Tampilkan postingan dengan label Urban Legend. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Urban Legend. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Januari 2019

Akaname (Hantu Toilet)


Akaname merupakan hantu yang konon tinggal atau berada di dalam toilet. Ia hidup dengan cara menjilati kotoran dan debu yang terkumpul. Konon hantu ini berwujud manusia namun kulitnya berwarna merah dan mengelupas seperti orang telah lama berendam di dalam air panas, maka dari itu hantu ini disebut dengan Akaname.
Akaname juga memiliki lidah yang panjang. Untuk menghindari hantu ini cukup dengan membersihkan toilet secara teratur saja. Namun ternyata hantu yang satu ini cukup pemalu juga, karena ia akan keluar ketika ia yakin bahwa orang-orang yang berada di dalam rumah telah tertidur lelap.
Ketika seseorang datang, orang tersebut hanya akan melihat sekelebat dari hantu ini, karena ia akan bersembunyi atau hanya akan mendengar suara langkah kaki Akaname saja. Jika Anda mendengarkan suara bising yang aneh di dalam kamar mandi Anda, mungkin saja Akaname sedang berada di sana. Jadi bersihkanlah toilet di rumah Anda untuk menghindarinya.

Source : Japan Course (@ine0489k)

Kamis, 01 November 2018

Nure Onna, Makhluk Gaib Berbentuk Ular


Kali ini mimin bahas tentang makhluk gaib berbentuk ular yuk dibaca cerita malam jum'atnyaa.., cekidottt!
Dalam cerita rakyat Jepang, Nure-onna (濡女) adalah youkai yang menyerupai makhluk amfibi dengan kepala seorang wanita dan tubuh dari ular. Sementara deskripsi penampilannya bervariasi sedikit dari cerita ke cerita, makhluk ini sering digambarkan memiliki panjang sekitar 300 m dan memiliki mata seperti ular, cakar panjang, taring, dan rambut panjang yang indah. Nure-onna biasanya terlihat di pantai sedang mencuci rambutnya.
Tujuan kemunculan Nure-onna ini tidak diketahui. Dalam beberapa cerita, dia adalah makhluk mengerikan yang cukup kuat untuk menghancurkan pohon dengan ekornya dan memakan manusia. Dia membawa sesuatu seperti bundelan anak kecil yang ia gunakan untuk menarik calon korban. Jika seseorang bermaksud baik dan menawarkan untuk menggendong bayi baginya, Nure-onna akan membiarkan mereka. Jika mereka mencoba untuk membuang bundelan itu karena memang bukan berisi anak kecil sama sekali, maka sebaliknya, bundelan itu menjadi sangat berat dan mencegah korban dari melarikan diri. Dia kemudian menggunakan lidah ular yang panjang untuk menyedot semua darah dari tubuh korbannya. Dalam cerita lain, Nure-onna hanya mencari keheningan saat ia mencuci rambutnya dan bereaksi keras terhadap orang-orang yang mengganggunya. Selain Nure-onna ada satu lagi makhluk ular yang dikenal di Jepang yaitu Rokurokubi.
Rokurokubi
Rokurokubi (辘轳首) termasuk youkai yang ditemukan dalam cerita rakyat Jepang. Mereka terlihat seperti manusia normal pada siang hari, tetapi pada malam hari mereka memiliki kemampuan untuk meregangkan leher mereka hingga ukuran yang sangat panjang. Mereka juga dapat mengubah wajah mereka menjadi seperti Oni yang menakutkan untuk menakut-nakuti manusia.
Rokurokubi sering hidup tidak terdeteksi dan bahkan dapat mengambil pasangan dari jenis manusia. Banyak Rokurokubi menjadi begitu terbiasa hidup seperti manusia hingga mereka harus merasakan sakit yang luar biasa dan berusaha keras dalam menjaga rahasia bentuk setan mereka. Mereka adalah penipu alami, bagaimanapun juga dorongan untuk menakut-nakuti dan memata-matai manusia sulit untuk ditolak.
Beberapa Rokurokubi mengungkapkan diri mereka hanya kepada para pemabuk, orang-orang bodoh, mereka yang sedang tertidur, atau buta dalam rangka untuk memuaskan dorongan ini.
Sedangkan Rokurokubi lain tidak punya rasa bersalah tersebut dan menakuti manusia.
Beberapa, dikatakan, bahkan tidak menyadari sifat sejati mereka dan menganggap mereka adalah manusia normal.
Kelompok terakhir ini meregangkan leher mereka keluar saat tidur secara spontan. Setelah bangun di pagi hari, mereka merasa bahwa mereka memiliki mimpi aneh tentang melihat lingkungan mereka dari sudut yang tidak alami.
Menurut beberapa cerita, Rokurokubi pernah menjadi manusia normal, tetapi diubah oleh karma karena melanggar berbagai ajaran agama Buddha. Seringkali, Rokurokubi ini benar-benar menyeramkan. Mereka makan orang atau minum darah manusia daripada sekedar menakut-nakuti. Setan Rokurokubi ini sering memiliki mangsa favorit, seperti orang lain yang telah melanggar ajaran Buddha atau manusia laki-laki.
Dalam cerita rakyat yang dikumpulkan untuk bukunya, Kwaidan oleh Lafcadio Hearn, Nukekubi salah diidentifikasi sebagai Rokurokubi. Kesalahan ini juga muncul dalam buku Perjuangan Fantasy, Sword of the Samurai, dan dalam novel Stephen Dedman : The Art of Arrow-Cutting. Nukekubi adalah makhluk yang serupa namun sedikit berbeda dari cerita rakyat Jepang; bukannya leher yang meregang, Nukekubi memiliki kepala yang benar-benar putus.

