Minggu, 18 Desember 2016

Inilah Jenis Kostum Cosplayer Wanita yang Tidak Disukai Pria Jepang

おはよう...
Mimin mau share info menarik nih.., yuk dibaca!
Cosplay adalah hobi mengenakan kostum dari karakter populer baik dari anime, manga, game, komik, film, dan lainnya. Dalam ber-coslay sendiri ada berbagai macam jenis kostum yang berbeda sesuai dengan genre dalam karya asal yang menjadi inspirasi kostum tersebut. Untuk mencari tahu jenis kostum cosplay apa saja yang dikenakan para cosplayer wanita yang tidak disukai pria Jepang, baru-baru ini Japan’s Recruit Group melakukan survei terhadap 200 pekerja kantoran berusia antara 20 hingga 30 tahun dan berikut ini adalah hasilnya dilansir dari berbagai sumber.
1.   Militer (42 persen)
2.   Miko/Gadis Pengelola Kuil (30,5 persen)
3.   Maid (26 persen)
4.   Seragam Renang Sekolah (25,5 persen)
5.   Seragam Olahraga (25,5 persen)
6.   Polisi Wanita (25 persen)
7.   Gadis Kelinci (24 persen)
8.   Race Queen (atas 22,5 persen)
9.   Pramugari (20,5 persen)
10. Dokter (17,5 persen)
11. Seragam Pelaut/Sailor (16 persen)
12. Wanita Kantoran (14 persen)
13. Perawat (14 persen)
14. Gadis Pemain Badminton (13,5 persen)
Dari hasil survei yang cukup mengejutkan tersebut muncul berbagai komentar dari para pria Jepang yang mengatakan bahwa jenis kostum cosplayer wanita yang mereka pilih itu ada yang terlalu membosankan, ada yang berkomentar kurang artistik, terlalu formal, terlalu biasa, dan ada juga yang merasa tidak seksi. Tapi, itu kan pilihan para pria di Jepang, bagaimana dengan pilihan kalian?
みんなはどう思う?
Sources : Japanese Station

Sabtu, 17 Desember 2016

Ungkapan Bahasa Inggris di Jepang yang Orang Asing Pun Tak Paham

おはようございます
Ada yang tahu mengapa sebagian besar orang Jepang tidak begitu mahir berbicara dalam bahasa Inggris? Walau telah mempelajarinya selama bertahun-tahun namun hampir semua orang Jepang sangat sulit berbahasa Inggris sehingga sebagian penduduk Jepang kurang dapat menggunakan bahasa Inggris secara aktif. Anehnya, di Jepang ada beberapa kata dan ungkapan dalam bahasa Inggris yang mereka ciptakan sendiri, contohnya seperti pada foto di atas. Namun kata dan ungkapan dalam bahasa Inggris di Jepang tersebut tidak dimengerti oleh orang Inggris maupun orang asing lainnya yang mampu berbahasa Inggris.

Dilansir dari whatjapanthinks.com, melihat hal itu, antara tanggal 13 dan 19 Juli 2016 yang lalu, Goo Ranking pun melakukan survei terhadap 500 orang yang berusia antara 20 dan 39 tahun dengan perbandingan pria dan wanita 50:50. Dalam survei tersebut mereka diajukan pertanyaan tentang ungkapan dalam bahasa Inggris di Jepang yang benar-benar tidak dipahami oleh orang asing. Berikut adalah hasilnya.

Ungkapan dalam bahasa Inggris di Jepang yang benar-benar tidak dipahami oleh orang asing.

