Kamis, 03 Januari 2019

Akaname (Hantu Toilet)


Akaname merupakan hantu yang konon tinggal atau berada di dalam toilet. Ia hidup dengan cara menjilati kotoran dan debu yang terkumpul. Konon hantu ini berwujud manusia namun kulitnya berwarna merah dan mengelupas seperti orang telah lama berendam di dalam air panas, maka dari itu hantu ini disebut dengan Akaname.
Akaname juga memiliki lidah yang panjang. Untuk menghindari hantu ini cukup dengan membersihkan toilet secara teratur saja. Namun ternyata hantu yang satu ini cukup pemalu juga, karena ia akan keluar ketika ia yakin bahwa orang-orang yang berada di dalam rumah telah tertidur lelap.
Ketika seseorang datang, orang tersebut hanya akan melihat sekelebat dari hantu ini, karena ia akan bersembunyi atau hanya akan mendengar suara langkah kaki Akaname saja. Jika Anda mendengarkan suara bising yang aneh di dalam kamar mandi Anda, mungkin saja Akaname sedang berada di sana. Jadi bersihkanlah toilet di rumah Anda untuk menghindarinya.

Source : Japan Course (@ine0489k)

Minggu, 30 Desember 2018

Mengapa Jepang Merayakan Natal dengan Makan KFC?



Bagaimana bisa sebuah kampanye pemasaran restoran cepat saji berubah menjadi tradisi saat Natal bagi jutaan orang?
Setiap Natal, Ryohei Ando berkumpul bersama dengan keluarganya dalam sebuah tradisi liburan. Seperti yang dilakukan ayahnya ketika dia masih kecil, dua anak-anaknya akan merogoh ember berwarna merah dan putih dan mengambil potongan terbaik ayam goreng yang bisa mereka temukan.
Ya, ini merupakan kegembiraan Natal KFC bagi keluarga Ando. Mungkin tampaknya aneh di luar Jepang, tetapi bagi keluarga Ando dan jutaan lainnya tidak akan pernah membiarkan Natal berlalu tanpa Kentucky Fried Chicken. Setiap musim Natal diperkirakan 3,6 juta keluarga Jepang mentraktir diri mereka sendiri ayam goreng dari restoran cepat saji Amerika yang telah menjadi tradisi di seluruh negeri.
“Anak-anak saya, berpikir itu merupakan sesuatu yang wajar,” kata Ando, seorang yang bekerja dibagian departemen pemasaran di perusahaan peralatan olahraga di Tokyo, yang berusia 40 tahun.
Ketika jutaan orang merayakan Natal dengan KFC, lainnya di Jepang mentraktir diri mereka sendiri dengan liburan romantis mirip Hari Valentine, dan pasangan menandai peristiwa itu dengan makan malam di restoran kelas atas. Bagi keluarga Jepang yang lain, Natal diakui tetapi tidak dirayakan dengan cara yang khusus.
Tetapi bagi mereka yang ingin ikut serta, ini tak semudah masuk ke restoran dan memesan. Desember merupakan bulan yang sibuk bagi KFC di Jepang, penjualan harian di sejumlah restoran selama periode Natal bisa meningkat 10 kali lipat dari biasanya. Makan Malam spesial seringkali harus di pesan satu pekan sebelumnya. Dan mereka yang tidak melakukannya seringkali harus mengantri sampai berjam-jam.
Asal-usul tradisi KFC di Jepang merupakan buntut dari promosi perusahaan bahwa “setiap bisnis yang masuk ke Jepang seharusnya belajar.”
Menurut juru bicara KFC Jepang Motoichi Nakatani, tradisi ini dimulai dari Takeshi Okawara, manajer pertama KFC di negara ini. Sesaat setelah restoran ini dibuka pada 1970, Okawara bangun di tengah malam dan menuliskan ide yang datang melalui mimpi : sebuah “ember pesta” untuk dijual disaat Natal.
Okawara memimpikan ide itu setelah mendengar sepasang warga asing di tokonya berbicara mengenai bagaimana mereka merindukan makan kalkun di saat Natal, menurut Nakatani. Okawara berharap makam malam ayam goreng saat Natal dapat menjadi pengganti yang baik, dan kemudian dia mulai memasarkan “ember pesta” sebagai cara untuk merayakan liburan.
Pada 1974, KFC melakukan rencana pemasaran nasional, dengan menyebutnya Kurisumasu ni wa Kentakkii, atau Kentucky untuk Natal.
Upaya itu dengan cepat melesat, begitu pula dengan karir Okawara yang merupakan lulusan Harvard, naik menjadi presiden dan CEO dari Kentucky Fried Chicken Jepang 1984-2002.
“Ini mengisi kekosongan,” kata Rokka. “Tidak ada tradisi Natal di Jepang, dan ketika KFC datang dan mengatakan, ini yang harus kamu lakukan pada saat Natal.”
Iklan perusahaan untuk makanan Natal menggambarkan keluarga Jepang yang bahagia berkumpul mengelilingi ember ayam goreng. Tetapi ini bukan sekedar bagian dada dan paha ayam, sajian itu telah menjadi kotak makanan keluarga spesial yang diisi dengan ayam, kue dan anggur.
Setelah berpergian ke luar negeri, Ando menyadari bahwa negaranya mungkin satu-satunya yang merayakan Natal dengan seember KFC. Tetapi bagi dia, dia melihat tradisi itu lebih dari sebuah bentuk promosi perusahaan.
Bagi Ando, dia tetap berencana untuk mendapatkan KFC untuk anak-anaknya pada tahun ini. Tetapi dia mendatangi toko roti juga untuk membeli kue Natal. Di saat malam Natal, keluarga akan berkumpul mengelilingi ember KFC, seperti yang dilakukan Ando di masa kecil, dan seperti anak-anaknya akan melakukannya dengan generasi yang mendatang.
“Ini seperti sebuah simbol reuni keluarga,” kata Ando. “Ini bukan sekedar mengenai ayam. Ini mengenai membuat keluarga berkumpul, dan hanya kebetulan ada ayam yang menjadi bagian itu.”