Source : Japan Course (@ine0489k)

Kamis, 04 Oktober 2018

Nopperabou, Misteri Hantu Tanpa Wajah



Legenda hantu sepertinya memang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu, hal tersebut pun terbukti dari banyaknya kisah-kisah legenda mengenai sosok hantu populer yang dipercaya sudah ada sejak jaman dulu. Salah satu bukti nyata dari legenda mistis adalah ritual-ritual gaib yang sudah dilakukan oleh para orang-orang tua dulu yang sampai sekarang ini masih sangat melekat di beberapa kalangan. Di tanah air sendiri genderuwo, wewe gombel hingga sosok hantu wanita sekaliber kuntilanak merupakan makhluk halus yang sangat melegenda akan teror mereka. Seperti halnya dengan legenda hantu tanpa wajah nopperabou di Jepang. Nopperabou merupakan makhluk gaib yang menjadi urban legend yang sangat mengerikan di Jepang, bahkan konon bagi siapa saja yang berhadapan dengan hantu tanpa wajah ini berdasarkan legenda maka dia akan mengalami hari yang sangat menyeramkan.
Legenda Nopperabou
Sebagai Negara yang juga kental dengan kebudayaan, Jepang pun tak terlepas dari kisah-kisah legenda tentang makhluk gaib. Salah satu legenda yang mengerikan di jepang adalah kisah tentang nopperabou. Nopperabou sering digambarkan sebagai hantu yang menyerupai manusia, memiliki dua tangan dan kaki serta memiliki setiap bagian tubuh wanita. Namun legendanya mengatakan jika makhluk gaib ini tidak memiliki mulut, telinga, hidung, mata sampai alis. Makhluk ini hanya memiliki struktur wajah tanpa memiliki bentuk yang nyata, seluruh permukaan wajahnya hanya di tutupi dengan kulit yang putih. Itulah kenapa legenda dari makhluk gaib ini pun sering disebut sebagai hantu tanpa wajah. Dari beberapa kisah, banyak kalangan yang percaya akan keberadaan hantu legendaris ini, bahkan konon hantu ini pun masih sering meneror sampai sekarang ini. Tidak hanya itu berdasarkan legenda hantu ini bisa saja berada disekitar masyarakat karena sikapnya yang memang suka meneror manusia. Beberapa kalangan percaya jika hantu ini adalah arwah seorang wanita yang tewas mengenaskan dengan wajahnya yang hancur. Menurut kisah legenda wanita tersebut dulunya adalah wanita yang sangat cantik, namun sikap dan perkataannya selalu menyakiti orang sekitarnya. Hingga suatu hari ia tertimpa musibah yang menyebabkan ia tewas dengan wajah yang tidak bisa dikenali.
Nopperabou dipercaya sangat suka mengganggu manusia dengan menampakkan wujudnya yang mengerikan, namun disebutkan jika hantu ini sama sekali tidak ingin mencelakai korbannya. Konon hantu ini menghuni sudut-sudut jalan yang sama sekali tidak pernah di jamah oleh manusia.
Teror Nopperabou
Legenda hantu nopperabou dimulai sekitar abad ke-17 yang lalu dan kisahnya pun masih sering diceritakan sampai sekarang ini. Kisah teror yang paling melegenda tentang hantu tanpa wajah ini adalah kisah teror yang dialami oleh seorang kakek tua. Konon menurut legenda sekitar abad 17 yang lalu seorang kakek. Suatu ketika pria tua tersebut hendak pulang ke rumahnya, namun di tengah perjalanan yang sunyi ia melihat seorang wanita yang sedang duduk di tepi jalan dan sedang menangis. Karena merasa kasihan pria tua tersebut menghampiri wanita muda tersebut (wah naluri prianya keluar). Menurut legenda yang banyak diceritakan disebut jika awalnya pria tua tersebut tidak merasa curiga dengan wanita ini, karena saat mendekat ia pun melihat sosok wanita yang normal. Namun, saat ia berbicara ia langsung dikejutkan karena wanita yang ia hampiri tidak memiliki wajah. Secara spontan konon kakek tersebut pun lari ketakutan, tapi sesampainya di rumah saat ia hendak bercerita pada istrinya yang ia lihat adalah nopperabou. Menurut legenda kakek tersebut sempat depresi selama satu minggu.
Berdasarkan legenda, hantu ini konon akan meneror siapa saja yang berani bercerita tentangnya, apalagi yang membaca, awas dia bisa ada di belakang kamu tepat tengah malam! Hihihi yang tidur sendiri hati2 yaaaa…

Source : Japan Course (@ine0489k)

Kamis, 20 September 2018

Jinmenken, Anjing Berwajah Manusia


Anjing Berwajah Manusia atau “Jinmenken” adalah sebuah legenda dari Jepang tentang penampakan aneh seekor anjing dengan wajah manusia. Ini telah menjadi bagian dari cerita rakyat Jepang selama ratusan tahun.

Jinmenken adalah anjing dengan wajah manusia. Mereka hampir selalu terlihat pada malam hari di daerah perkotaan di Jepang. Mereka yang melihat mengatakan bahwa tampak seperti anjing biasa dari jauh, tetapi ketika Anda berbalik, Anda akan melihat bahwa mereka memiliki wajah manusia. Jinmenken mampu berbicara.
Dalam beberapa laporan, mereka terlihat di luar rumah penduduk, tempat sampah dan laporan lainnya, mereka melihat mengejar mobil expressway dan pengemudi ketakutan.
Dalam satu cerita, ada sebuah restoran yang sampahnya dibuang di luar pintu belakang. Suatu malam, koki melihat anjing liar mengobrak-abrik sampah itu untuk makanan. Dia pergi keluar untuk menyingkirkan anjing itu, tetapi ketika ia mencoba untuk mengejar anjing itu pergi, ia kemudian melihat anjing itu kembali dan berkata, “Tinggalkan aku sendiri”.
Dalam cerita lain, seorang laki-laki sedang mengemudi di jalan raya dan melihat anjing di kaca spion nya. Dan itu seperti mengejar mobilnya saat ia melaju dengan kecepatan lebih dari 100 mil per jam. Anjing itu berlari begitu cepat sehingga pada satu titik, anjing itu berdampingan dengan mobilnya. Sopir menoleh dan terkejut melihat bahwa hewan itu memiliki wajah manusia dan berkata, “Jangan lihat aku”. Sopir itu begitu heran bahwa dia telah menyimpang dari jalan dan mengalami kecelakaan yang mengerikan.
Di Jepang anjing-anjing berwajah manusia biasanya dianggap sebagai pertanda buruk yang akan datang, dan sering disalahkan dalam sebuah kecelakaan dan bencana.
Antara tahun 1989 dan 1990, adalah puncuk hebohnya tentang Jinmenken di Jepang. Orang-orang memanggil polisi dan menuntut mereka untuk segera menyingkirkan anjing berwajah manusia itu dari lingkungan mereka. Kecelakaan mobil yang melibatkan penampakan dari Jinmenken begitu sering bahwa polisi harus menyelidiki kemungkinan bahwa makhluk itu benar-benar ada.
Orang yang percaya bahwa anjing berwajah manusia adalah roh dari korban kecelakaan lalu lintas yang telah bereinkarnasi sebagai anjing. Yang lain juga percaya bahwa mereka adalah anjing yang dimiliki oleh roh-roh jahat. Beberapa bahkan mengatakan bahwa Jinmenken adalah hibrida manusia-anjing yang diciptakan dalam percobaan biologi rahasia dan berhasil melarikan diri dari Laboratorium.

