Minggu, 24 Juli 2016

Hinamatsuri

Halo Minna…,
Kemarin mimin udah posting tentang Hari Perayaan Anak Laki-laki di Jepang, nah... sekarang giliran anak perempuan yah.., oke cekidot!!!

Hinamatsuri ひな祭り (Festival Boneka/ Festival Anak perempuan) jatuh pada tanggal 3 maret. Festival ini untuk mendoakan agar anak perempuan tumbuh dengan sehat. Keluarga yg memiliki anak perempuan merayakannya dengan menghias boneka Hina, meletakkan bunga persik serta menikmati shirozake dan sushi.

Pada awalnya, boneka Hina merupakan boneka yang diletakkan di sisi tempat tidur sebagai “pengganti”, agar anak perempuan terhindar dari bencana. Kebiasaan ini berkembang menjadi “nagashibina” pada zaman Heian, yaitu menghayutkan boneka kertas ke sungai, agar bencana juga ikut hanyut bersama boneka tersebut. Boneka Hina yg disusun bertingkat seperti sekarang ini dimulai pada zaman Edo dimana boneka Hina dijadikan salah satu perlengkapan pengantin permaisuri.
Boneka Hinamatsuri
Nagashibana
Shirozake (sake putih)
Setiap boneka memiliki arti tersendiri. Terdiri dari 3, 5, 7 tingkat dan di tingkat teratas diletakkan boneka kaisar dan permaisuri yang merupakan gambaran dari pasangan suami istri yang ideal. Pada boneka Hina 3 tingkat, di tingkat kedua diletakkan tiga boneka putri istana. Ketiga putri inilah yang melayani kaisar dan permaisuri, mereka membawa peralatan minum shirozake. Di tingkat ketiga yaitu 5 boneka pemusik pria yang memainkan taiko, okawa, kotsuzumi, fue, utai.

Source : Island Japan

Sabtu, 23 Juli 2016

Koinobori, Lambang Perayaan Anak Laki-laki di Jepang

Ok mimin akan membahas ikan yang bukan berenang di air melainkan di udara  yang melambangkan tradisi di Jepang pada saat perayaan Kodomo no Hi yang jatuh pada tanggal 5 Mei dan merupakan penutupan dari rentetan hari libur saat Golden Week di Jepang.

Mungkin pembaca sering melihat ikan ini selalu dikibarkan pada Hari Anak-anak/こどもの日 (Kodomo no hi) yang  merupakan hari libur resmi di Jepang yang jatuh pada tanggal 5  Mei sebagai penutup bulan April dan pembuka bulan selanjutnya yaitu Mei. Pada tanggal ini di Jepang ada hari perayaan bagi anak-anak yang memiliki jiwa laki-laki, lho? kok cuma laki-laki? Perempuan gimana? jangan  khawatir, yang perempuan juga di rayakan kok tetapi di tanggal yang berbeda yaitu tanggal 3 Maret  dan bukan terhitung hari libur.

Pada hari anak ini terdapat tradisi yang sangat unik, salah satunya adalah memasang/mengibarkan didepan ataupun diatas rumah mereka yang memiliki anak laki-laki sebuah Koinobori lengkap (bendera berbentuk ikan mas). Koinobori ini terdapat beberapa warna dan arti tersendiri, ada yang berwarna warni, hitam, merah, biru, hijau dan warna lainnya.
Unsur-unsur pada Koinobori yaitu :
* Fukiganashi merupakan sarung angin yang berhiaskan lima kain warna yaitu biru, merah, kuning, hijau dan putih yang melambangkan unsur air, api, tanah, kayu dan logam. Menurut kepercayaan masyarakat, Fukiganashi digunakan sebagai penangkal segala penyakit.
* Koinobori hitam (magoi), melambangkan sosok seorang ayah, warna hitam bukan berarti ayahnya berkulit hitam ya, melainkan memberi arti pada sosok ayah yang bertanggung jawa  pada keluarganya.
* Koinobori merah (higoi), ukuran nya lebih kecil dibandingkan magoi, koinobori ini melambangkan sosok seorang ibu yang memiliki jiwa penyemangat serta cinta lahir maupun batin dalam menjaga dan merawat keluarga baik itu ayah maupun anak laki-laki mereka, urutan kebawah dari higoi ukurannya lebih kecil.
* Koinobori biru melambangkan putra sulung.
* Koinobori hijau melambangkan putra kedua, serta beberapa warna lainnya.