Source : http://www.bbc.com/indonesia/vert-cap-38375432

Selasa, 25 Desember 2018

Bagaimana Orang Jepang Merayakan Natal?


Hari raya Natal di Jepang hanyalah sekedar hari libur yang dirayakan bersama selama beberapa dekade terakhir. Tapi, hari tersebut masih belum dianggap sebagai hari libur keagamaan karena tidak begitu banyak kaum kristiani yang ada di Jepang. kini natal di Jepang menyerap kebudayaan populer yang terdapat di Amerika, seperti hari valentine dan juga Halloween. Natal di negeri matahari terbit itu, dikenal sebagai waktu berbagi kebahagian.
Banyak orang Jepang merayakan Natal. Keluarga dan teman-teman beramai-ramai mengadakan pesta, tentunya dengan kue, makanan yang lezat dan berbagai dekorasi natal. Seiring dengan liburan Tahun Baru, yang menjadi peristiwa besar pada musim pesta. Sebagian besar orang Jepang tidak pergi ke gereja untuk misa Natal, dan juga Natal disana bukanlah hari libur. Para orang tua yang telah memiliki anak akan memberikan mereka “hadiah dari santa”. Malam natal disana dianggap sebagai saat yang romantis, dimana banyak pasangan menghabiskan waktu bersama lalu bertukar kartu dan hadiah natal. Candlelight dinner di restoran dan tempat-tempat romantis yang akan menjadi indah saat natal dengan tata lampunya, juga akan dipenuhi para pasangan saat malam natal di Jepang.
Orang Jepang biasanya menyantap ayam goreng saat hari natal di Jepang, percaya atau tidak, hari itu adalah hari tersibuk selama satu tahun untuk franchise restoran siap saji KFC. Makanan tradisional Jepang disaat natal adalah kue natal, bukan kue dengan berbagai buah-buahan, melainkan sponge cake yang didekorasi dengan whipped cream dan strawberry.
Sebagaimana 25 Desember di Jepang bukanlah hari libur nasional, jadi sekolah dan berbagai usaha bisnis tetap berjalan seperti biasa pada hari tersebut. dalam bahasa Jepang mengucapkan Selamat Natal (merry Christmast) dengan “Meri Kurisumasu” dan maskot terkenal pada hari natal akan dipanggil “santa-san”.
Tapi, yang lebih mendekati budaya natal Amerika di Jepang adalah Tahun Baru Jepang yang disebut “Shogatsu”, periode dimana keluarga besar berkumpul, makan makanan yang spesial, berdoa, dan saling memberikan kartu ucapan. Tahun baru di Jepang dirayakan mulai 31 Desember sampai 4 Januari di Jepang, dan itu menjadi saat-saat tersibuk di sana

