Sabtu, 24 Februari 2018

3 Dialek Bahasa Jepang yang Tersulit Menurut Orang Jepang


Kalian mungkin sudah tahu bahwa bahasa Jepang yang digunakan di Jepang tidaklah sama di setiap daerah. Bahasa Jepang resmi yang digunakan di Jepang disebut juga dengan Hyojun-go atau Bahasa Standar, dan di berbagai daerah di Jepang menggunakan bahasa Jepang yang tidak resmi, atau dialek. Di antara berbagai dialek yang ada di Jepang, ada beberapa dialek yang dianggap menyulitkan oleh orang Jepang. Berikut adalah 3 dialek yang tersulit menurut orang Jepang :
1.  Prefektur Aomori
Di Aomori ada 3 jenis dialek utama, yaitu Tsugaru-ben, Shimokita-ben, dan Nanbu-ben. Yang paling dikenal sebagai Dialek Aomori adalah Tsugaru-ben yang wilayah penggunaannya paling luas. Ucapan yang dikeluarkan ketiga dialek ini saat kaget pun berbeda-beda, yaitu “Onroo” yang biasa diucapkan oleh pengguna Tsugaru-ben, “Yaiyaa” yang biasa diucapkan pengguna Shimokita-ben, dan “Jajaja” yang diucapkan pengguna Nanbu-ben. Selain itu cara menyebut diri sendiri di ketiga dialek ini berbeda walaupun berada di satu prefektur, yaitu “Wa” di Tsugaru-ben, “Wara” di Shimokita-ben, dan “Ore” di Nanbu-ben.
2.  Prefektur Okinawa
Ryukyu-go yang banyak dipergunakan di Okinawa sangat sulit untuk dipahami orang Jepang. Selama 450 tahun, Okinawa bukanlah bagian dari Jepang, melainkan sebuah negara yang berdiri sendiri, bernama “Kerajaan Ryukyu”. Bahasa Ryukyu sangat berbeda dalam pengucapan dan penulisan dengan bahasa Jepang, dan sampai saat ini pun para ahli masih memperdebatkan apakah bahasa Ryukyu adalah dialek atau sebuah bahasa yang terpisah sama sekali dari bahasa Jepang.
3.  Prefektur Akita
Di dalam prefektur Akita sendiri ada 5 jenis dialek yang membentuk Akita-ben, yaitu Dialek Kazuno, Dialek Kenkita, Dialek Chuo, Dialek Kennan dan Dialek Yuri. Contoh dari dialek yang digunakan di Akita ini, adalah menggunakan “Oi” atau “Oe” sebagai kata ganti diri sendiri dan “Ome” atau “Nga” sebagai kata ganti orang kedua.
Di zaman di mana televisi dan internet sudah menjamur seperti masa sekarang, di Jepang pun makin sedikit yang menggunakan hougen atau dialek, terutama di kalangan anak muda. Hal ini tentunya sangat disayangkan oleh orang Jepang, karena dialek pun adalah identitas daerah di Jepang. Adakah dialek bahasa Jepang yang ingin kalian pelajari?
Source : https://japanesestation.com/3-dialek-bahasa-jepang-tersulit-menurut-orang-jepang/

Rabu, 21 Februari 2018

Inilah Taman Hitsujiyama di Jepang yang Memanjakan Mata Pengunjungnya

おはようございます...
Lumut pink atau Shibazakura adalah bunga yang tumbuh dekat dengan tanah dalam warna cemerlang magenta, pink dan putih. Musim untuk lumut merah muda, yang terjadi dari akhir April hingga pertengahan Mei datang setelah musim bunga sakura yang lebih terkenal di Jepang. Sebuah cara yang populer untuk menikmati lumut merah muda ini adalah pergi ke sebuah festival atau taman lumut merah muda dan melihat berbagai desain yang dibuat dengan mengatur warna lumut pink ini. Salah satu tempat terbaik untuk menikmati mekarnya lumut merah muda adalah di Hitsujiyama Park dekat dengan kota Chichibu, di Prefektur Saitama.
Sekitar 400.000 tanaman Shibazakura dari delapan varietas mekar dari bulan April hingga Mei di lereng Hitsujiyama Hill di kaki Gunung Buko yang simbolis dari Chichibu, yang menciptakan karpet elegan berwarna pink, ungu dan putih. Jalanan berliku akan membawa Anda melintasi sisi bukit sureal berwarna merah muda dan ungu yang menghadap ke kota. Bagian belakang Daisetsuzan Mountain Range menawarkan berbagai puncak runcingnya yang tertutup salju sebagai latar belakangnya dan bunga-bunga tulip menghiasi jalan lebar di lereng landai dalam perjalanan Anda melintasi bukit. Selain Shibazakura ada sekitar 1.000 pohon cherry (sakura), termasuk yoshino cherry, weeping cherry, dan pohon cherry berkelopak ganda, yang ditanam di taman tersebut, yang mekar pada bulan April.
Berikut foto-foto keindahan di Hitsujiyama Park :