(Peringkat - Kata/ungkapan dalam huruf katakana - bahasa Inggris di Jepang - Arti sebenarnya dalam bahasa Inggris)

1.    オーダーメイド Order-made Custom-made 198 suara
2.    ノートパソコン Note computer Laptop 177 suara
3.    スキンシップ Skinship Physical contact, physical intimacy, personal contact 141 suara
4.    クレーム Claim Complaint 131 suara
5.    ワンピース One-piece One-piece dress, dress 117 suara
6.    フリーサイズ Free-size One-size-fits-all 113 suara
7.    コンセント Concent (dari kata concentric) Outlet, socket 112 suara
8.    サイン Sign Autograph 109 suara
9.    パーカー Parka Hooded sweatshirt, hoodie 107 suara
10.  キーホルダー Keyholder Key ring, keychain 106 suara
11.  フロント Front Reception 92 suara
12.  シュークリーム Choux creme Cream puff 90 suara
13.  ブラインドタッチ Blind touch Touch-type 83 suara
14.  アメリカンドッグ American dog Corn dog 83 suara
15.  スポイト Spuit (dari bahasa Jerman) Dropper 82 suara
16.  バーゲン Bargain Sale 79 suara
17.  ビジネスホテル Business hotel Budget hotel, economy hotel 79 suara
18.  ノースリーブ No sleeve Sleeveless 78 suara
19.  オープンカー Open car Convertible 78 suara
20.  ベビーカー Baby car Stroller, baby buggy, pram 78 suara
21.  サイダー Cider Soda pop 77 suara
22.  ハンドル Handle Wheel, steering wheel 74 suara
23.  レンジ Range Microwave 72 suara
24.  オルゴール Orgel (dari bahasa Jerman) Music box 72 suara
25.  ガソリンスタンド Gasoline stand Gas/petrol station 71 suara
26.  ピエロ Pierrot Clown 71 suara
27.  ソフトクリーム Soft cream Soft serve ice cream 71 suara
28.  バックミラー Back mirror Rearview mirror 71 suara
29.  エステ Este Beauty salon 69 suara
30.  フロントガラス Front glass Windshield, windscreen 69 suara
31.  マイペース My pace Own pace 69 suara
32.  コインランドリー Coin Laundry Laundromat 68 suara
33.  ボディチェック Body check Security check, body search 68 suara
34.  ダンボール Danball Cardboard 66 suara
35.  マニキュア Manicure Nail polish 66 suara
36.  アルバイト Arbiet (dari bahasa Jerman) Part time job 65 suara
37.  トランプ Trump Cards 65 suara
38.  ボールペン Ball pen Pen, ballpoint pen 64 suara
39.  エキス Exsu Extract 62 suara
40.  マンツーマン Man-to-man One-to-one, one-on-one 61 suara
41.  セロテープ Sellotape Scotch tape 59 suara
42.  カンニング Cunning Cheating 58 suara
43.  トレーナー Trainer Sweat shirt 58 suara
44.  マンネリ Mannery Rut 52 suara
45.  サラリーマン Salaryman Office worker 51 suara
46.  シャーペン Sharp pen Mechanical pencil 49 suara
47.  ホッチキス Hotchkiss Stapler 43 suara
48.  チャック Chack Fly, zipper 37 suara

Gimana susah ga? Cocok buat yang baru belajar huruf katakana hehee, sampai disini dulu yaa mimin pamit.

ごきげんよう。

Source : whatjapanthinks.com, Japan Course (@ine0489k)

Rabu, 14 Desember 2016

Tahun 2040, Jepang Akan Punah?

Pemerintah Jepang melakukan sebuah survei pada 2014 lalu karena mereka tengah mengalami masalah yang cukup serius. Dikabarkan jumlah populasi anak-anak di Jepang semakin menurun setiap tahunnya.

Menurunnya jumlah anak-anak di Negeri Sakura ini tak lain karena banyak anak muda di Jepang yang tidak ingin menjalin hubungan atau memiliki kekasih. Jika hal ini terus berlanjut, diperkirakan Jepang akan punah pada tahun 2040.

Dilansir dari The Daily Japan, survey yang dilakukan pemerintah setempat disebar pada sekitar 7.000 pria dan wanita yang berusia 29 hingga 30 tahun. Mengejutkan, sebanyak 38% warga Jepang yang telah menjalani survey tersebut menjawab tidak menginginkan seorang pacar.

Dari 7.000 orang, 2.643 orang memberikan jawaban. Sebanyak 39,1% wanita dan 36,2% pria menjawab mereka tidak menginginkan seorang pacar.

