Ohayou
minna…,
Mimin
mau nanya nih, Kalian sebagai para Otaku udah pada tau tentang penyakit sosial
yang sering di idap para Otaku, belom? Kalo belom post kali ini akan membahas tentang
penyakit sosial otaku yang harus diwaspadai :v
1. Chuunibyou
|
Anime Chuunibyou Demo Koi ga Shitai |
Penyakit
ini mungkin terdengar sangat asing di telinga masyarakat umum. Namun, bagi
kalangan otaku kelas berat chuunibyou sudah menjadi penyakit akut yang lumayan
susah untuk disembuhkan.
Ya,
Chuunibyou (中二病) atau biasa disebut sindrom kelas 8/sindrom kelas 2 SMP.
Chuunibyou adalah suatu gejala dimana penderitanya menganggap dirinya
seolah-olah memiliki kekuatan supranatural atau hal-hal semacamnya. Penderita
akan menganggap dunia disekitarnya adalah dunia miliknya sendiri dengan berbagai
kekuatan tersembunyi. Masih bingung mengenai definisi penyakit Chuunibyou?
untuk lebih jelasnya, penyakit Chuunibyou sebenarnya sama halnya dengan “alay”.
Penderita Chuunibyou kebanyakan memiliki imajinasi tinggi karena telah
menghabiskan waktunya menonton anime atau membaca manga. Mereka akan merasa
kurang puas bila hanya melihat dan membaca saja.
Penderita
Chuunibyou kebanyakan adalah anak berumur sekitar 13 atau 14 tahun. Tapi ada
juga orang dewasa yang masih menderita Chuunibyou.
Macam-macam
Chuunibyou
Menurut
buku Chuunibyou Toriatsukai Setsumei Sho terdapat tiga macam jenis chuunibyou,
yaitu :
· DQN
DQN
(系,
dokyun-kei), yaitu cenderung berpura-pura bersikap anti-sosial atau menjadi
anak nakal padahal tidak. Biasanya ia mengarang tentang cerita tawuran atau
semacamnya. Contohnya seperti percakapan berikut :
A :
Wuih, jidatmu kok bisa diperban gitu? abis ngapain?
B :
Jangan sentuh! ini adalah luka yang kudapat dari pertarungan melawan senior
yang sok berkuasa itu.
A :
Hehh????
· Subkultural/Hipster
Subkultural/Hipster
(サブカル系, SubCul-kei), yaitu cenderung memilih sesuatu yang
non-mainstream atau yang peminatnya sedikit agar ia merasa berbeda. Terkadang
orang seperti ini jarang suka budaya sendiri, namun lebih memilih budaya luar
agar dianggap keren karena berbeda minat dengan orang lain. Contohnya seperti
percakapan berikut :
A :
Eh kamu punya Suzumiya Haruhi no Yuutsu subtitle Indonesia nggak?
B :
Cih, hari gini masih nonton subtitle Indonesia.
A :
Lah terus?
B : Nih,
kayak aku dong liat yang RAW.
A :
Terus paham ceritanya gak?
B :
E-eh pa-paham dong.
· Mata Iblis
Mata
Iblis (邪気眼系, Jakigan-kei), yaitu cenderung merasa memiliki kekuatan
supranatural. Jenis ini sering menghayal yang aneh-aneh. Seperti menyamakan
penggaris dengan pedang berkekuatan super atau menciptakan gerakan-gerakan aneh
untuk memanggil jurus. Contohnya seperti percakapan berikut :
A :
Pinjem penggarisnya dong.
B :
Hah! (memegang penggaris seperti memegang pedang) kau tidak akan bisa mengambil
Dark Griffin Blade dariku. Langkahi dulu mayatku..