Source : amusingplanet.com, https://japanesestation.com/inilah-taman-hitsujiyama-di-jepang-yang-memanjakan-mata-pengunjungnya/

Minggu, 18 Februari 2018

Apa Bedanya Yukata dan Kimono?

Konnichiwa minna ^_^
Disini ada yang tau nggak? Bedanya yukata dan kimono? 
Yukkk yang menyukai budaya Jepang tentunya harus tau yaa bedanya ;)
Mariii kita simaaakkk ~Cuss~
1.  Yukata
Yukata (浴衣, baju sesudah mandi) adalah jenis kimono yang dibuat dari bahan kain katun tipis tanpa pelapis. Dibuat dari kain yang mudah dilewati angin, yukata dipakai agar badan menjadi sejuk di sore hari atau sesudah mandi malam berendam dengan air panas.
Menurut urutan tingkat formalitas, yukata adalah kimono nonformal yang dipakai pria dan wanita pada kesempatan santai di musim panas, misalnya sewaktu melihat pesta kembang api (hanabi), matsuri (ennichi), atau menari pada perayaan obon. Yukata dapat dipakai siapa saja tanpa mengenal status, wanita sudah menikah atau belum menikah.
Gerakan dasar yang harus dikuasai dalam nihon buyo selalu berkaitan dengan kimono. Ketika berlatih tari, penari mengenakan yukata sebagai pengganti kimono agar kimono berharga mahal tidak rusak karena keringat. Aktor kabuki mengenakan yukata ketika berdandan atau memerankan tokoh yang memakai yukata. Pegulat sumo memakai yukata sebelum dan sesudah bertanding.
Musim panas berarti musim pesta kembang api dan matsuri di Jepang. Jika terlihat orang memakai yukata, berarti tidak jauh dari tempat itu ada matsuri atau pesta kembang api.
2.  Kimono
Kimono (着物) adalah pakaian tradisional Jepang. Arti harfiah kimono adalah baju atau sesuatu yang dikenakan (ki berarti pakai dan mono berarti barang).
Pada zaman sekarang, kimono berbentuk seperti huruf “T”, mirip mantel berlengan panjang dan berkerah. Panjang kimono dibuat hingga ke pergelangan kaki. Wanita mengenakan kimono berbentuk baju terusan, sementara pria mengenakan kimono berbentuk setelan. Kerah bagian kanan harus berada di bawah kerah bagian kiri. Sabuk kain yang disebut obi dililitkan di bagian perut/pinggang, dan diikat di bagian punggung. Alas kaki sewaktu mengenakan kimono adalah zouri atau geta.
Kimono sekarang ini lebih sering dikenakan wanita pada kesempatan istimewa. Wanita yang belum menikah mengenakan sejenis kimono yang disebut furisode. Ciri khas furisode adalah lengan yang lebarnya hampir menyentuh lantai. Perempuan yang genap berusia 20 tahun mengenakan furisode untuk menghadiri seijin shiki. Pria mengenakan kimono pada pesta pernikahan, upacara minum teh, dan acara formal lainnya. Ketika tampil di luar arena sumo, pesumo profesional diharuskan mengenakan kimono. Anak-anak mengenakan kimono ketika menghadiri perayaan Shichi-Go-San. Selain itu, kimono dikenakan pekerja bidang industri jasa dan pariwisata, pelayan wanita rumah makan tradisional (ryoutei) dan pegawai penginapan tradisional (ryokan).
Pakaian pengantin wanita tradisional Jepang (hanayome ishou) terdiri dari furisode dan uchikake (mantel yang dikenakan di atas furisode). Furisode untuk pengantin wanita berbeda dari furisode untuk wanita muda yang belum menikah. Bahan untuk furisode pengantin diberi motif yang dipercaya mengundang keberuntungan, seperti gambar burung jenjang. Warna furisode pengantin juga lebih cerah dibandingkan furisode biasa. Shiromuku adalah sebutan untuk baju pengantin wanita tradisional berupa furisode berwarna putih bersih dengan motif tenunan yang juga berwarna putih.
Sebagai pembeda dari pakaian Barat (youfuku) yang dikenal sejak zaman Meiji, orang Jepang menyebut pakaian tradisional Jepang sebagai wafuku (和服, pakaian Jepang). Sebelum dikenalnya pakaian Barat, semua pakaian yang dipakai orang Jepang disebut kimono. Sebutan lain untuk kimono adalah gofuku (呉服). Istilah gofuku mulanya dipakai untuk menyebut pakaian orang negara Dong Wu (bahasa Jepang : negara Go) yang tiba di Jepang dari daratan Cina.
Pemilihan jenis kimono yang tepat memerlukan pengetahuan mengenai simbolisme dan isyarat terselubung yang dikandung masing-masing jenis kimono.
Source : Japan Course (@ine0489k)