Asal Usul
Pada Buku Han Akhir yang merupakan salah satu dari buku sejarah resmi Cina menceritakan tentang sebuah air terjun di Sungai Kuning (Hanzi) yang alirannya sangat deras. Banyak ikan-ikan yang berusaha keras memanjat air terjun tersebut, namun hanya Koi yang berhasil memanjat dan HENSHIN! menjadi naga (bayangkan kalau ada 100 koi yang lolos, bisa jadi 100 naga). Oleh karena itu, Koi yang berhasil menaiki air terjun dijadikan simbol kesuksesan dalam hidup.

Tradisi ini dilakukan sejak pertengahan zaman edo oleh kalangan para Samurai. Mereka memiliki tradisi merayakan Tango no Sekku, dimana mereka membuat Koinobori dari kertas, kain atau kain bekas yang dijahit dan digambari ikan Koi. Koinobori dibuat agar bisa berkibar dan menggelembung jika tertiup angin.

Pada awalnya, orang Jepang hanya mengibarkan Koinobori berwarna hitam yang disebut magoi (真鯉?). Koi yang dikibarkan paling atas melambangkan putra sulung dalam keluarga. Sebagai hiasan yang dibuat untuk meramaikan perayaan, koinobori warna lain juga berangsur-angsur mulai dibuat dan semuanya melambangkan anak laki-laki dalam keluarga. Sejak zaman Meiji, Koinobori berwarna merah yang disebut higoi (緋鯉?) mulai dikibarkan untuk menemani Koinobori berwarna hitam. Tradisi pengibaran Koinobori biru dimulai sejak zaman Showa. Ukuran Koinobori biru (kogoi, 子鯉) lebih kecil dari Koinobori merah atau hitam dan melambangkan anak koi.

Pada zaman sekarang sering dijumpai Koinobori warna hijau dan orange yang dimaksudkan sebagai anak-anak koi. Di beberapa tempat di Jepang, koinobori bukan saja milik anak laki-laki. Koinobori yang melambangkan adanya anak perempuan dalam keluarga juga ingin ikut dikibarkan. Tersedianya koinobori warna cerah seperti oranye kemungkinan ditujukan untuk keluarga yang memiliki anak perempuan.

Pada 1931, pencipta lagu Miyako Kondo menulis lagu berjudul Koinobori. Dalam lirik lagu tersebut, koinobori yang besar dan berwarna hitam adalah bapak koi dan koinobori berwarna lain yang lebih kecil adalah anak-anak Koi. Konsep dari lirik lagu tersebut diterima secara luas di tengah rakyat yang sedang di bawah pemerintahan militer.

Seusai Perang Dunia II, peran wanita makin penting dan koinobori warna merah dipakai untuk melambangkan ibu koi. Satu set koinobori akhirnya secara lengkap melambangkan keluarga yang utuh : bapak, ibu dan putra-putrinya. Hingga kini, lagu Koinobori ciptaan Miyako Kondo tetap dinyanyikan anak-anak, namun liriknya tetap sama seperti ketika diciptakan pada tahun 1931.

Berkibarnya Koinobori, Lambang Perayaan Hari Anak Laki-laki di Jepang sudah menjadi pemandangan langka di kota-kota besar di Jepang. Makin sedikitnya keluarga di Jepang yang memiliki anak kecil mungkin menjadi penyebabnya. Selain itu, penduduk kota besar tidak lagi tinggal di kompleks perumahan, melainkan di apartemen (mansion) yang tidak memiliki halaman untuk mengibarkan koinobori.