Source : http://anibee.tv/news/id/fashion-lifestyle/5340/bagaimana-orang-jepang-merayakan-natal

Jumat, 02 November 2018

Macam-macam Perayaan dan Festival Jepang di Bulan November dan Desember



Bulan November
·  Tanggal 12 sampai 18, tahun 2005 (tanggal 11 sampai 17 dari bulan ke-10, dalam kalender kuno)
Festival Kami-ari, di Kuil Izumo, Izumo, Prefektur Shimane
Dikatakan bahwa terdapat 8 juta dewa tinggal di Jepang, dan bahwa mereka semua pergi ke pertemuan tahunan di Izumo pada hari ke-10 bulan ke-10 (kalender kuno, November di kalender modern). Nama festival, “Kami-ari”, berarti “Para dewa semuanya hadir”. Karena semua dewa ada di Izumo, di tempat lainnya di Jepang tidak ada, sehingga bulan Oktober secara tradisional disebut Kannazuki (bulan tanpa dewa). (Sumber : Nipponnia No. 34, 15 September 2005)
·  Tori no Hi (Hari Ayam Jago)
Tori no Ichi (Pameran Hari Ayam Jago)
Di bulan November, pada Hari Ayam Jago (salah satu dari “12 Shio” di kalender kuno Cina), diadakan festival pasar di kuil di bagian-bagian yang berlainan di negeri ini. Pasar ini dikatakan untuk membawa kemakmuran dan keuntungan. Salah satu barang yang dijual di sana adalah penggaruk kumade yang dihias. (Sumber : Nipponnia No. 34, 15 September 2005)
·  Tanggal 15
Shichi-go-san (Festival 7-5-3)
Pada hari ini, para orang tua mendandani anak-anak mereka dengan pakaian tradisional resmi, dan membawa mereka ke kuil untuk merayakan pertumbuhan mereka. Anak laki-laki pergi ketika berusia 5 tahun, anak perempuan ketika berusia 3 dan 7 tahun. Selama festival, anak-anak pasti akan diberi chitose ame (permen seribu tahun). Di dalam foto, anak laki-laki dan perempuan memegang kantung yang berisi permen. Chitose ame yang panjang dan tipis, yang bahkan menjadi lebih panjang ketika ditarik, adalah jimat keberuntungan yang melambangkan keinginan untuk umur yang sangat panjang. (Sumber : Nipponnia No. 34, 15 September 2005)