Kamis, 15 Februari 2018

Daruma-san ga Koronda

Konbanwa.., mumpung malam jum'at mimin mau bahas tentang permainan memanggil hantu dari Jepang,.. yuk dibaca!
Daruma-san ga Koronda adalah sebuah permainan memanggil hantu dari Jepang, permainan ini cenderung mengerikan karena hantu yang kita panggil akan mengikuti ke mana dan di mana kita berada.
Dalam permainan ini anda tidak boleh tertangkap oleh hantu tersebut dan diwajibkan untuk menghindar. Permainan ini biasanya dimainkan oleh paranormal untuk mengasah ketangkasannya.
Berikut cara memainkannya :
1.   Sebelum tidur malam, lepaskan pakaian kalian, dan pergilah ke kamar mandi.
2.   Isilah bathtub/bak/ember dengan air dan matikan lampunya.
3.   Duduk di tengah bathtub/bak mandi, dan menghadap ke keran air.
4.   Cucilah rambut kalian sambil menyebut berulang ulang “daruma jatuh daruma jatuh”.
5.  Saat mencuci rambut, bayangkan di pikiran kalian, kalian akan melihat sosok wanita Jepang yang berdiri di bak mandi, ia tergelincir dan terjatuh di samping keran air.
6.  Terus dan terus menyebutkan “daruma jatuh daruma jatuh” sampai kalian selesai mencuci rambut kalian, INGAT mata kalian harus tetap tertutup.
Setelah itu, kalian akan merasakan gerakan di dalam bak mandi tersebut, sekali lagi INGAT mata kalian harus tertutup! JANGAN PERNAH COBA-COBA UNTUK MENGINTIP, setelah itu kalian baru saja memanggil sesosok hantu, sosok wanita akan keluar dari air di belakang kalian, kalian akan merasakannya saat ia menatap mata kalian, kepalanya tepat di bahu kanan kalian, rambutnya hitam kusut, pakaiannya compang camping dan membusuk ia hanya punya satu mata di bagian kiri, mata itu terbuka lebar berwarna merah.
7.   Ketika kalian merasakannya, kalian harus membuat pertanyaan seperti ini “mengapa kamu jatuh di kamar mandi?”.
8.  Tetap menutup mata kalian, berdiri dan keluar dari kamar mandi tanpa membuka mata, setelah itu keluarlah dari kamar mandi, dan tutup pintunya, kalian harus segera tidur.
Paginya, segeralah bangun karena permainan sudah dimulai, hantu wanita bermata 1 akan mengikuti ke manapun kalian pergi, setiap kalian melihatnya ia akan menghilang, ketika kalian melirik ke bahu kanan kalian, maka kalian akan menangkap sekilas figur dari dirinya, ia akan lebih dekat, dan lebih dekat. Jangan biarkan ia menangkap kalian, jika kalian melirik dan ia terlalu dekat, kalian harus berteriak “TOMARE!” yang berarti berhenti, lalu lari secepat mungkin, kesempatan ini untuk kalian berlari sejauh mungkin menjauhi wanita bermata satu itu.
Untuk mengakhiri permainan ini, kalian harus melihat sekilas figur wanita ini dan berteriak “AKU AKAN MEMOTONGMU PERLAHAN!” kemudian ayunkan tangan kanan kalian ke bawah seperti gerakan memotong, kalian harus mengakhiri permainan ini sebelum tengah malam, jika tidak wanita ini akan muncul di mimpi kalian dan akan terus mengikuti kalian.
Peraturan dari permainan ini adalah :
1.   Jangan membuka mata kalian ketika proses pemanggilan hantu.
2.   Jangan biarkan hantu itu menghilang ketika kalian keluar dari bak mandi.
3.   Jangan kembali masuk ke kamar mandi setelah kalian keluar.
4.   Jangan menguras bak mandi sampai pagi.
5.   Jangan biarkan wanita bermata satu mengejar kalian di luar peraturan.
Peringatan :
·    Walaupun permainan ini berasal dari Jepang, namun peraturannya akan berlaku di mana saja.
·    Jika anda memainkan permainan ini dan terjadi masalah, penulis tidak bertanggung jawab.
Sources : scaryforkids.comja.wikipedia.org