Source :http://www.kampoenglampion.com/2014/10/koinobori-lambang-perayaan-hari-anak.html

Kamis, 21 Juli 2016

Legenda dan Festival Tanabata

Ohayou Minna… mimin udah lama nih nggak ngepost, biasa lagi sibuk urusan kuliah.,
Kali ini berhubung di Jepang belum lama diadakan Festival Tanabata tepatnya tanggal 7 juli kemarin, mimin mau share info tentang Tanabata nih., meskipun agak telat sih, tapi gapapa lah mending telat dari pada nggak.. hehehe✩✩

Legenda Tanabata di Jepang dan Tiongkok mengisahkan bintang Vega yang merupakan bintang tercerah dalam rasi bintang Lyra sebagai Orihime (Shokujo), putri Raja Langit yang pandai menenun. Bintang Altair yang berada di rasi bintang Aquila dikisahkan sebagai penggembala sapi bernama Hikoboshi (Kengyū). Hikoboshi rajin bekerja sehingga diizinkan Raja Langit untuk menikahi Orihime. Suami istri Hikoboshi dan Orihime hidup bahagia tapi Orihime tidak lagi menenun dan Hikoboshi tidak lagi menggembala. Raja Langit sangat marah dan keduanya dipaksa berpisah. Orihime dan Hikoboshi tinggal dipisahkan sungai Amanogawa (galaksi Bima Sakti) dan hanya diizinkan bertemu setahun sekali di malam hari ke-7 bulan ke-7. Kalau kebetulan hujan turun, sungai Amanogawa menjadi meluap dan Orihime tidak bisa menyeberangi sungai untuk bertemu suami. Sekawanan burung Kasasagi terbang menghampiri Hikoboshi dan Orihime yang sedang bersedih dan berbaris membentuk jembatan yang melintasi sungai Amanogawa supaya Hikoboshi dan Orihime bisa menyeberang dan bertemu.

Festival Tanabata dimeriahkan tradisi menulis permohonan di atas tanzaku atau secarik kertas berwarna-warni. Tradisi ini khas Jepang dan sudah ada sejak zaman Edo. Kertas tanzaku terdiri dari 5 warna (hijau, merah, kuning, putih dan hitam). Di Tiongkok, tali untuk mengikat terdiri dari 5 warna dan bukan kertasnya. Permohonan yang dituliskan pada tanzaku bisa bermacam-macam sesuai dengan keinginan orang yang menulis.

Kertas-kertas tanzaku yang berisi berbagai macam permohonan diikatkan di ranting daun bambu membentuk pohon harapan di hari ke-6 bulan ke-7. Orang yang kebetulan tinggal di dekat laut mempunyai tradisi melarung pohon harapan ke laut sebagai tanda puncak perayaan, tapi kebiasaan ini sekarang makin ditinggalkan orang karena hiasan banyak yang terbuat dari plastik.

Tanabata dirayakan secara besar-besaran di berbagai kota, seperti Sendai, Hiratsuka, Anjo dan Sagamihara. Perayaan dimulai setelah Perang Dunia II dengan maksud untuk menggairahkan ekonomi, terutama di wilayah Jepang bagian utara.

Di zaman dulu, Sendai sering berkali-kali dilanda kekurangan pangan akibat kekeringan dan musim dingin yang terlalu dingin. Di kalangan penduduk lahir tradisi menulis permohonan di atas secarik kertas tanzaku untuk meminta dijauhkan dari bencana alam. Date Masamune menggunakan perayaan Tanabata untuk memajukan pendidikan bagi kaum wanita dan hiasan daun bambu mulai terlihat di rumah tinggal kalangan samurai dan penduduk kota. Di zaman Meiji dan zaman Taisho, perayaan dilangsungkan secara kecil-kecilan hingga penyelenggaraan diambil alih pusat perbelanjaan pada tahun 1927. Pusat perbelanjaan memasang hiasan Tanabata secara besar-besaran, dan tradisi ini berlanjut hingga sekarang sebagai Sendai Tanabata.