Bulan Desember
·  Seluruh bulan
Bonen-kai (pesta akhir tahun)
Salah satu peristiwa yang paling disenangi untuk banyak orang. Waktu saat alkohol dapat diminum bebas, setiap orang mengambil makanan rebus dari panci bersama, dan teman kerja saling mengakui nilai masing-masing sebagai kolega kerja. Teman-teman juga berkumpul bersama untuk pesta yang serupa. (Sumber : Nipponnia No. 34, 15 September 2005)
·  Tanggal 24
Malam Natal
Di Jepang, Malam Natal (24 Desember) adalah waktu untuk percintaan, hari dimana para pasangan muda mengukuhkan kembali rasa cinta mereka. Juga merupakan waktu anak-anak mendapatkan hadiah. Sehingga seperti yang dapat Anda lihat, Natal di Jepang hanya mempunyai sedikit arti yang bersifat keagamaan. Dimulai pada awal bulan, pohon natal yang besar dan pajangan lampu menghiasi jalan, dan anda akan mendengar banyak rekaman lagu Natal. (Sumber : Nipponnia No. 34, 15 September 2005)
·  Tanggal 31
O-misoka (Malam Tahun Baru)
Malam Tahun Baru disebut o-misoka atau joya. Tepat di tengah malam, lonceng kane di kuil di seluruh negeri berbunyi 108 kali. Kebiasaan ini disebut joya no kane. Mengapa 108 kali? Untuk menghapuskan 108 kegagalan manusia dari hati para pendengar, termasuk diantaranya nafsu, keserakahan, kemarahan dan iri hati. Foto ini, diambil di Kuil Chion-in di Kyoto, memperlihatkan pendeta yang mengayunkan seluruh tubuhnya ke belakang untuk menarik pemukul yang sangat besar lebih keras ke arah lonceng. Sebelum tengah malam, sesuai dengan tradisi, keluarga berkumpul untuk makan toshi-koshi soba (mi soba yang melambangkan keinginan untuk umur panjang). Kemudian waktunya untuk merayakan datangnya tahun baru, dan mendengarkan lonceng kuil. (Sumber : Nipponnia No. 34, 15 September 2005)

Source : http://meita-seputarjepang.blogspot.co.id/2008/05/macam-macam-perayaan-dan-festival-di.html?m=1