Source : urbanlegend.id

Kamis, 06 September 2018

Urban Legend Futakuchi Onna


Futakuchi-onna (二口女⁠) adalah salah satu siluman di Jepang. Ciri-ciri mereka adalah memiliki 2 mulut. Yang pertama adalah mulut normal yang terletak di muka dan yang kedua adalah mulut yang terletak di belakang kepala di bawah rambut. Di sana, tengkorak wanita terpisah atau terbelah, dan membentuk bibir, gigi dan lidah. Sehingga menciptakan mulut kedua yang dapat digunakan. Dan membuat rambut seperti tentakel sehingga bisa mengambil makanan dan memasukan makanan tersebut ke mulut yang berada di belakang. Futakuchi-onna juga memakan makanan melewati bibir normal, namun mulut di bagian belakang kepalanya mengkonsumsi dua kali lipat.
History
Dalam mitologi dan cerita rakyat Jepang , para Futakuchi-onna hampir memiliki awal kisah yang sama dengan cerita Rokurokubi, Kuchisake-onna dan Yama-uba. Yaitu perempuan yang menderita karena kutukan atau penyakit supranatural yang mengubahnya menjadi siluman. Ada beberapa cerita yang merupakan asal-usul Futakuchi-onna memiliki 2 mulut, tetapi hal yang paling sering dikaitkan adalah wanita yang sering diet atau jarang makan.
·    Futakuchi-onna awalnya (biasanya) merupakan istri dari suami yang pelit sehingga jarang diberi makan. Untuk mengatasi ini, mulut kedua muncul secara misterius di bagian belakang kepala wanita itu. Mulut kedua ini sering bergumam hal-hal jahat untuk mengancam perempuan ini agar segera makan. Jika tidak diberi makan, dapat teriak dengan kencang dan dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa kepada wanita tersebut. Karena wanita itu tetap tidak mau memberi makan, rambut wanita itu pun mulai bergerak sendiri seperti ular, dan memberikan makanan ke mulut kedua supaya wanita itu makan.
·    Seorang wanita pelit pergi ke hutan dengan membawa kapak suaminya untuk memotong kayu. Ketika memotong kayu, ia tidak sengaja memukul ke kepalanya dengan kapak suaminya. Tetapi lukanya tidak pernah sembuh. Dan terbentuklah mulut misterius itu.
·    Ada seorang ibu yang membiarkan anak tirinya mati kelaparan dan dia hanya mengisi perutnya saja makan. Roh anak terlantar itu pun masuk ke tubuh ibunya dan membuat mulut baru dibelakang kepalanya untuk membalas dendam.
Cerita Futakuchi Onna
Berikut adalah salah satu cerita yang terkenal di Jepang tentang Futakuchi-onna. Di sebuah desa kecil hiduplah seseorang yang kikir dan pelit, karena dia tidak bisa menanggung beban untuk membayar makanan untuk istri, jadi dia hanya tinggal sendiri. Suatu hari dia bertemu dengan seorang wanita yang tidak pernah makan apa pun, lalu ia segera bawa pulang dan dijadikan istrinya. Karena dia tidak pernah makan sesuatu, dan seorang pekerja keras, orang tua yang kikir itu sangat senang dengan dia. Tapi di sisi lain dia mulai bertanya-tanya mengapa stok beras di tokonya terus berkurang. Suatu hari laki-laki tua yang kikir itu pura-pura berangkat kerja dan memata-matai istri barunya. Lalu ia pun sangat terkejut, ia melihat bagian rambut istrinya dan tengkoraknya terbuka lebar seperti mulut yang menganga. Lalu rambutnya yang seperti tentakel mengambil beras dan menaruh beras tersebut ke dalam mulut di belakang kepalanya.

Source : Japan Course (@ine0489k)

Kamis, 14 Juni 2018

Misteri The Red Room


The Red Room adalah urban legend Jepang yang berawal dari rumor sebuah pop-up yang tiba-tiba muncul pada layar komputer ketika melakukan browsing di internet.
Diceritakan ada seorang remaja yang kecanduan internet dan mendengar kisah urban legend “The Red Room” dari salah satu teman sekolahnya. Malam harinya, dia browsing di internet untuk melihat apakah ia bisa menemukan sesuatu tentang urban legend itu. Sebuah pop-up tiba-tiba muncul dengan latar belakang merah yang berbunyi, “Anata wa suki-desu ka?” yang berarti “Apakah kau menyukai itu?”.
Seketika layar monitor berubah menjadi hitam dan deretan nama muncul dalam warna merah. Di bagian bawah deretan nama-nama tersebut, remaja itu melihat nama temannya... teman yang sebelumnya pernah memberitahu tentang kisah The Red Room. Tiba-tiba, remaja itu menyadari sesuatu di belakangnya dan kemudian ia kehilangan kesadaran.
Keesokan harinya, remaja itu tidak muncul di sekolah dan kemudian ada berita yang menghebohkan. Ternyata remaja itu telah tewas bunuh diri dan ditemukan sebuah catatan bunuh diri yang ditulis dengan darah.
Karena rumor tentang kutukan “The Red Room” sangat terkenal, beberapa orang mencoba untuk menuangkan kisah The Red Room yang menyeramkan itu kedalam sebuah animasi pendek dalam bentuk flash yang kemudian di upload ke situs di internet, banyak sekali yang merespon keberadaan flash animation yang berdurasi pendek ini. Isi ceritanya pun sangat mirip dengan rumor yang beredar tentang kutukan The Red Room.
Urban legend ini mulai dipercayai kebenarannya setelah pada tanggal 1 Juni 2004 di salah satu sekolah di Sasebo, Prefektur Nagasaki, Jepang. Seorang siswi berusia 14 tahun bernama Satomi Mitarai tewas setelah leher dan tangannya dipotong oleh teman sekelasnya dengan menggunakan cutter. Tragedi ini terkenal dengan nama “Sasebo Slashing”. Setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, ternyata ia terinspirasi setelah menonton animasi pendek dari kisah urban legend The Red Room.