A :
Gubrakk... -_-
2. Hikikomori
|
Anime No Game No Life |
Peraih
suara terbanyak kedua, Hikikomori. Penyakit sosial otaku yang satu ini bisa
diartikan sebagai “menarik diri” dari kehidupan sosial. Mungkin sebagian dari
kamu akan berpikir bahwa Hikikomori sama dengan ansos, tetapi pada kenyataannya
tidak, setidaknya tidak secara keseluruhan. Hikikomori cenderung penarikan diri
secara ekstrim, mereka mengisolasi diri dalam kamar dalam jangka waktu yang
sangat lama. Tipikalnya, pelaku Hikikomori tenggelam dalam tayangan televisi
atau komputer di dalam kamar hingga hampir-hampir tidak pernah tidur. Perilaku
ini dapat berujung pada gangguan psikologis seperti schizoprenia.
Penyebab
dari Hikikomori ini ada banyak, tetapi intinya hanya satu, rasa trauma yang
hebat yang dialami penderita saat berada di masyarakat sosial. Mungkin hal
inilah yang jarang sekali dipahami oleh masyarakat atau orang-orang lingkungan
sekitar terhadap penderita.
3. Nijikon
|
Sore wa ore no waifu!! |
Nijikon
hanya menang satu suara dari wibu. Apa itu Nijikon? Nijikon bisa diartikan
seseorang yang terobsesi dan jatuh cinta pada karakter dua dimensi atau
karakter-karakter fiksi. Dalam bahasa sederhana, jones. Yah, biasanya gejala
awal penyakit ini sering banget ngaku-ngaku bahwa suatu karakter anime itu adalah
waifu-nya (atau husbando untuk para cewek).
Orang
yang terjangkit Nijikon akan sangat mencintai karakter fiksi yang disukai,
marah-marah jika ada karakter lain yang berani mendekatinya, dan biasanya pergi
kemana-mana dengan karakter tersebut (biasanya dalam bentuk dakimakura). Dalam
kasus ekstrim, ada penderita Nijikon yang sama sekali tidak tertarik dengan
makhluk nyata dan bahkan sampai menikahi karakter fiksi yang dia cintai.
Tapi,
dibalik semua antics Nijikon, ada sebuah hikmah positif yang bisa kita ambil
dari penyakit sosial otaku yang satu ini, yaitu saingan kita dalam mencari pasangan
menjadi berkurang! Hehehe
Meskipun
begitu, sepertinya lebih banyak negatifnya daripada positifnya, misalnya saja bisa
menghancurkan tatanan perekonomian global! (Ini beneran lho!)
4. Weaboo (Wibu)
|
Perbedaan Otaku dan Wibu |
Wibu
memang berasal dari kelompok otaku. Akan tetapi otaku belum tentu adalah
seorang wibu. Wibu berada pada tingkatan dimana seorang otaku mendedikasikan
dirinya terlalu berlebihan terhadap hal-hal yang berbau Jepang. Dari empat
penyakit sosial otaku yang ada, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Wibu adalah
yang paling menjengkelkan. Kenapa? Karena orang yang disebut wibu adalah mereka
yang mendewakan segala sesuatu tentang Jepang. Pokoknya segala sesuatu tentang
Jepang menurut mereka is the best-lah! Jika ada yang berani sedikit saja
mengkritik sesuatu tentang Jepang pasti mereka bakalan maju ke garis depan dan
membelanya mati-matian.
Wibu
di Indonesia bisa termasuk parah pakai banget. Kita pernah membahas dalam
artikel sebelumnya tentang potret wibu di Indonesia. Mereka menganggap
kehidupan dunia nyata itu membosankan, hidup sebagai seorang hikikomori dan
NEET itu keren, dan nggak bakalan rela kalau ada yang bilang Anime adalah
kartun. Well, dalam beberapa kasus ekstrim, malah mereka nggak mengakui bahwa
pantsu adalah celana dalam dan jitensha adalah sepeda. Hello…? Padahal
sebenarnya juga sama saja, cuma beda bahasa.
Kira2
kalian para otaku, kalian udah mencapai tahap ini belom?
Source
: www.duniaku.net, agumgo.blogspot.co.id