Kamis, 01 November 2018

Nure Onna, Makhluk Gaib Berbentuk Ular


Kali ini mimin bahas tentang makhluk gaib berbentuk ular yuk dibaca cerita malam jum'atnyaa.., cekidottt!
Dalam cerita rakyat Jepang, Nure-onna (濡女) adalah youkai yang menyerupai makhluk amfibi dengan kepala seorang wanita dan tubuh dari ular. Sementara deskripsi penampilannya bervariasi sedikit dari cerita ke cerita, makhluk ini sering digambarkan memiliki panjang sekitar 300 m dan memiliki mata seperti ular, cakar panjang, taring, dan rambut panjang yang indah. Nure-onna biasanya terlihat di pantai sedang mencuci rambutnya.
Tujuan kemunculan Nure-onna ini tidak diketahui. Dalam beberapa cerita, dia adalah makhluk mengerikan yang cukup kuat untuk menghancurkan pohon dengan ekornya dan memakan manusia. Dia membawa sesuatu seperti bundelan anak kecil yang ia gunakan untuk menarik calon korban. Jika seseorang bermaksud baik dan menawarkan untuk menggendong bayi baginya, Nure-onna akan membiarkan mereka. Jika mereka mencoba untuk membuang bundelan itu karena memang bukan berisi anak kecil sama sekali, maka sebaliknya, bundelan itu menjadi sangat berat dan mencegah korban dari melarikan diri. Dia kemudian menggunakan lidah ular yang panjang untuk menyedot semua darah dari tubuh korbannya. Dalam cerita lain, Nure-onna hanya mencari keheningan saat ia mencuci rambutnya dan bereaksi keras terhadap orang-orang yang mengganggunya. Selain Nure-onna ada satu lagi makhluk ular yang dikenal di Jepang yaitu Rokurokubi.
Rokurokubi
Rokurokubi (辘轳首) termasuk youkai yang ditemukan dalam cerita rakyat Jepang. Mereka terlihat seperti manusia normal pada siang hari, tetapi pada malam hari mereka memiliki kemampuan untuk meregangkan leher mereka hingga ukuran yang sangat panjang. Mereka juga dapat mengubah wajah mereka menjadi seperti Oni yang menakutkan untuk menakut-nakuti manusia.
Rokurokubi sering hidup tidak terdeteksi dan bahkan dapat mengambil pasangan dari jenis manusia. Banyak Rokurokubi menjadi begitu terbiasa hidup seperti manusia hingga mereka harus merasakan sakit yang luar biasa dan berusaha keras dalam menjaga rahasia bentuk setan mereka. Mereka adalah penipu alami, bagaimanapun juga dorongan untuk menakut-nakuti dan memata-matai manusia sulit untuk ditolak.
Beberapa Rokurokubi mengungkapkan diri mereka hanya kepada para pemabuk, orang-orang bodoh, mereka yang sedang tertidur, atau buta dalam rangka untuk memuaskan dorongan ini.
Sedangkan Rokurokubi lain tidak punya rasa bersalah tersebut dan menakuti manusia.
Beberapa, dikatakan, bahkan tidak menyadari sifat sejati mereka dan menganggap mereka adalah manusia normal.
Kelompok terakhir ini meregangkan leher mereka keluar saat tidur secara spontan. Setelah bangun di pagi hari, mereka merasa bahwa mereka memiliki mimpi aneh tentang melihat lingkungan mereka dari sudut yang tidak alami.
Menurut beberapa cerita, Rokurokubi pernah menjadi manusia normal, tetapi diubah oleh karma karena melanggar berbagai ajaran agama Buddha. Seringkali, Rokurokubi ini benar-benar menyeramkan. Mereka makan orang atau minum darah manusia daripada sekedar menakut-nakuti. Setan Rokurokubi ini sering memiliki mangsa favorit, seperti orang lain yang telah melanggar ajaran Buddha atau manusia laki-laki.
Dalam cerita rakyat yang dikumpulkan untuk bukunya, Kwaidan oleh Lafcadio Hearn, Nukekubi salah diidentifikasi sebagai Rokurokubi. Kesalahan ini juga muncul dalam buku Perjuangan Fantasy, Sword of the Samurai, dan dalam novel Stephen Dedman : The Art of Arrow-Cutting. Nukekubi adalah makhluk yang serupa namun sedikit berbeda dari cerita rakyat Jepang; bukannya leher yang meregang, Nukekubi memiliki kepala yang benar-benar putus.

Source : Japan Course (@ine0489k)