Survey tersebut juga memberikan fakta jika setengah dari responden yang tidak memiliki penghasilan tetap bersikap apatis dalam membangun hubungan khusus dengan seseorang dan akan memikirkannya saat penghasilan mereka bertambah.

Para responden juga diminta memberikan alasan mengapa mereka tak ingin memiliki pacar. 46,2% menjawab bahwa urusan cinta terlalu banyak kerumitan, 45,1% lebih mementingkan hobi daripada hubungan asmara, 32,9% mengatakan mereka ingin fokus pada pekerjaan dan kuliah sedangkan 28% lainnya mengaku tak tertarik dengan hubungan asmara.

Sebenarnya survey seperti ini sudah pernah dilakukan 4 tahun sebelumnya, dan hasilnya masyarakat yang tak tertarik memiliki kekasih meningkat sebanyak 6% dari survey sebelumnya.

Belum lama ini Presiden Shinzo Abe juga menggalangkan program seperti “banyak anak banyak rezeki”. Pemerintah berharap banyak meningkatnya minat masyarakatnya untuk menikah dan dapat mendorong tumbuhnya populasi di Jepang.

Source : http://www.wowmenariknya.com/2016/06/jepang-akan-punah-di-tahun-2040-karena-hal-ini.html, Japan Course (@ine0489k)

Rabu, 30 November 2016

Apa itu Geisha? Fakta & Sejarah Gadis Penghibur Jepang

Ohayou.., mimin mau share info tentang Geisha nih, yuk dibaca…

Geisha seakan menjadi “makhuk” misterius dan menjadi salah satu profesi tradisonal yang sering disalahmengertikan. Tak kurang Arthur Golden menerbitkan buku yang berjudul Memoirs of a Geisha yang kemudian diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama. Dalam bahasa Jepang “orang seni” atau orang yang terampil dalam seni tradisional Jepang seperti musik, tari, menyanyi dan upacara minum teh.

Pada awalnya, pria yang mengambil peran ini. Seiring jumlah pria yang tertarik menekuni bidang ini menurun, maka para wanita segera mengambil alih. Sebagian wanita yang menjadi geisha merupakan mantan pelacur, tapi sebagian besar tidak. Tradisi geisha yang dilakoni perempuan kemudian semakin tertanam kuat. Mereka memiliki hierarki dan kode etik yang ketat.

Sebagian besar geisha tinggal di sebuah rumah yang disebut okiya, yang dimiliki oleh seorang wanita yang biasanya mantan geisha. Kebanyakan okiya memiliki geisha utama, para magang dan pelayan. Tak jarang para gadis dijual kepada okiya. Mereka tidak bisa pergi sebelum melunasi biaya pembelian mereka kepada pemilik okiya. Gadis-gadis ini lantas dilatih di sekolah-sekolah lokal dan memiliki guru yang mengkhususkan diri dalam berbagai bidang seperti shamisen, tari, flute, drum dan upacara minum teh.

Saat mereka mendekati usia magang, okiya akan bernegosiasi dengan geisha senior untuk menjadi mentor magang atau “kakak”. Sang kakak akan membantu mempromosikan si magang dan mengajarinya seni menghibur di pesta-pesta, mulai dari cara memulai percakapan cerdas sampai cara menuang sake. Sang kakak akan mendapatkan sebagian upah si adik sebagai biaya pelatihan yang dulu telah diberikannya.

Kebanyakan orang mengira geisha adalah pelacur. Faktanya, geisha sejati jarang terlibat hubungan seksual dengan pelanggannya. Peran utama geisha adalah sebagai penghibur. Para geisha biasanya dipanggil ke pesta dimana mereka bertugas menghidupkan suasana dengan menari, menyanyi atau cara lain.

Seorang geisha mungkin memiliki pelindung pribadi atau danna. Hubungan ini biasanya bersifat seksual, meskipun terjadi di luar lingkungan kerja normal. Pada umumnya seorang pria kaya yang mampu membayar biaya sekolah, pelajaran, resital pribadi dan bahkan pakaian seorang geisha. Dengan memiliki danna, seorang geisha mampu memutuskan hubungan dengan okiya dan hidup secara mandiri jika dia menginginkannya.