Source : Japan Course (@ine0489k)

Kamis, 07 Juli 2016

Fuurinkazan

Mimin mengucapkan..,
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Oke, kali ini mimin mau kasi info tentang Strategi Perang Fuurinkazan…

Fuurinkazan (風林火山), secara harafiah berarti “Angin, Hutan, Api, Gunung” adalah strategi perang yang digunakan Takeda Shingen, seorang daimyo  pada zaman Sengoku. Nama strategi perang ini diambil dari kutipan Seni Perang karya ahli strategi perang asal Cina, Sun Tzu : Secepat angin, setenang hutan, seganas api dan sekokoh gunung.

Maksud strategi perang ini adalah :
→Secepat Angin : Saat melakukan pergerakan, pasukannya bergerak secepat angin.
→Setenang Hutan : Saat mereka tinggal di suatu tempat, maka mereka akan menyembunyikan keberadaan setenang hutan.
→Seganas Api : Saat menyerang, pasukannya akan mengganas bak api yang membara.
→Sekokoh Gunung : Saat mereka mendapat serangan, maka mereka akan bertahan sekokoh gunung.

Source : Japan Course (@ine0489k)

Selasa, 05 Juli 2016

Okinawa Churaumi Aquarium

Halo Minna.., hari ini hari terakhir puasa di tahun ini ya? sedih sih rasanya.. tapi gapapa lah, semoga kita masih diberi kesempatan dan kesehatan untuk menjalankan puasa tahun depan. Amin
Oke langsung aja mimin mau kasi info tentang Aquarium Raksasa dengan fasilitas terbaik di Jepang…

Ada begitu banyak akuarium yang menarik di Jepang dengan masing-masing memiliki fitur sendiri yang unik. Salah satunya yang menonjol dari yang lain karena fasilitas yang menakjubkan adalah Okinawa Churaumi Aquarium. Banyak orang percaya Okinawa Churaumi Aquarium ini adalah akuarium terbaik dari semua wisata Aquarium karena tangki yang sangat besar yang merupakan rumah bagi berbagai hewan air.

Whale Shark Statue
Setelah Anda mencapai Churaumi Aquarium, Anda akan disambut oleh patung hiu paus besar yang jelas menggambarkan bahwa tempat ini semua tentang kehidupan laut. Sebenarnya ada lebih dari satu spesies hiu di tempat ini yang membuatnya berharga untuk di kunjungi wisata dalam maupun asing. Di sini, Anda juga dapat mengambil foto selfie dengan patung bersama teman atau keluarga yang anda cintai.

Gerbang Uminchu
Setelah melewati patung hiu, Anda akan menemukan Gerbang Uminchu dimana Anda dapat menikmati ruang yang besar dan pemandangan indah dari Okinawa Emerald Beach. Uminchu berarti “nelayan” dalam bahasa Okinawa yang jelas menjelaskan nama. Daerah ini sangat dikelilingi oleh air yang indah. Setelah Anda keluar dari lift di lantai tiga, Anda akan melihat pintu masuk ke akuarium di sisi kanan.

Laut Coral dan Laut Ikan Tropis
Sebelum menuju di dalam akuarium, mengapa tidak Anda mengunjungi Laut Coral dan Laut Ikan Tropis? Anda dapat melihat tangki dari jauh. The Coral Sea Tank dibangun sedemikian rupa sehingga sinar matahari dapat dengan mudah menembus tangki. Sejak itu didukung pertumbuhan budidaya karang dengan skala besar. Ada total 800 koloni yang terdiri dari 70 karang pembentuk terumbu. Laut Ikan Tropis adalah tangki yang menciptakan lingkungan terumbu karang. Anda dapat melihat banyak ikan yang menghuni tangki. Agar mereka mampu bertahan hidup lebih lama, mereka juga terus dekat dengan lingkungan alam mereka.