Source : Japan Course (@ine0489k)

Kamis, 07 Juni 2018

Urband Legend Bake Neko (Kucing Iblis)


Bake Neko (Kucing Hantu/Iblis) adalah makhluk supernatural dari cerita rakyat Jepang. Tentang kucing biasa yang telah berubah menjadi setan mengerikan. Menurut legenda, ia adalah pergeseran bentuk dan mengambil bentuk manusia. Nama Bake-neko berarti “Kucing Raksasa” atau “Transformasi Kucing”.

Dulu, di Jepang, ada banyak takhayul tentang kucing. Banyak orang percaya bahwa kucing bisa berubah menjadi kucing setan mengerikan, disebut Bake-neko.
Cerita mengatakan Kucing Hantu mampu berjalan dengan dua kaki seperti manusia. Hal ini juga karna pergeseran bentuk dan ia mampu mengambil bentuk manusia, kadang-kadang membunuh orang dan mencuri identitas orang tersebut. Bake-neko juga dapat menggapai melalui pintu dengan tangan yang sangat besar, mencari mangsa.
Cerita yang terkenal, yang disebut “The Devil Cat dari Nabeshima”, bercerita tentang seorang pangeran yang menjadi korban Bake-neko. Suatu malam, sang pangeran sedang berjalan di taman istana dengan Geisha (geisha sama dengan seorang Seniman/Penghibur) favoritnya, seorang gadis bernama O Toyo. Mereka tidak terlalu tahu bahwa mereka sedang diawasi oleh makhluk bayangan yang mengintai dalam kegelapan.
Bake-neko telah menyelinap ke kamar tidur Geisha terlebih dahulu, ia menunggu di bawah tempat tidur sampai gadis itu (geisha) tertidur. Pada tengah malam, Kucing Iblis menerkam wanita tidur itu dan mencekiknya sampai mati. Kemudian, menyeret tubuhnya ke luar taman bunga, menggali lubang disitu dan mayatnya dimakamkan di kuburan yang dangkal itu.
Setelah menyembunyikan perbuatan yang mengerikan, Kucing Iblis itu bergeser bentuk dan mengambil bentuk geisha yang mati tadi, membodohi semua orang. Setiap malam, sang Bake-neko, menyamar sebagai geisha, menyelinap ke kamar sang pangeran untuk minum darahnya.
Tak berapa lama pangeran itu mengeluhkan sakit, dia merasa tubuhnya sangat lemah dan pucat. Para dokter bingung dengan penyakit misteriusnya dan pangeran memerintahkan pengawalnya untuk berdiri di kamarnya dan berjaga-jaga saat dia tidur. Namun, saat tengah malam mendekat, para penjaga menemukan diri mereka merasa sangat mengantuk dan tidak peduli seberapa keras mereka mencoba melawan ngantuk itu, mereka tidak bisa tetap terjaga.
Akhirnya, seorang prajurit muda yang bertugas di bawah raja datang ke istana. Ketika ia mendengar tentang kejadian aneh itu, ia menawarkan diri untuk tetap berjaga dan tetap menjaga Pangeran. Saat tengah malam mendekat, tentara itu melihat para penjaga lainnya terkantuk-kantuk, satu per satu. Tentara itu mulai merasa mengantuk juga. Putus asa untuk menghentikan dirinya jatuh tertidur, ia mengeluarkan pisau dan menikam dirinya di paha, membuat dirinya tetap terjaga. Setiap kali dia merasa seperti dia akan tertidur, dia akan memutar pisau di lukanya untuk meningkatkan rasa sakit dan agar tetap terjaga.
Pada tengah malam, prajurit itu menyaksikan pintu geser kamar sang pangeran berpisah. Dengan indah geisha menyusuk diam-diam ke dalam ruangan dan berjalan ke samping tempat tidur sang pangeran. Tentara itu naik dengan pisau di tangan dan ketika geisha berbalik dan dia melihat, dia meninggalkan tempat itu dengan cepat dan diam-diam seperti saat ia datang.
Selama tiga malam berikutnya, tentara berbakti itu berdiri menjaga pangeran tidur, menusuk dirinya setiap malam untuk tetap terjaga. Kekuatan sang pangeran mulai kembali. Ketika tentara mencoba untuk memberitahu dia tentang geisha, namun, sang pangeran menolak untuk mendengarkan. Tidak terpengaruh, prajurit membuat rencana sendiri untuk menyingkirkan geisha.
Malam itu, tentara mengetuk pintu geisha. Dia mengatakan ia memiliki pesan untuknya dari sang pangeran. Ketika ia membuka pintu, tiba-tiba tentara menghunus keris dan mencoba untuk menusuknya, tapi dia dengan mudah melangkah menghindarkan serangan itu. Geisha berubah kembali menjadi Bake-neko dan melompat ke tentara dalam kemarahan, mendesis dan Tentara mencoba membela diri.
Kedua tentara berjuang menghadapi Kucing Iblis yang liar itu, tapi ketika tentara mulai mendapatkan tangan atasnya, Bake-neko melarikan diri, melompat melalui jendela, ke atap dan turun ke kebun. Ia berhasil melarikan diri ke pegunungan.
Hari berikutnya, tentara mengatakan kepada pangeran tentang apa yang telah terjadi sebenarnya. Di Istana, tukang kebun menggali di taman bunga dan menemukan tubuh geisha yang sebenarnya. Duka menyelimuti pangeran dan ia memerintahkan pengawalnya untuk memburu Bake Neko (Kucing Hantu) itu. Akhirnya dibunuh oleh tentara muda yang telah menemukan Rahasia Iblis.

Source : www.urbanlegend.id

Kamis, 31 Mei 2018

Urban Legend Kanbari Nyudo (Hantu Pria Botak)


Kanbari Nyudo atau Pria Botak adalah hantu Jepang yang terobsesi dengan memata-matai orang yang sedang berada di toilet atau kamar mandi.