Geisha mempelajari berbagai seni tradisional Jepang dengan serius, bahkan hingga sekarang. Jumlah mereka terus menurun, namun masih ada wanita Jepang yang tetap melakoninya. Wilayah Jepang yang paling terkenal dengan geisha nya adalah Kyoto. Wisatawan masih bisa melihat gadis-gadis muda ini memakai kimono penuh ornamen dan menjalankan peran tradisional berusia berabad-abad sebagai penghibur.

Source : http://www.amazine.co/28017/apa-itu-geisha-fakta-sejarah-gadis-penghibur-jepang/, Japan Course (@ine0489k)

Sabtu, 26 November 2016

Belajar Tentang Indonesia, Mahasiswa Jepang Mengamen di Kota Tua

Jakarta - Banyak cara dilakukan orang untuk belajar. Bisa di kelas, di ruang terbuka, di rumah, di mana saja asal ada keinginan untuk melakukannya.

Demikian juga, belajar tentang nilai-nilai yang dimiliki suatu negara dapat dilakukan dengan menonton film atau membaca buku. Namun, rasanya kurang pas kalau kita tidak langsung datang ke negara itu dan berinteraksi dengan orang-orangnya.

Mengamen! Itulah cara unik dan menantang yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa dari Jepang. 14 orang mahasiswa Universitas Chuo, Tokyo, yang terdiri dari 4 orang laki-laki dan 10 orang perempuan mengekspresikan keberanian mereka dalam berinteraksi dengan masyarakat Indonesia melalui lagu yang mereka bawakan. Kota Tua yang menjadi sasarannya.

Senin (14/8) malam, suasana Kota Tua yang dibasahi rintik hujan itu terasa lebih hangat dari biasanya manakala kelompok mahasiswa yang dipimpin oleh Prof. Dr. Hisanori Kato itu menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka” dalam dua versi bahasa.

Bendera Indonesia seakan menjadi saksi kekhidmatan mereka dalam mengalunkan lagu itu. Selain itu, mereka juga menyanyikan lagu Jepang yang pernah sangat populer di era 80-an, yakni Kokoro no Tomo.

Pengunjung yang hilir mudik di area itu, tidak sedikit yang keheranan melihat aksi mereka. Ada yang berhenti sebentar hanya untuk melihat, ada yang nimbrung ikut menyanyi, bahkan ada juga yang ingin dipotret bersama “artis amatir” itu.

Di negara mereka sendiri, mungkin itu menjadi hal yang mustahil. Tetapi, keterbukaan masyarakat Indonesia dalam menerima “orang asing”, keramahan, dan kehangatan menjadi magnet yang kuat bagi mereka untuk berani tampil di depan orang banyak.

Aksi mengamen tersebut tentu saja memiliki tujuan, di antaranya menapak tilasi tumbuhnya kecintaan guru mereka, Hisanori Kato terhadap negeri ini.

Ya, mengamen pernah dilakukan lelaki berkaca mata itu kurang lebih 2 dekade yang lalu. Tujuannya ingin menumpahkan dendamnya pada Indonesia. Namun, apa dikata, semua itu tak terbalaskan, melainkan sirna oleh senyuman, tepukan, dan sambutan hangat  orang Indonesia yang menerimanya dengan tangan terbuka.