Mengenal Chanoyu, Upacara Minum Teh Ala Jepang


Ada yang sudah pernah melihat upacara minum teh Jepang? kalau tidak pernah melihat secara langsung, paling tidak cobalah melihat videonya lewat youtube maupun media lainnya untuk menambah wawasan pengetahuan kebudayaan Jepang.
Arti kata Chanoyu sebenarnya adalah “air panas untuk teh”. Namun kemudian berkembang lebih luas menjadi upacara minum teh dalam tradisi Jepang, dalam chanoyu setiap peserta diharapkan mengalami ketenangan. Karena chanoyu sendiri dianggap sebagai bagian dari meditasi untuk mendapatkan keseimbangan jiwa (ketenangan diri).
Dalam upacara ini, teh disiapkan oleh seorang ahli khusus dan disajikan untuk sekelompok kecil orang dengan tata cara tertentu. Istilah chanoyu sendiri bisa juga disebut chadou atau sadou. Untuk bisa menjadi ahli chanoyu, dibutuhkan pengetahuan mendalam tentang tipe teh, kimono, kaligrafi Jepang, ikebana dan berbagai pengetahuan tradisional lain. Itulah sebabnya tak sembarangan orang bisa menjadi ahli chanoyu, bahkan mungkin dibutuhkan proses belajar puluhan tahun. Dan bagi orang-orang yang ingin ikut ambil bagian dalam chanoyu pun diwajibkan memiliki pengetahuan etika yang berlaku dalam upacara ini. Hal ini tak mengherankan, karena chanoyu telah menjadi salah satu bagian paling penting dari tradisi Jepang.
Tradisi minum teh sendiri sudah dikenal bangsa Jepang sejak abad ke-9, dibawa oleh biksu Jepang Eichu yang saat itu baru kembali dari China. Di negeri asalnya, China, tradisi minum teh konon telah ada sejak sebelum peradaban Masehi dimulai. Sama seperti di China, kebiasaan minum teh di Jepang awalnya adalah untuk tujuan medis, namun kemudian berkembang menjadi kegemaran dan bahkan lalu menjadi tradisi yang unik.
Pada abad 12, jenis teh yang baru, Matcha, diperkenalkan oleh Eisai, seorang biksu Jepang yang juga baru kembali dari China. Teh hijau dalam bentuk bubuk ini awalnya digunakan untuk ritual keagamaan di biara Budha Zen. Matcha berasal dari tanaman yang serupa dengan teh hitam, namun tidak difermentasi, melainkan digiling hingga berbentuk tepung.
Pada abad 16 tradisi minum teh telah menyebar ke seluruh golongan masyarakat di Jepang. Figur yang paling dikenal dalam dunia chanoyu saat itu adalah Sen no Rikyu, yang mengajarkan konsep ichi-go-ichi-e, bahwa setiap pertemuan chanoyu harus dianggap berharga, karena hal itu tak dapat diulangi lagi. Prinsip yang dianutnya harmoni, penghormatan, kemurnian dan ketenangan tetap menjadi prinsip dasar chanoyu hingga saat ini.
Jika menuruti tradisi Jepang, chanoyu biasanya diadakan pada sebuah ruang tertentu yang disebut chasitsu (ruang teh). Terdapat 2 jenis chasitsu, yaitu sebuah bangunan tersendiri yang terdiri dari beberapa ruang (di Inggris juga memiliki tradisi minum teh, dikenal sebagai tea houses/rumah teh) atau ruangan yang berada dalam suatu bangunan namun dikhususkan untuk upacara minum teh (di Inggris dikenal sebagai tea rooms/ruang teh).
Chasitsu
Rumah teh biasanya berupa bangunan sederhana yang kecil, terbuat dari kayu. Letaknya di area yang terpisah pada bagian yang tenang. Namun pada masa kini biasanya terdapat di kebun atau taman.
Peralatan Chanoyu
Inilah beberapa tata cara meminum teh di Jepang :
1.  Seorang ahli Chanoyu menyiapkan teh dan memberikan cangkir kepada tamu (biasanya lelaki diberi cangkir yang simple dan wanita diberi cangkir bunga.
2.   Posisi duduk dengan dada tegap dan kaki dilipat ke belakang (bagi muslim seperti duduk diantara dua sujud).
3.  Sebelum menempelkan cangkir ke bibir, cangkir diletakkan di telapak tangan kiri dan tangan kanan harus memutar cangkir 180 derajat dalam tiga putaran. Jika kita lupa melakukan hal ini maka kita dianggap tidak sopan dan tuan rumah akan tersinggung. Karena gambar bunga-bunganya harus terlihat di depan sehingga tuan rumah mengetahui bahwa kita sangat menikmati teh tersebut.

Source :
http://nihongo-benkyoushimasu.blogspot.com/p/kebudayaa.html
https://japanesestation.com/yuk-belajar-tata-cara-minum-teh-di-jepang/ 