Pada malam hari, biasanya ia pergi dari rumah ke rumah, mengintip di jendela kamar mandi dan menonton orang yang duduk di toilet yang sedang mandi atau menanggalkan pakaian. Dia menyeramkan, tampak seperti pria Jepang tua dan kepalanya seperti soring dan air liur di mulut sementara matanya menatap Anda, berharap untuk melihat Anda sedang telanjang.
Tahun lalu, ada orang tua yang terobsesi dengan melihat gadis-gadis muda telanjang. Dia menyeramkan dan bejat mengintai jalanan desanya di malam hari, mengintip di jendela, berharap untuk melihat sekilas dari orang telanjang. Ketika keluarganya mengetahui tentang perilakunya yang menjijikkan, mereka merasa malu dan menolak untuk ada hubungannya dengan dia. Menghukumnya, mereka mencukur kepalanya dan dia dibuang dari desa.
Kemudian pria botak membangun pondok sendiri di sebuah pegunungan dan hidup disana sebagai seorang pertapa. Dia melakukan yang terbaik untuk berhenti berpikir tentang gadis-gadis dan ketelanjangan, tapi itu tidak ada gunanya. Dorongan jahatnya mengambil dia dan dia tidak berdaya untuk menolak. Akhirnya, ia menyerah pada dorongan anehnya itu dan di tengah malam, ia menyusuk ke desa dan menculik seorang gadis muda. Membawa gadis itu kembali ke gubuknya di mana gadis itu terus diikat dan pria botak melakukan hal-hal yang mengerikan pada gadis itu.
Suatu hari, saat pria botak itu pergi, seorang pencuri datang kegubuknya dan memutuskan untuk mencuri barang-barang pria botak itu. Ketika ia masuk ke dalam, ia menemukan gadis muda yang telah diculik. Karna kasihan pada gadis itu, ia melepaskan ikatannya. Sama seperti ia sedang membantu pelarian gadis itu, tapi sang pria botak kembali. Ada pertarungan besar, tetapi pada akhirnya, pencuri berhasil membunuh pria botak dan membawa gadis itu kembali kepada orang tuanya.
Namun setelah kejadian itu, pria botak kembali sebagai hantu dan mulai muncul di luar rumah gadis itu. Dia melihat gadis itu mengenakan kimono putih, pria botak mengintip melalui jendela di malam hari, orang tua mereka melihatnya dan itu menakutkan akhirnya orang tuanya khawatir hantu pria botak akan berusaha untuk menculik gadisnya lagi, sehingga mereka menyembunyikan putri mereka. Sejak saat itu, hantu pria botak telah pergi dari rumah ke rumah, mengintip di jendela toilet, kamar mandi dan kamar tidur, putus asa mencari gadis-gadis muda.
Mereka mengatakan bahwa jika Anda menyebut namanya “Kanbari Nyudo” di kamar mandi, kepala botak kadang-kadang akan muncul dalam toilet atau jika Anda bernyanyi, “Ganbari Nyud”.
Dalam satu cerita, seorang gadis muda pergi ke kamar mandi, pada suatu malam. Dia berdiri dan meraih kertas toilet ketika ia mendengar suara tertawa aneh di belakangnya. Dia berbalik dan melihat wajah menempel di kaca jendela yang buram di kamar mandinya. Dia bisa melihat ciri-ciri dari pria botak tua itu, ia mengintip dan tertawa pelan pada dirinya sendiri dan sisi lain dari jendela tertutup oleh air liurnya.
Gadis muda itu ketakutan oleh teror dan berlari keluar dari kamar mandi dengan celana masih di sekitar pergelangan kakinya, berteriak kepada orang tuanya. Ketika dia mengatakan kepada ayahnya tentang apa yang telah ia lihat, ayahnya marah dan pergi berlari keluar dengan niat untuk menghadapi orang tua menjijikkan yang mengintip tadi. Namun, ketika ia sampai ke gang di belakang rumah, ia menemukan tempat itu kosong.
Kemudian, ayahnya melihat ke jendela kamar mandi. Ada jeruji besi di jendela dan ada penghalang 10 cm antara bar dan kaca buram itu. Tidak mungkin ada orang bisa menekan wajahnya ke kaca karna ada penghalang 10cm. Terasa dingin tulangnya saat itu ia menyadari bahwa apa pun yang mengintip putrinya tadi saat dia di toilet, itu tidak mungkin manusia.
Dalam cerita lain, ada seorang gadis muda Jepang yang sangat pemalu. Suatu malam, ia bermain voli dengan sekelompok gadis-gadis lain. Setelah pertandingan, ia harus mandi, tapi dia terlalu malu mandi bersama gadis lain apa lagi membiarkan orang lain melihatnya telanjang. Sebaliknya, ia menunggu sampai semua gadis-gadis lain selesai mandi dan ia pergi ke kamar mandi sendiri.
Sendirian di kamar mandi remang-remang, ia menanggalkan handuk dan menyalakan air kamar mandi. Tekanan air tampaknya lemah. Dia melakukan yang terbaik untuk mencuci dirinya dalam tetesan air yang lemah. Setengah ia mandi, dia mendengar suara samar tawa.
“Hee hee hee”.
Kedengarannya seperti cekikikan orang tua dan tertawa sendiri. Dia melihat ke sekeliling, tapi ia tidak melihat siapapun. Lalu dia mendengar suara itu semakin keras, kemudian mencari sumber suara aneh itu, tapi semua kembali berubah menjadi keheningan.
Gadis itu terus mandi, sampai ia mendengar tawa lagi.
“Hee hee hee!”.
Kali ini, itu lebih keras dari sebelum-sebelumnya.
“Hei Anda!” teriaknya. “Jangan berpikir aku tidak bisa mendengar!”.
Dia merasa sangat rentan berdiri telanjang di kamar mandi apa lagi tanpa menutupi tubuhnya, dia memutuskan untuk bergegas dan menyelesaikan mandinya dengan cepat. Sama seperti dia hendak pergi, ia mendengar tertawa lagi.
“HEE HEE HEE!”.
Kali ini, itu sangat keras. Ini tampaknya datang dari atas. Dia menatap ke atas kamar mandi dan melihat sesuatu yang membuatnya berteriak dan berlari dari ruangan kamar mandi itu.

Source : www.urbanlegend.id

Kamis, 03 Mei 2018

Urban Legend Jepang Kunekune



Konbanwa…, yuk dibaca cerita malam jum'atnyaa.., cekidottt!
Kune Kune adalah Urban Legend Jepang Tentang penampakan misterius yang kadang-kadang terlihat di pedesaan. Di Jepang orang menyebutnya “Kune Kune” yang berarti sesuatu yang berkelok-kelok, bergoyang dan memutar-mutar. Cerita mengatakan Anda tidak boleh melihat langsung hal tersebut, atau Anda akan gila.

