 70 menit dan ongkos 3.610 Yen. Semua biaya perjalanan dengan kereta JR ke Hitachi Seaside Park tercover oleh JR Pass dan JR Tokyo Wide Pass. Harga tiket masuk Hitachi Seaside Park adalah sebagai berikut : dewasa 410 yen, senior (di atas 65 tahun) 210 yen, anak sekolah 80 yen, dan balita gratis. Saat festival bunga musim semi tanggal 25 Maret sampai 14 Mei, Taman Hitachi Seaside Park buka setiap hari!
Source : https://www.infojepang.net/item/hitachi-seaside-park/

Minggu, 25 Maret 2018

Kenapa Orang Jepang Tidak Mandi Pagi?


おはようみなさん。
なぜ日本人は朝風呂に入らないのか?
Saya pernah dibilang “Ayo mandi!” oleh seorang teman setelah bangun. Memang, orang Indonesia biasanya suka mandi pada pagi ya.. orang AS juga begitu.
Kalau di Jepang, ucapan “Ayo mandi dulu” itu diucapkan pada sore hari waktu seseorang baru pulang dari luar. (おかえり!ご飯食べる?それとも先にお風呂にする? Selamat datang kembali. Mau makan? atau mau berendam dulu?). Gitu...
Memang, orang Jepang biasanya tidak mandi pagi. Kenapa ya? Mungkin alasannya seperti di berikut :
1.   Mandi (dalam konteks “shower”) sebetulnya tidak terlalu umum di budaya Jepang, orang Jepang sejak dulu lebih suka berendam dalam air panas. Misalnya, kalau di AS, bukan pasti bahwa akan ada bak mandi di setiap kamar hotel. Di Indonesia juga begitu kan? Makanya, jika ada tamu yang datang dari Jepang, saya setiap kali harus mencarikan kamar hotel yang ada bak mandinya. Pihak hotel pasti bingun sih. “Kok harus ada bak mandi? Mereka cuma akan menginap beberapa malam kan? Memang showernya tidak cukup?” Pikiran orang Amerika begitu. Tetapi untuk kebanyakan orang Jepang, rasanya harus berendam di bak mandi setiap malam agar bisa tidur. Pada masa dulu, waktu alat pemanas air belum ada, setiap malam, mereka harus bikin air panas sepenuh bak mandi dengan membakar kayu bakar. Mungkin prosedur itu perlu banyak waktu sehingga berendam pada pagi sebelum masuk kerja tidak terlalu praktis ya...
2.  Mungkin mandi pagi itu bisa praktis selama musim panas di Jepang. Tetapi musim panas hanya tahan selama 3 bulan. Selama musim semi, gugur, apalagi pada musim dingin, mandi dengan air yang belum dipanaskan memang terasa terlalu dingin. Coba bayangkan mandi pada saat suhu udara di sekitar 10 derajat atau lebih rendah lagi. Suhu air pun akan menurun sampai hampir nol derajat pada pertengahan musim dingin. Orang bisa jatuh sakit jika mandi dengan air sedingin itu. Dan mungkin memanaskan cukup banyak air untuk bisa mandi pada pagi sebelum masuk kerja itu tidak terlalu praktis waktu itu. Saya pun ingat saat kecil, alat pemanas air tidak ada di rumah saya. Waktu itu, saya malas sekali mencuci wajah dan tangan dan menyikat gigi setelah bangun karena airnya terlalu dingin sehingga akan terasa sakit di kulit.
3.  Karena cuaca yang lebih sejuk daripada Indonesia, kecuali selama musim panas, orang Jepang tidak terlalu berkeringat selama tidur. Mungkin mereka tidak merasakan keperluan untuk mandi sebelum masuk kerja karena itu. Sedangkan mereka baru akan ingin membersihkan badan setelah bekerja sepanjang hari di luar...
Saya kurang tahu apakah teori-teori di atas benar atau tidak. Namun, pokoknya, mandi pada pagi itu memang tidak terlalu umum di Jepang. Pada masa sekarang, ada juga yang suka mandi sebelum masuk kerja, khususnya perempuan, tapi itu hanya karena adanya alat pemanas air di hampir setiap rumah, menurut saya...
Source :  http://lang-8.com/1005186/journals/237969308222854547126506366618428181610