Rabu, 14 Februari 2018

Mengintip Gaya Berpacaran Orang Jepang

1.   Moment kokuhaku (penembakan)
Di Jepang moment nembak cewek namanya Kokuhaku, biasanya sebelum menyatakan cinta, seorang cowok bakal ngajak temen ceweknya buat jalan rame-rame sama temen-temen lain. Nah waktu dalam perjalanan pulang dari jalan-jalan itulah, si cowok bakal nembak cewek yang disukainya.
2.   Tidak bilang cinta, cuma bilang suka
Pasangan pacaran di Jepang nggak pernah bilang Aishiteru (cinta) ke pasangannya. Mereka Cuma bilang Daisuki (suka banget) ke pasangannya. Hal ini karena ungkapan aishiteru hanya diungkapkan pria kepada wanita jika mereka sudah memutuskan akan melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.
3.   First date  di restaurant mewah
Nah, ketika baru saja menjadi pasangan, cowok Jepang akan mengajak pacarnya untuk kencan pertama di sebuah restaurant mewah. Kalo kencan-kencan selanjutnya sih boleh aja jalan-jalan ke mall atau nonton bareng.
4.   Tidak menjemput pasangan
Tradisi antar jemput pasangan di Jepang dengan di Indonesia ga sama. Karna di Jepang sebagian besar penduduknya menggunakan kereta sebagai sarana transportasi, maka pasangan pacaran lebih banyak bertemu di stasiun daripada menjemput ke rumah pasangannya. Begitu juga waktu pulang ngedate, cowok ga akan mengantar ceweknya nyampe rumah, mereka akan berpisah di stasiun. Ketika sudah sampai di rumah masing-masing, si cowok bakal sms ceweknya buat memastikan ceweknya nyampe rumah dengan keadaan selamat.
5.   Tidak ada istilah traktir
Nah yang satu ini kayanya harus ditiru nih sama pasangan pacaran di Indonesia. Di Jepang ga ada tradisi cewek makan dibayarin cowoknya. Abis makan ya bayar sendiri-sendiri. Hehe, jadi hemat kan kalo pacaran kaya gini…
6.   Tidak mengenalkan ke orang tua sampai memutuskan untuk menikah
Di Jepang, mengenalkan pasangan ke orang tua ga akan dilakukan sampai bener-bener serius dan memutuskan untuk menikah.
Gimana menurutmu kalo dibandingin dengan gaya pacaran orang Indonesia?
Source : http://j-cul.com/mengintip-gaya-pacaran-orang-jepang/