Kunekune digambarkan sebagai sesuatu seperti putih, bergerak bolak-balik di kejauhan. Tidak ada yang tahu persis tampak seperti apa karena siapa saja yang telah melihat ia akan kehilangan pikiran mereka.
Seorang pria Jepang bercerita tentang pertemuan dengan kunekune :
Ketika aku masih muda, orang tuaku membawaku dan adikku untuk mengunjungi kakek dan nenekku.
Setelah kami tiba di rumah kakek-nenek, aku dan adikku pergi keluar untuk bermain. Udara diluar jauh lebih segar dan lebih bersih dari pada di kota. Kami berjalan melalui sawah, menikmati ruang terbuka lebar.
Matahari tinggi di langit dan tidak ada angin. Panas hari itu sangat menyesakkan dan setelah beberapa saat, aku mulai bosan.
Kemudian, adikku berhenti tiba-tiba. Dia menatap sesuatu di kejauhan.
“Apa yang kau lihat?”, aku bertanya.
“Itu di sana”, jawabnya.
Aku memandang sawah yang membentang sejauh mata.
Aku menyipitkan mataku, tapi aku tidak bisa melihat dengan jelas apa itu, ada sesuatu yang putih, seperti ukuran seseorang. Itu bergerak dan menggeliat seolah-olah berkibar tertiup angin.
“Mungkin orang-orangan sawah”, kataku.
“Itu bukan orang-orangan sawah”, jawabnya. “Orangan sawah tidak bergerak seperti itu”
“Mungkin lembar kain, kemudian”, kataku.
“Tidak, itu bukan selembar kain”, jawabnya. “Tidak ada rumah lain di sekitar sini. Selain itu, tidak ada angin tapi masih bergerak dan menggeliat. Apa sih itu sebenarnya?”
Aku punya perasaan aneh dan gelisah dalam hatiku.
Adikku berlari kembali ke rumah dan ketika ia kembali, ia membawa teropong.
“Oh! Dapatkah saya lihat?” tanyaku, dengan penuh semangat.
Aku mengambil teropong mencoba melihat benda itu lebih jelas, tapi dia mendorongku.
“Tidak, aku dulu!” katanya sambil tertawa kecil. “Aku yang tertua. Kamu dapat melihat-lihat ketika aku sudah selesai kataku”
Begitu adikku memasang teropong hingga matanya, aku melihat ekspresi wajahnya tiba-tiba berubah. Wajahnya menjadi pucat dan keringat ia pecah. Dia menjatuhkan teropong di tanah dan aku bisa melihat rasa takut di matanya.
“Apa itu?” tanyaku, dengan gugup.
Adikku menjawab perlahan.
“Itu dia... Itu dia... Ada itu...”
Itu bukan suara adikku.
Tanpa kata lain, ia berbalik dan mulai berjalan kembali ke rumah. Aku merasa ada sesuatu yang tidak beres. Dengan tangan gemetar, aku membungkuk dan mengambil teropong, tapi aku terlalu takut untuk melihatnya.
Di kejauhan, benda putih masih memutar dan berputar.
Saat itu, kakekku datang berjalan.
“Apa yang kau lakukan dengan Teropong itu?” tanyanya.
“Tidak ada”, jawab saya. “Hanya melihat benda putih di sana”
“Apa?” teriaknya. “Kamu tidak boleh melihat itu!”
Dia menyambar teropong dari genggamanku.
“Kau lihat itu?” tanyanya marah. “Apakah kau melihatnya melalui teropong?”
“Tidak”, kataku dengan suara lemah lembut. “Belum...”
Kakekku menghela napas lega. “Baik”, katanya. “Bagus...”
Tanpaku ketahui kenapa, aku disuruh kembali ke rumah.
Ketika aku masuk ke dapur, semua orang menangis. Adikku bergulir di tanah, tertawa seperti orang gila. Dia telentang dan tubuhnya menggeliat dan memutar seperti hal yang benda putih di kejauhan tadi lakukan.
Aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Itu mengerikan untuk melihat dia seperti itu. Aku menangis.
Dia bukan saudaraku lagi. Dia benar-benar kehilangan pikirannya.
Keesokan harinya, orang tuaku memutuskan untuk membawa kami pulang. Nenekku dan kakek berdiri di teras mereka, melambaikan tangan sedih kepada kita perlahan mobil menjauh. Aku duduk di kursi belakang dengan saudaraku.
Adikku masih tertawa seperti pasien sakit jiwa. Kami harus mengikatnya untuk menghentikannya bergerak di sekitar dalam Mobil. Wajahnya dipelintir menjadi senyum lebar. Dia tampak seperti sedang senang, tapi ketika aku melihat matanya, aku menyadari bahwa ia menangis. Ini membuat dingin ke bawah tulang belakangku. Pipinya basah dengan air mata, tapi dia hanya terus tertawa dan tertawa.
Ayahku menepi ke sisi jalan dan keluar dari mobil. Ia mengambil teropong dan marah menghancurkan teropong itu di jalan. Kemudian, tanpa mengatakan apa-apa, dia kembali ke dalam mobil dan terus mengemudi.
Pria Jepang lain yang menceritakan pengalamannya dengan Kune Kune ketika ia masih muda juga :
Ketika saya masih kecil, saya tinggal di sebuah kota kecil di tepi laut di Prefektur Chiba. Suatu malam, paman saya membawa saya untuk berjalan-jalan di pantai. Kami berjalan-jalan santai, saya melihat ke laut dan melihat sesuatu berwarna putih di kejauhan. Itu panjang dan benda itu bergoyang maju mundur. Saya bertanya-tanya.
“Apa benda yang dilaut itu?” Saya bertanya ke paman.
Dia menatap benda itu dan saya melihat matanya tumbuh lebar dan wajahnya pucat. Ada tampilan ketakutan di matanya. Dia tidak bisa berhenti menatapnya.
“Larilah untuk hidupmu” Teriaknya panik.
Saya tidak tahu apa yang terjadi, tapi saya takut, jadi saya berlari kembali ke rumah dan mengatakan kepada kakek.
“Itu kune kune”, katanya. “Kau beruntung melihat dari jauh. Kau tidak boleh melihat langsung hal itu. Dimana pamanmu?”
“Dia masih di tepi laut”, jawabku, suaraku gemetar.
“Aku harus menyelamatkan anakku”, kata kakek saya dan ia secepat mungkin ke pantai laut itu. Aku mengikuti di belakangnya, khawatir dan ketakutan.
Dari kejauhan, saya bisa melihat paman saya masih berdiri di pantai. Seolah-olah ia membeku di tempatnya, menatap benda berkelok-kelok putih di kejauhan ke laut. Kakek saya berhenti di cabang pohon dan perlahan mendekati paman saya, menggumamkan beberapa jenis doa di bawah napasnya dalam keadaan pandangan matanya terus dilemparkan ke bawah, sambil hati-hati untuk tidak melihat benda putih itu
Kakek saya berhasil menyeret paman saya pergi dan membawanya pulang. Meskipun paman saya diselamatkan, ia menderita kegilaan dan kegilaan untuk sisa hidupnya. Sejak itu terjadi, ia telah masuk dan keluar dari rumah sakit berkali-kali. Dia tidak pernah kembali seperti dulu lagi.