Sumber : http://www.akibanation.com/okinawa-churaumi-aquarium-aquarium-raksasa-dengan-fasilitas-terbaik-di-jepang/

Minggu, 03 Juli 2016

Pedang Legendaris Honjo Masamune

Ohayou, mimin mau sharing info tentang pedang legendaris nih…

Katana atau pedang samurai yang terkenal di seluruh dunia akan menjadi suatu kesempurnaan dari perancang pedang itu sendiri. Katana merupakan simbol dari  samurai dan Jepang secara keseluruhan. Untuk Negara Jepang, Pedang atau katana telah menjadi harta Nasional sejak tahun 1989.

Hal ini telah menjadi budaya kaum shogun dan diturunkan dari satu shogun kepada shogun yang lain pada Periode Edo (Shogun  adalah istilah bahasa Jepang yang berarti jenderal). Selama restorasi Meiji pada akhir abad ke-19 (yang berusaha untuk membawa Jepang ke dalam dunia modern) banyak samurai yang pergi memberontak ketika pemerintah berusaha untuk menjauhkan mereka dari hak untuk memakai katana sebagai simbol mereka.

Bahkan setelah kehilangan hak untuk memakai pedang, samurai tetap dihormati sebagai leluhur bangsa Jepang. Namun, pada akhir Perang Dunia Kedua penjajah Amerika menuntut agar semua penduduk Jepang menyerah dari segala bentuk persenjataan, termasuk pedang leluhur mereka. Terdapat satu pedang yang hilang yaitu “Honjo Masamune”, yang dikenal sebagai Pedang Legendaris.

Nama pedang legandaris tersebut berasal dari orang yang membuatnya Goro Masamune (1264-1343 M). Masamune pernah diakui sebagai pembuat pedang yang terbesar dalam sejarah Jepang. Pedangnya dikenal karena keindahan  dan kualitas yang tak tertandingi. Kualitas Pedang Honjo Masamune sangat luar biasa, meskipun pada saat itu pedang yang dibuat menggunakan baja, masih terdapat banyak ketidak sempurnaan.

Berdasarkan legenda yang ada, pedang Goro Masamune dikisahkan telah bersaing dengan muridnya sesama pembuat pedang, Sengo Murasama. Murasama menantang Masamune untuk membuat pedang, yang kemudian  di uji dengan menggantungkanya pada ranting kecil di sungai dengan bagian yang tajam menghadap ke arus sungai.

Hasil dari ujian tersebut memberikan julukan “Juuchi Yosamu” atau “Sepuluh Ribu Malam yang dingin” kepada Murasama dan julukan “Yawarakai-Te” atau “Tangan Lembut” kepada Masamune. Pedang Murasama dapat memotong apapun yang melewatinya. Ikan, dedauan, bahkan udara yang menghembus kearahnya dapat terpotong oleh Pedang Murasama. Sedangkan Pedang Masamune, tak sanggup memotong apapun yang melewatinya. Tak ada daun yang teriris, ikan-ikan bahkan berenang disekitarnya. Udara mendesis lembut saat melewati pedang Masamune itu. Karena hal itu, Murasama merasa berbangga diri dan merasa kemenangan ada di tangannya.

Pada saat pertandingan itu berlangsung, seorang biarawan yang ikut menonton pertandingan tersebut menjelaskan bahwa pedang Murasama adalah pedang yang sangat bagus yang dapat memotong apapun. Sedangkan pedang Masamune adalah adalah pedang yang lebih bagus, karena tidak akan melukai yang tidak bersalah. Pedang Murasama menunjukan sifat jahat dan haus akan darah. Dengan begitu, hal ini menyebabkan tradisi pedang Murasama harus merasakan darah sebelum bertarung, bahkan sampai harus menyakiti pemiliknya sendiri untuk memuaskan rasa haus darahnya itu.