Senin, 12 Februari 2018

Kegiatan Mandi Bersama yang Menyenangkan

Kegiatan mandi bersama ini dilakukan oleh orang Jepang di 3 tempat, yaitu di kamar mandi rumah, di pemandian umum sekitar tempat tinggal, dan di pemandian sumber air panas yang terdapat di daerah pegunungan. Pertama kita bahas mandi bersama di kamar mandi rumah dulu ya
Mandi bersama di kamar mandi rumah ini bisa banyak sekali kita temui di dalam komik Crayon Shinchan. Biasanya kegiatan ini dilakukan oleh ayah dan anaknya atau ibu dan anak-anaknya dengan masuk bersama ke dalam bak yang berisi air panas (disebut ofuro). Air panas dalam bak mandi ini akan dipakai berulang-ulang oleh seluruh orang dalam rumah itu, sehingga sebelum kita masuk ke bak sudah harus selesai membersihkan tubuh dengan sabun dan membilasnya. Kalau kamu datang berkunjung ke rumah orang Jepang dan menginap di sana, kamu mendapat kehormatan dengan memakai air hangat bak mandi tersebut paling pertama di antara yang lain.
Tempat mandi bersama yang kedua adalah sento (銭湯) yaitu tempat pemandian air panas untuk umum di Jepang. Orang yang ingin mandi dipungut biaya masuk. Pria dan wanita mandi di kamar mandi terpisah. Cara mandi di pemandian umum ini sama dengan cara mandi di rumah. Satu bak mandi digunakan untuk mandi berendam bersama-sama oleh beberapa orang sekaligus.
Setelah mengganti pakaian  dengan sehelai handuk di dalam ruangan ganti yang telah disediakan, mandilah di tempat yang telah disediakan. Di dinding tempat mandi biasanya terdapat sebuah cermin. Selain itu, disediakan keran air dingin dan air panas sehingga wisatawan bebas memilih suhu air yang disukai. Setelah merasa benar-benar bersih dan bebas sabun masuklah ke ofuro terdapat dalam sento. Sejarah berdirinya sento ini adalah karena di masa lalu banyak rumah-rumah di Jepang yang tidak dilengkapi dengan bak mandi, oleh karena itu dibuatlah suatu tempat di mana penduduk lokal bisa pergi untuk berendam dan bersosialisasi dengan tetangga.
 
Tempat mandi bersama ketiga adalah onsen. Onsen adalah istilah bahasa Jepang untuk sumber air panas dan tempat mandi berendam dengan air panas yang keluar dari perut bumi, berbeda dengan sento yang merupakan  jenis rumah mandi dimana pelanggan membayar untuk masuk. Sampai saat ini Onsen masih cukup diminati di kota-kota wisata yang berkembang di sekeliling sumber air panas. Kegiatan mandi bersama ini menjadi kegiatan favorit yang dilakukan orang Jepang ketika sedang musim dingin. Mereka akan mencari penginapan di sekitar pegunungan yang menyediakan fasilitas onsen. Setelah berendam di onsen bersama teman-teman dan keluarga, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama.
Source : blog.thejapanesetutor.com

Minggu, 11 Februari 2018

“Daiso”, Toko Pernak-Pernik Jepang yang Murah

Daiso atau yang sering dijuluki dengan “hyaku en shop” (toko serba seratus yen) merupakan sebuah toko yang menyediakan berbagai jenis barang dengan harga yang seragam yaitu 100 yen (biasanya ditambah dengan pajak 5 yen, jadi 105 yen). Jadi jika dalam kurs rupiah, semua barang dalam toko itu hanya seharga kurang dari 20ribu rupiah! Barang-barang yang dijual di toko ini ada macam-macam mulai dari mie instan, minuman kaleng, sabun mandi, deterjen, peralatan masak, peralatan makan, payung, kosmetik, hingga pernak pernik imut ala Jepang. Karena harganya yang terjangkau itulah, para tourist yang sedang berkunjung ke Jepang kerap kali memilih berbelanja di Daiso untuk membeli oleh-oleh.
Dalam perkembangannya, Daiso tidak hanya terdapat di Jepang tetapi juga beberapa negara di dunia, seperti Amerika Serikat, Australia, bahkan di Indonesia juga sudah ada lho, yaitu di Jakarta dan Surabaya. Jadi buat yang pengen beli pernak-pernik lucu khas Jepang yang murah meriah, yuk kita ke Daiso!
Source : http://j-cul.com/daiso-toko-pernak-pernik-jepang/