Source : http://www.republika.co.id/berita/komunitas/aksi-komunitas/16/08/22/ocaset280-belajar-tentang-indonesia-mahasiswa-jepang-mengamen-di-kota-tua, Japan Course (@ine0489k)

Jumat, 25 November 2016

Kembali Menolak Pensiun, Miyazaki Kembali Mengerjakan Animasi Untuk Film Terbaru Ghibli

Ada penggemar anime studio ghibli?
Yukk dibaca…
Salah satu sosok legendaris di dunia animasi yang sering mengeluhkan kondisi anime saat ini, Hayao Miyazaki dikabarkan akan kembali dari masa pensiunnya dan mengurus sebuah film animasi buatan Ghibli.
Hal ini diungkapkan Miyazaki dalam acara spesial NHK TV Owaranai no Hito (Manusia Yang Belum Selesai). Dia mengungkapkan akan membuat film pendek dengan teknik animasi CG berjudul Boro the Caterpillar untuk Museum Ghibli. Merasa tidak puas karena hanya diberi jatah 12 menit, ia menarik produser Ghibli Toshio Suzuki pada bulan Agustus untuk mengerjakan film ini dalam durasi yang lebih panjang.
Miyazaki menargetkan film ini akan selesai pada tahun 2020 bertepatan dengan Olimpiade Musim Panas 2020 yang akan berlangsung di Jepang. Miyazaki sudah merencanakan cerita dari Boro the Caterpillar semenjak dua puluh tahun lalu, ia menjabarkan bahwa film ini bercerita tentang ulat kecil yang bisa dihancurkan oleh tangan manusia saking kecilnya. Pihak Ghibli belum berkomentar banyak soal proyek film terbaru dari Miyazaki.
Legenda hidup yang berusia 76 tahun ini sudah berkali-kali menyatakan ingin pensiun dari dunia anime. Pertama kali ia mengumumkan akan mundur dari dunia animasi ketika ia menyelesaikan Princess Mononoke pada tahun 1998 dan menyatakan akan benar-benar berhenti dari dunia animasi pada tahun 2013 ketika ia menyelesaikan The Wind Rises yang sukses menjadi film dengan penjualan tertinggi di Jepang pada tahun 2013. Dia juga sering mengkritisi kondisi anime jaman sekarang yang dipenuhi dengan otaku dan kurangnya interaksi manusia yang normal dalam dunia anime sekarang.
Yaa karena rencana masih akan dirilis musim panas 2020 kita nantikan saja bagaimana filmnya nanti...
Source : http://jurnalotaku.com/2016/11/14/miyazaki-kembali-kerja-di-ghibli/

Kamis, 24 November 2016

Kota Hida yang Jadi Latar Kimi no Na wa, Malah Kesulitan Menonton Film Anime ini

Pada tanggal 6 November 2016, telah diadakan screening film anime popular “Kimi No Na Wa” di Kota Hida, Prefektur Gifu, Jepang. Kota ini adalah kota yang menjadi latar belakang terjadinya cerita di dalam anime tersebut, namun karena di kota tersebut tidak ada bioskop, maka penduduk setempat baru bisa menonton anime yang telah rilis sejak Agustus 2016 tersebut pada kesempatan ini.
Film ini dipertunjukkan di pusat kebudayaan kota Hida sebanyak 3 kali, tiap kalinya ditonton oleh 650 orang. Penayangan filmnya dimulai dengan video pesan dari sutradara Makoto Shinkai, “Saya tidak tahu di sana tidak ada bioskop. Saya sangat senang pada hari ini, kalian bisa melihat karya ini”.
Tiket pertunjukan ini habis terjual hanya dalam waktu 2 jam sejak mulai dijualnya pada tanggal 23 Oktober 2016. Salah satu penonton bernama Sakashita Hiromi bertutur, “Suami dan anak tertua saya sudah menonton film ini di Kota Toyama, tapi saya baru nonton sekarang. Seperti kata gosip, stasiun kereta dekat rumah kami pun tergambar persis sekali”, mengungkapkan kesannya akan film ini.
Di daerah Hida di bagian utara Prefektur Gifu, tidak ada bioskop sejak bioskop di kota Takayama tutup pada tahun 2014. Pihak kota lalu mendapatkan aspirasi dari para penduduknya bahwa mereka “Ingin melihat film terkenal yang menggambarkan kampung halaman mereka di daerahnya”, dan pihak kota pun mengadakan pertunjukan ini setelah bernegosiasi dengan pihak Toei selaku pemegang hak distribusi filmnya.
Source : Japanese Station