Source : www.urbanlegend.id

Kamis, 26 April 2018

The Kaimuki House (Rumah Kaimuki)


Konbanwa…, yuk dibaca cerita malam jum'atnyaa.., cekidottt!
The Kaimuki House atau Rumah Kaimuki adalah cerita hantu nyata tentang sebuah rumah berhantu di Honolulu, Hawaii. Hantu yang dikatakan menghantui rumah disebut “Kasha”, setan pemakan manusia dari cerita rakyat Jepang dengan rasa lapar tak terpuaskan untuk darah dan mayat.

Ada sebuah rumah berhantu terkenal di Honolulu, Hawaii bahwa penduduk setempat menyebutnya “Kaimuki House”. Beberapa orang menyebutnya Hawaii Amityville Horror.
Pada musim panas tahun 1942, rumah itu ditempati oleh seorang ibu tunggal dan tiga anaknya. Suatu malam, polisi dipanggil ke rumahnya. Mereka menemukan wanita tua itu histeris di halaman depan berteriak, “Dia mencoba untuk membunuh anak-anak saya!”. Ketika polisi memasuki rumah, mereka melihat yang mereka tidak akan pernah lupa. Ketiga anak wanita tua itu sedang dilemparkan kesekitar ruangan oleh kekuatan tak terlihat. Para petugas mengawasi lebih dari satu jam, tidak dapat melakukan apa-apa, karena anak-anak dipukuli dan dicekik oleh entitas yang tak terlihat.
Insiden itu di muat di halaman depan koran headline lokal selama beberapa hari.
Bertahun-tahun kemudian, tiga gadis berpisah rumah dengan ibunya. Suatu malam, mereka mulai mendengar suara-suara aneh. Ini terdengar seperti seseorang bergerak di sekitar dan berbicara. Salah satu gadis merasakan tangan tak terlihat di lengannya. Mereka menelepon polisi. Ketika seorang petugas tiba, ia menemukan tiga gadis berdiri di luar rumah dengan tampilan teror di wajah mereka. Polisi memutuskan membawa pergi gadis-gadis untuk tinggal dengan ibu mereka, dan polisi itu memutuskan untuk mengawal gadis itu untuk memastikan tidak ada yang terjadi.
Namun, dalam perjalanan, sesuatu yang aneh terjadi. Gadis di kursi depan berjuang dengan sesuatu yang tak terlihat yang berusaha mencekiknya. Ketika polisi itu turun keluar dari mobilnya dan mencoba untuk menyelamatkan gadis-gadis itu, polisi merasakan tangan kepalan yang kuat menyambar lengannya dan memutar. Tiba-tiba, pintu kendaraan terbuka dan gadis itu dilempar keluar ke jalan. Dia mencakar tenggorokannya seperti jika seseorang sedang tersedak. Polisi itu tidak dapat melakukan apa-apa untuk menghentikan serangan tidak terlihat itu dan dipaksa untuk menonton hingga gadis itu dicekik sampai mati.
Pada tahun 1977 di Jepang, sebuah keluarga pindah ke rumah berhantu di Kaimuki. Mereka tidak tahu apa-apa tentang sejarah. Pada malam pertama, istri terbangun di tengah malam karena kamar tidur itu sangat dingin. Ketika dia melihat sekeliling, ia merasa ngeri melihat sosok putih hantu mengambang di udara. Ini adalah seorang wanita tanpa lengan atau kaki. Ketika istri mencoba membangunkan suaminya, sosok itu menghilang.
Keesokan harinya, pasangan itu sangat terganggu oleh penampakan itu. Mereka menghubungi seorang imam. Dia menyarankan mereka untuk membuat persembahan untuk roh itu setiap malam. Dia mengatakan itu Kasha-setan Jepang, disebabkan oleh beberapa pembunuhan mengerikan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya di rumah. Setelah mengulangi upacara setiap malam selama seminggu, pasangan tidak pernah melihat lagi hantu mengerikan di rumah itu.
Cerita-cerita ini hanyalah puncaknya. Mereka mengatakan penyebab rumah Kaimuki dihantui adalah serangkaian pembunuhan mengerikan.
Bertahun-tahun sebelumnya, seorang imigran Jepang tinggal di rumah itu bersama istri dan dua anak. Rupanya, suami membunuh istri dan dua anaknya. Tubuh mereka dicincang dan menyembunyikan mereka di dalam rumah. Polisi menemukan mayat istri dan putranya dimakamkan di taman, tapi tubuh putrinya tidak pernah ditemukan. Mereka mengatakan mayatnya masih tersembunyi di suatu tempat di dalam rumah. Setelah itu, rumah itu ditinggalkan selama bertahun-tahun.
Kemudian, ada dua wanita yang tinggal di rumah itu. Salah satu wanita jatuh cinta dengan seorang pria. Ada beberapa jenis cinta-segitiga dan mereka mengatakan orang itu gila karena cemburu. Pria dibunuh oleh kedua wanita dan kemudian kedua wanita itu bunuh diri di dalam rumah. Jenazah tiga orang ditemukan di dalam rumah setelah beberapa hari.
Hal ini diyakini bahwa pembunuhan mengerikan ini menciptakan Kasha-setan Jepang yang dibuat oleh dendam atau kemarahan ekstrim setelah pembunuhan mengejutkan. Sampai sekarang, warga desa masih bercerita tentang kejadian menakutkan itu, dan banyak buku dan artikel surat kabar telah ditulis merinci kejadian yang menghantui di rumah Kaimuki.

Source : www.urbanlegend.id

Kamis, 12 April 2018

Dream School

Konbanwa…, yuk dibaca cerita malam jum'atnyaa.., cekidottt! 
Dream School adalah cerita menakutkan dari Jepang tentang seorang anak yang terjebak dalam mimpi. Peringatan: Ini adalah kisah terkutuk dan Anda mungkin tidak ingin membacanya. Mereka mengatakan bahwa jika Anda tidak lupa cerita ini dalam waktu satu minggu, Anda akan memiliki mimpi yang sama. Anda bisa terjebak dalam mimpi juga dan menemukan diri Anda tidak dapat bangun. Jadi, silahkan berpikir sangat hati-hati sebelum membaca cerita ini.