Minggu, 28 Oktober 2018

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Berkunjung Ke Jepang



Kehidupan modern di Jepang, tak menyurutkan masyarakatnya sedikitpun untuk meninggalkan budaya aslinya. Itulah mengapa Jepang selalu memiliki daya Tarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan. Selain terkenal dengan budayanya yang sangat kental, Jepang juga terkenal dengan kecanggihannya menciptakan temuan-temuan baru dalam bidang teknologi.
Tak sedikit orang yang bermimpi untuk pergi ke Jepang sekedar untuk berlibur ataupun serius untuk melanjutkan studi. Tak hanya itu, Jepang memang memiliki banyak tempat wisata yang luar biasa bagus yang sebagian besar tempat wisata di Jepang adalah peninggalan budaya dari para leluhur. Berikut ini adalah 5 alasan orang tertarik untuk berlibur ke Jepang. Apakah alasan kalian adalah salah satu dari alasan berikut ini?
·   Budaya Jepang Terjaga Hingga Kini dan Menarik untuk Digali
Kebudayaan di Jepang masih tetap lestari, walaupun negaranya sudah berubah menjadi negara yang sangat modern. Tak sedikit masyarakat di Jepang tetap patuh dengan budaya yang diwariskan oleh para leluhur terdahulu. Misalnya saja dalam perayaan Hanami, masyarakat Jepang mau dan rela memakai pakaian tradisional seperti kimono untuk menghadiri perayaan tersebut.
Jika kalian berlibur ke Jepang tepat disaat banyak acara perayaan-perayaan, kalian bisa melihat secara langsung kecintaan masyarakat Jepang pada budayanya sendiri. Mereka dengan bangganya menunjukkan identitas budayanya sendiri. Kalian bisa lihat sendiri, rumah-rumah tradisional yang tertata rapih dan suasananya yang damai. Jangan menunda-nunda lagi niat kalian untuk pergi ke Jepang. Yuk, segera persiapkan tiket pesawatnya!
·   Keindahan Alam dan Budaya Saling Berdampingan dengan Damai
Salah satu tempat yang bisa kalian kunjungi adalah Hokkaido. Hokkaido memang terkenal dengan keindahan alamnya, bahkan masyarakat Jepang sendiri menyebutnya sebagai “kota bukit”. Ini sesuai dengan namanya, pemandangan di daerah ini memang didominasi dengan perbukitan yang sangat indah.
Tak hanya di Hokkaido, kalian bisa mengunjungi berbagai pedesaan sisa peninggalan zaman edo di Jepang. Di pedesaan itulah kalian bisa dengan jelas melihat keindahan alam serta budaya berdampingan secara damai. Siap-siap kalian akan semakin jatuh cinta dengan Jepang.
·   Surganya Kuliner Lezat
Jepang surganya kuliner lezat? Ya, betul sekali! Kuliner di Jepang memang berhasil memikat para wisatawan yang datang dari seluruh dunia. Tempat yang sering menjadi incaran para wisatawan tak lain adalah Tokyo. Karena di Tokyo inilah kuliner-kuliner lezat dan unik ini berasal. Kalian bisa menemukan beragam kuliner lezat dan lucu di Tokyo. Seperti donat lucu berbentuk tokoh kartun hingga mencoba lezatnya Tokyo Banana. Tak hanya variasi makanannya yang lucu-lucu, ternyata jajanan tradisional Jepang pun rasanya lezat-lezat.
·   Banyak Destinasi Wisata yang Seru
Jepang memang terkenal memiliki tempat wisata lucu-lucu dan menarik, seperti salah satunya adalah Disneyland, Tokyo Disney Sea, hingga Universal Studio di Osaka. Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang mengincar Negara Sakura ini sebagai tempat berlibur, selain budayanya yang sangat menarik untuk dilihat.
·   Surganya Eletronik Canggih dan Murah
Bukan Jepang jika segala sesuatunya serba canggih dan modern. Di Negara ini banyak sekali elektronik yang super canggih dan harganya cukup murah jika dibandingkan dengan negara lain. Bagi kalian pecinta gadget super keren dan terbaru, kalian bisa memuaskan hobi kalian di negara ini untuk berbelanja elektronik atau pun gadget-gadget canggih.

Source : http://blog.reservasi.com/5-alasan-orang-tertarik-untuk-berlibur-ke-jepang/