Source : Japan Course (@ine0489k)

Sabtu, 02 Juli 2016

Mengintip Kegiatan Liburan Siswa di Jepang

Ohayou mina san… kali ini mimin mau bagi info tentang kegiatan siswa Jepang selama liburan, apa saja yang mereka lakukan mari kita liat…

Di Jepang, terdapat dua liburan besar. Akhir Februari sampai akhir Maret (libur musim dingin) serta musim panas (Agustus-September). Namun juga ada liburan akhir tahun selama kurang lebih 2 minggu. Inilah yang mungkin agak membedakan dengan liburan secara umum sekolah di tanah air. Di jepang, siswa tetap memiliki kegiatan terprogram selama liburan. Ada berbagai macam jenis kegiatan yang mereka lakukan selama liburan. Kegiatan-kegiatan tersebut bisa di kategorikan dalam bidang-bidang berikut : Pelajaran, sosial dan interaksi, seni/ kreatifitas dan pekerjaan rumah.

Untuk anak kelas I SD misalnya, mereka diminta untuk membaca paling tidak 3 buku. Dan setelahnya anak diminta untuk membuat laporan atas ketiga buku yang dibacanya melalui gambar. Gambar itu menggambarkan tentang apa yang telah dibaca dan reaksi setelah membacanya. Anak-anak juga dimotivasi untuk membuat 3 gambar kegiatan liburannya. Ke pantai, mengunjungi castle atau ke amusement park yang banyak tersebar di Jepang.

Dibidang seni, anak diminta untuk membuat mainan yang diciptakannya sendiri. Mainan hasil ciptaannya tersebut kemudian di pajang dan dipamerkan di sekolah. Saat mengunjungi SD Kumadai beberapa saat yang lalu, seorang siswa menunjukkan sebuah hasil karyanya. Karya itu berupa sebuah origami berbentuk monster dan ultraman. Sangat bagus dan hampir menyerupai bentuk aslinya.

Di beberapa kegiatan, sekolah juga menganjurkan penggunaan alat-alat pertukangan untuk membuat karya seni bagi anak didiknya. Semisal, penggunaan paku, palu dan alat lainnya. Benda-benda ini digunakan saat anak diminta untuk berkreasi tentang kayu. Menjadikannya mobil-mobilan, perahu atau vas bunga.

Selama liburan, siswa juga memiliki projek sains. Anak bisa memilih sendiri apa yang akan ditelitinya selama liburan. Mencatat perkembangan bunga di pekarangan rumah, mengukur berat buah yang ditanam keluarga mereka, mencatat suhu udara harian atau kegiatan yang lebih komplek lainnya.

Kegiatan lainnya yang tidak kalah penting adalah membantu kegiatan di rumah. Orang Jepang memang terlalu sibuk dengan dunia pekerjaannya. Bahkan sangat jarang melakukan pembersihan rumahnya. Karenanya kemudian, sekolah menganjurkan sang anak melakukan kegiatan bersih-bersih selama liburannya. Untuk anak-anak kelas bawah, biasanya mereka dianjurkan melakukan kegiatan sebagaimana berikut : mencuci pakaian, seragam sekolah dan sepatu. Mereka juga dimotivasi untuk melakukan kegiatan menyetrika pakaian yang relatif mudah disetrika seperti saputangan, handuk dan barang berbahan dasar kain lainnya. Mereka juga dianjurkan untuk membersihkan kamar mandi, menyapu lorong jalan di perumahan, disuruh ke toko membeli sesuatu dan membersihkan lantai rumah.

Biasanya, selepas liburan orang tua di undang datang ke sekolah. Untuk sekedar menikmati hasil karya anak mereka selama liburan atau mengikuti sebuah kelas. Disitu orang tua menyaksikan bagaimana pembelajaran di kelas anaknya. Apa yang dilakukan guru untuk membelajarkan anaknya, dan orang tua menjadi tahu dan memiliki kesempatan untuk melakukan observasi. Kegiatan ini di Jepang di sebut “Gokai Jugyo”.

Source : https://benkyoshimasou.wordpress.com/2013/01/05/mengintip-kegiatan-liburan-siswa-di-jepang/