Ada seorang anak Jepang bernama K yang memiliki mimpi yang sangat aneh. Dalam mimpi itu, ia menemukan dirinya mengembara di sekolah. Tapi itu bukan sekolahnya,.Itu adalah sekolah yang tidak dia kenal.
Itu adalah malam dan sekolah dalam kegelapan. Suara langkah kakinya bergema menyusuri lorong kosong. Itu sangat menakutkan. Dia mencoba untuk membuka pintu dan jendela, tapi semua terkunci. Dia mencoba menggedor sekeras yang dia bisa.
Sekolah itu besar dan luas. Itu seperti labirin. Memang tampaknya tidak masuk akal. Dia mencoba berjalan menyusuri satu koridor dan itu hanya membawa dia kembali lagi ke tempat sebelumnya. Itu sangat aneh, seolah-olah aturan normal ruang dan waktu tidak berlaku.
K mulai merasa takut. Dia mulai berlari menyusuri lorong koridor membentang tanpa akhir dan tidak ada jalan keluar. Setelah berjalan melewati set yang sama dan ruang kelas yang sama beberapa kali, K melihat sesuatu yang aneh. Koridor terlihat seperti lingkaran tak berujung. Tidak peduli berapa lama ia berlari di koridor itu, ia akan selalu menemukan dirinya kembali ke tempat awal.
Dia memutuskan untuk mencoba rute yang berbeda. Dia berlari menuruni lorong ke kanan, kemudian mengambil kiri pertama dan kiri pertama lagi. Dia memasuki ruangan Ekonomi dan ketika ia pergi keluar pintu, di sisi lain ia menemukan dirinya di lorong lain. Dia memasuki ruang seni dan pergi keluar dari pintu. Entah bagaimana, itu membawanya ke lantai tiga, di samping terdapat toilet cewek.
Kemudian ia pergi melalui ruang musik dan berlari menyusuri lorong, melewati ruang kelas. Dia menemukan tangga dan turun. Dia terus berkeliaran dan mengembara. Malam tampaknya berlangsung selamanya dan ia merasa seperti fajar tidak akan pernah datang.
Kin... kon... kin... kon...!!!
K mendengar suara denting jam. Ketika dia melihat jam tangan yang berayun bolak-balik seperti pendulum.
Clomp...
Clomp...
Clomp...
Clomp...
K mendengar gema langkah kaki berat yang seolah mengejarnya.
Dia terlalu takut untuk melihat ke belakang dan sangat ingin melarikan diri. Dia berlari menyusuri tangga yang seharusnya membawanya ke lantai empat, tapi ia malah menemukan dirinya di lantai pertama, di luar ruang audio visual.
Clomp, Clomp, Clomp, Clomp, Clomp, Clomp...
Jejak langkah kaki itu mulai lebih cepat dan lebih cepat.
Dia berlari ke koridor dan berbelok ke kiri, kiri lagi, kanan, dan kiri lagi. Ia keluar di depan ruang kelas. Pada ujung lorong, ada pintu darurat, tapi kotak kaca itu telah hancur dan kuncinya hilang. Ada catatan yang mengatakan kunci itu di kelas 108.
Clomp, Clomp, Clomp, Clomp, Clomp, Clomp...
Jejak langkah kaki itu datang lebih dekat dan lebih dekat.
K berlari menuruni tangga. Dia berbalik kiri, berlari menyusuri lorong, kemudian berbelok ke kanan dan kanan lagi. Dia menemukan dirinya di luar ruang kelas. Di pintu, ada tanda yang berbunyi, “108”. K mencoba membuka pintu dan melangkah masuk menutup pintu di belakangnya.
Kelas itu dalam kegelapan dan dia hampir tidak bisa melihat. Dia menekan tombol lampu, tapi tidak berhasil. Kelas dipenuhi dengan meja dan ada tas yang tergantung di belakang setiap kursi. K mulai putus asa. Dia mencari di setiap tas dan laci.
Sementara itu, ia bisa mendengar langkah kaki menyusuri lorong.
Clomp, Clomp, Clomp, Clomp, Clomp, Clomp...
Tak lama, ia mendengar sesuatu memukul-mukul keras di pintu kelas.
BOOM! BOOM! BOOM! BOOM! BOOM! BOOM!
K masih belum bisa menemukan kunci yang ia cari. Dia menarik laci meja. Dia membuka tas dan mulai membuang isinya ke lantai.
BOOM! BOOM! BOOM! BOOM! BOOM! BOOM!
Suara benturan semakin keras dan lebih keras. Pintu tampak seperti akan lepas engselnya.
Dia mencari kunci dalam putus asa, tapi dia masih tidak bisa menemukan kunci.
Saat itu, suara mengetuk pintu tiba-tiba berhenti. Ada keheningan menakutkan. K berdiri di sana gemetar, menunggu dengan napas tertahan. Dia berdiri di sana di dalam kelas gelap, takut untuk bergerak.
Setelah beberapa saat, ia masih tidak bisa mendengar apa-apa, dia pergi ke pintu. Dia mengulurkan tangan, meraih pegangan, dibuka dengan lembut dan mengintip koridor. Apa yang dilihatnya ngeri.
Ada anak laki-laki dan perempuan yang tak terhitung jumlahnya. Kepala mereka seperti di potong, lengan dan kaki putus. Lantai itu dipenuhi dengan darah dan mereka menari... menyentak bolak-balik... kaki mereka menggapai-gapai ke sana kemari dalam tarian kematian.
K berada dalam mimpi. Tubuhnya tetap tertidur. Dia tidak pernah bisa bangun. Bahkan saat ini, ia masih berkeliling sekolah dalam pikirannya.
Sekarang bahwa Anda telah membaca cerita ini, silakan coba untuk melupakannya. Jika Anda tidak lupa tentang kisah ini dalam waktu seminggu, Anda akan memiliki mimpi yang sama di mana Anda akan menemukan diri Anda berkeliaran di sekolah. Anda akan harus menemukan kunci dan melarikan diri melalui pintu darurat sebelum Anda menemukan potongan-potongan anak laki-laki dan perempuan yang menari, atau Anda akan ditarik ke dalam mimpi itu selamanya.

Source : www.urbanlegend.id